Goresan Kesan Perjanan Dakwah ke Kalimantan Barat

Bismillah

Dari Saudaramu Abdurrahim Ayyub

Kepada Yang Saya Hormati

1. Asatidz Kirom di WA group

-Multaqo Duat Indonesia 1
-Multaqo Duat Indonesia 2
-Multaqo Duat Indonesia 3
-Multaqo Duat Indonesia 4

2. Para Muhsinin (Donatur)

3. Kaum Muslimin dan Muslimat

Semoga Rahmat Allah Ta’alaa tercurahkan kepada kita semua. Aamiin.

Sekitar Sebulan yang lalu saya mengunjungi saudara kita di Kalimantan Barat.

Sekitar sepuluh hari lebih alhamdulillah sempat singgah di

Putussibau, Nanga Embaloh, Pontianak, Ketapang, Sintang, Sangau, semua berada di Kalimantan Barat.

Alhamdulillah, geliat dakwah semkin semarak…

Di pedalaman sana memang masih perlu do’a, dan santunan serta kunjungan da’i serta para pendidik. Di Putussibau alhamdulillah kita sudah memulai dengan pendidikan formal dengan adanya sekolah TK dan SD, in syaa Allah Ta’alaa jenjang lanjutannya sedang kami usahakan membangun di Tanah Wakaf yang telah tersedia.

Di Nanga Embaloh dua jam dari Putussibau dengan speed boat (sementara belum ada jalan darat yang layak) masih sangat baru dalam sentuhan dakwah. Perlu penanganan khusus, (Berita lengkap di akhir laporan ini).

Di Pontianak sangat menggembirakan dengan aktifnya para Asatidz lokal dan kunjungan para Asatidz dari luar Kal Bar, sekolah, pondok dan lain lainnya semkain bertumbuh pesat. Di Ketapang kita masih baru proses adanya yayasan dan beberapa tanah wakaf serta pendidikan formal yang masih perlu pembenahan. Alhamdulillah dakwah berjalan dengan baik di beberapa masjid.

Di Sintang Alhamdulillah ada masjid besar dan pondok, sangat pesat perkembangan dakwahnya serta Asatidz lokalnya sangat gigih membina masyarakat sekitarnya.

Di Sangau suatu desa beberapa jam dari Sintang dengan kendaraan mobil Alhamdulillah ada masjid dan sekolah yang baru mulai dibina oleh beberapa ustadz. Dakwah berjalan dan ikhwan semangat untuk kajian dan lain lainnya.



Demikian laporan singkat saya semoga kiranya menjadi semangat kita semua dalam menuntut ilmu dan menyebarkannya ke masyarakat Indonesia di Pelosok dan di seluruh daerah lainnya.

Saya lampirkan tulisan salah satu da’i yang sedang bertugas di Pedalaman di daerah Putussibau dan sekitarnya.

=========

Melihat Lebih Dekat Muslim Pedalaman



Desa Nanga Lauk, tepatnya berada di daerah Putussibau, Kalimantan Barat, menjadi satu-satunya desa yang seluruh penduduknya beragama Islam dari sembilan desa yang terdapat di Kecamatan Embaloh Hilir yang mana mayoritas dihuni oleh suku Dayak Kantu dan Iban yang notabenenya beragama Nasrani.

Akan tetapi sangat disayangkan kondisi masyarakat muslim di daerah tersebut yang jauh dari ajaran Islam sejatinya, bak seorang muslim yang kehilangan jati dirinya, mulai dari kebiasaan masyarakat yang enggan sekali untuk mengerjakan sholat, kebiasaan masyarakat yang mandi ditepian sungai, Mencuci serta bercampur baur lelaki dan wanita yang kurang memperhatikan batasan-batasan aurat, seperti halnya laki-laki yang mandi hanya dengan menggunakan celana dalam atau celana koloran, begitupula kaum wanita yang hanya bertapihan kain saja ketika mandi, dan para pemuda dan bapak-bapak yang hobi bertelanjang dada di sepanjang jalan, bahkan hampir rata-rata kaum hawa yang tidak peduli terhadap pentingnya berhijab sebagai identitas seorang muslimah.

Begitupun dengan kondisi anak-anak yang tergolong masih banyak yang buta huruf hijaiyah, jangankan untuk membaca al-Qur’an dengan benar, mereka masih sangat jauh dari kondisi anak-anak pada umumnya di daerah lainnya, semua itu dikarenakan tidak adanya seorang ustadzpun yang menuntun mereka untuk mengajarkan agama dan mengaji selama ini, jangnkan seorang ustadz bahkan di sanap masih krisis akan tenaga pengajar di Sekolah. Dan tak hanya itu, melihat kondisi desa yang masih tergolong desa terisolir dikarenakan belum masuknya sinyal, listrik serta akses jalan menuju kota yang masih sangat sulit.

Namun sebenarnya dilihat dari sisi lain desa ini berpotensi besar tersebarnya dakwah sunnah dikarenakan masih sangat awal dan belum masuk informasi berkaitan fitnah-fitnah yang tersebar di media masa, begitupun sangat berpotensi besar sebagai pusat penyebaran Islam di Kalimantan Barat, semua itu dapat dilihat dari variabel silsilah keturunan mereka yang berasal dari orang-orang Dayak yang menikah dengan muslim melayu, sehingga beranak pinak menjadi desa yang seutuhnya beragama muslim, ditambah dengan masuknya beberapa saudara dayak yang menjadi mualaf di sana.

Saya berharap kepada Allah dengan tulisan ini menggugah para da’i dan ustadz untuk peduli kepada saudara-saudara kita di pedalaman Kapuas Hulu untuk menyadarkan mereka sebagi muslim sejati, dan berharap bisa tersebarnya Islam kepada sanak keluarga mereka yang masih beragama Nasrani agar diberi hidayah untuk memeluk agama Islam di tanah Borneo ini.

Saudaramu, Ibnu Ruhal

Semoga info ini bermanfaat untuk kita semua.

=====

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*