AL MUJAADILAH : 6

يَوۡمَ يَبۡعَثُهُمُ ٱللَّهُ جَمِيعٗا فَيُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُوٓاْۚ أَحۡصَىٰهُ ٱللَّهُ وَنَسُوهُۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ شَهِيدٌ

TERJEMAH :

Pada hari ketika mereka dibangkitkan Allah semuanya, lalu diberitakan-Nya kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan. Allah mengumpulkan (mencatat) amal perbuatan itu, padahal mereka telah melupakannya. Dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu.

TAFSIR :

Ingatlah, wahai Rasul, Hari Kiamat, hari ketika Allah menghidupkan semua orang yang sudah mati. dan mengumpulkan orang-orang terdahulu dan orang-orang terkemudian di satu tempat. Lalu Dia memberitakan kepada mereka tentang apa yang telah mereka kerjakan. baik kebajikan maupun keburukan. Allah mengumpulkan dan mencatatnya di al-Lauh al-Mahfuzh. serta memeliharanya dalam buku catatan amal mereka. sedangkan mereka melupakannya. Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu, tidak ada suatu pun yang luput dari pengawasan-Nya.

ASBABUN NUZUL :

Al-Hakim meriwayatkan dan dia rnenshahihkannya dari Aisyah berkata, “Maha suci Allah di mana pendengarannya meliputi segala sesuatu, aku mendengar ucapan Khaulah binti Tsa’labah dan sebagian samar bagiku, dia mengadukan suaminya kepada Rasulullah dia berkata, “Masa mudaku telah berlalu, perutku telah berkerut, sehingga ketika umurku telah banyak dan aku tidak lagi melahirkan, dia menzhiharku, ya Allah sesungguhnya aku mengadu kepada-Mu.” Dia belum beranjak sehingga Jibril turun membawa ayat-ayat ini, “Sesunggiliviya Allah elah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya.” Suaminya adalah Aus bin ash-Shamit.

 AL MUJAADILAH : 7

أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعۡلَمُ مَا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِۖ مَا يَكُونُ مِن نَّجۡوَىٰ ثَلَٰثَةٍ إِلَّا هُوَ رَابِعُهُمۡ وَلَا خَمۡسَةٍ إِلَّا هُوَ سَادِسُهُمۡ وَلَآ أَدۡنَىٰ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكۡثَرَ إِلَّا هُوَ مَعَهُمۡ أَيۡنَ مَا كَانُواْۖ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا عَمِلُواْ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَيۡءٍ عَلِيمٌ

TERJEMAH :

Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara jumlah yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia berada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui segala sesuatu.

TAFSIR :

Tidakkah kamu mengetahui bahwa Allah mengetahui segala sesuatu di langit dan bumi? Tidaklah tiga orang dari makhluk-Nya berbisik-bisik dengan pembicaraan rahasia melainkan Dia-lah yang keempat mereka dengan ilmu dan peliputan-Nya. Tidaklah lima orang berbisik-bisik dengan pembicaraan rahasia melainkan Dia-lah yang keenam mereka. Dan tidak pula pembicaraan rahasia yang dilakukan oleh jumlah yang kurang atau lebih daripada itu, melainkan Dia bersama mereka dengan ilmu-Nya di mana pun mereka berada. Tidak ada satu pun dari urusan mereka yang luput dari pengetahuan-Nya. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka pada Hari Kiamat tentang apa yang telah mereka kerjakan berupa kebaikan dan keburukan. serta membalas mereka atas perbuatan tersebut. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada suatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

AL MUJAADILAH : 8

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ نُهُواْ عَنِ ٱلنَّجۡوَىٰ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا نُهُواْ عَنۡهُ وَيَتَنَٰجَوۡنَ بِٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَمَعۡصِيَتِ ٱلرَّسُولِۖ وَإِذَا جَآءُوكَ حَيَّوۡكَ بِمَا لَمۡ يُحَيِّكَ بِهِ ٱللَّهُ وَيَقُولُونَ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ لَوۡلَا يُعَذِّبُنَا ٱللَّهُ بِمَا نَقُولُۚ حَسۡبُهُمۡ جَهَنَّمُ يَصۡلَوۡنَهَاۖ فَبِئۡسَ ٱلۡمَصِيرُ

TERJEMAH :

Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia, kemudian mereka kembali (mengerjakan) larangan itu dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia untuk berbuat dosa, permusuhan dan durhaka kepada Rasul. Dan apabila mereka datang kepadamu, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan memberi salam yang bukan sebagai yang ditentukan Allah untukmu. Dan mereka mengatakan kepada diri mereka sendiri: “Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan itu?” Cukuplah bagi mereka Jahannam yang akan mereka masuki. Dan neraka itu adalah seburuk-buruk tempat kembali.

TAFSIR :

Apakah tidak kamu perhatikan, wahai Rasul, orang-orang Yahudi yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia yang dapat menimbulkan keraguan di hati orang-orang Mukmin, kemudian mereka kembali kepada apa yang mereka dilarang mengerjakannya, dan mereka mengadakan pembicaraan rahasia tentang dosa, permusuhan, dan kedurhakaan terhadap perintah Rasul? Apabila orang-orang Yahudi itu datang kepadamu, wahai Rasul, karena suatu urusan, mereka mengucapkan salam kepadamu dengan ucapan salam yang tidak ditentukan Allah untukmu. dengan mengucapkan: As-Sam ‘alaik. yakni semoga kematian menimpamu. Mereka mengadakan di antara mereka, “Mengapa Allah tidak menyiksa kita disebabkan apa yang kita katakan kepada Muhammad ﷺ , jika dia memang benar-benar Rasul.” Cukuplah Neraka Jahanam bagi mereka yang akan mereka masuki dan mereka rasakan panasnya. Dan neraka itu seburuk-buruk tempat kembali.

AL MUJAADILAH : 9

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا تَنَٰجَيۡتُمۡ فَلَا تَتَنَٰجَوۡاْ بِٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِ وَمَعۡصِيَتِ ٱلرَّسُولِ وَتَنَٰجَوۡاْ بِٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ٱلَّذِيٓ إِلَيۡهِ تُحۡشَرُونَ

TERJEMAH :

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan rahasia, janganlah kamu membicarakan tentang membuat dosa, permusuhan dan berbuat durhaka kepada Rasul. Dan bicarakanlah tentang membuat kebajikan dan takwa. Dan bertakwalah kepada Allah yang kepada-Nya kamu akan dikembalikan.

TAFSIR :

Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan syariat-Nya. Apabila kalian mengadakan pembicaraan rahasia di antara kalian, maka janganlah membicarakan tentang apa yang berisikan kata-kata dosa, permusuhan terhadap orang lain, atau durhaka kepada perintah Rasul. Tapi bicarakanlah tentang apa yang berisikan kebajikan, ketaatan dan kebaikan. Takutlah kepada Allah dengan melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Hanya kepada-Nyalah tempat kembali kalian dengan membawa semua perbuatan dan kata-kata kalian yang Dia perhitungkan atas kalian, serta Dia akan membalas kalian dengannya.

AL MUJAADILAH : 10

إِنَّمَا ٱلنَّجۡوَىٰ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ لِيَحۡزُنَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَيۡسَ بِضَآرِّهِمۡ شَيۡ‍ًٔا إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ

TERJEMAH :

Sesungguhnya pembicaraan rahasia itu adalah dari syaitan, supaya orang-orang yang beriman itu berduka cita, sedang pembicaraan itu tiadalah memberi mudharat sedikitpun kepada mereka, kecuali dengan izin Allah dan kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakkal.

TAFSIR :

Pembicaraan rahasia yang berisi dosa dan permusuhan itu hanyalah was-was dari setan. la menjadikannya kelihatan balk dan mendorong kepadanya. untuk memasukkan duka cita dalam hati orang-orang yang beriman. Padahal pembicaraan itu tidak merugikan orang-orang Mukmin sedikit pun kecuali dengan seizin Allah dan kehendak-Nya. Kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang Mukmin menyerahkan semua urusan mereka.

TAFSIR AL-MUYASAR SURAT AL-MUJAADILAH 6-10

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *