AL MUJAADILAH : 11

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ

TERJEMAH :

Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

TAFSIR :

Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya. Apabila diperintahkan kepada kalian agar kalian melapangkan satu sama lain di majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah memberi kelapangan kepada kalian di dunia dan akhirat. Apabila diperintahkan kepada kalian, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian berdiri dari majelis kalian karena suatu urusan yang berisikan kebaikan bagi kalian, maka berdirilah, niscaya Allah meninggikan kedudukan orang-orang yang Mukmin yang mukhlish (yang ikhlas) di antara kalian, dan meninggikan kedudukan orang-orang yang berilmu dengan derajat yang banyak dalam hal pahala dan tingkatan keridhaan. Dan Allah Maha Mengetahui perbuatan kalian, tidak ada suatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya, dan Dia membalas kalian atas perbuatan itu. Ayat ini berisikan isyarat tentang kedudukan, keutamaan, dan ketinggian derajat ulama.

ASBABUN NUZUL :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Muqatil bin Hayyan berkata, “Di antara Nabi dengan orang-orang Yahudi terjadi perjanjian damai, jika ada seorang shahabat yang melewati mereka maka mereka sating berbisik di antara mereka sehingga orang mukmin mengira bahwa mereka berbisik untuk membunuhnya atau melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan, maka Rasulullah melarang mereka berbisik-bisik tetapi mereka tidak menggubrisnya, maka Allah menurunkan, “Apakah tidak kamu perhatikan orang-orang yang telah dilarang mengadakan pembicaraan rahasia….” Ayat 8. Ibnu Jarir meriwayatkan dari Qatadahberkata, “Orang-orang munafik berbicara secara rahasia di antara mereka, hal ini membuat marah orang-orang mukmin dan dirasa berat oleh mereka, maka Allah menurunkan, “Sesungguhniia pembicaraan rahasia itu adalah dari setan…” Ayat 10. Dia juga meriwayatkan darinya berkata, “Jika mereka melihat seseorang datang maka mereka tidak ingin memberikan majlisnya di sisi Rasulullah maka turun, “Hai orang-orang beriman apabila kamu dikatakan kepadamu, berlapang-lapanglah dalam inajlis…” Ayat 11.

AL MUJAADILAH : 12

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا نَٰجَيۡتُمُ ٱلرَّسُولَ فَقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيۡ نَجۡوَىٰكُمۡ صَدَقَةٗۚ ذَٰلِكَ خَيۡرٞ لَّكُمۡ وَأَطۡهَرُۚ فَإِن لَّمۡ تَجِدُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٞ رَّحِيمٌ

TERJEMAH :

Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepada orang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akan disedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

TAFSIR :

Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengamalkan syariat-Nya. Apabila kalian hendak mengadakan pembicaraan rahasia dengan Rasulullah ﷺ maka sebelum itu, hendaklah kalian mengeluarkan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan. Hal itu lebih balk bagi kalian, karena berisikan pahala, dan lebih bersih bagi hati kalian dari dosa. Jika kalian tidak memperoleh apa yang dapat kalian sedekahkan, maka tiada dosa atas kalian. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi para hamba-Nya lagi Maha Penyayang kepada kalian.

AL MUJAADILAH : 13

ءَأَشۡفَقۡتُمۡ أَن تُقَدِّمُواْ بَيۡنَ يَدَيۡ نَجۡوَىٰكُمۡ صَدَقَٰتٖۚ فَإِذۡ لَمۡ تَفۡعَلُواْ وَتَابَ ٱللَّهُ عَلَيۡكُمۡ فَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُواْ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥۚ وَٱللَّهُ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ

TERJEMAH :

Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

TAFSIR :

Apakah kalian takut fakir, jika kalian memberikan sedekah sebelum melakukan pembicaraan rahasia dengan Rasulullah? Jika kalian tidak melakukan apa yang diperintahkan kepada kalian, dan Allah telah memberi taubat kepada kalian dan memberi keringanan kepada kalian untuk tidak melakukannya, maka tetaplah dan selalulah mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menaati Allah serta Rasul-Nya dalam segala yang diperintahkan kepada kalian. Dan Allah Maha Mengetahui perbuatan kalian dan membalas kalian atas perbuatan itu.

AL MUJAADILAH : 14

أَلَمۡ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ تَوَلَّوۡاْ قَوۡمًا غَضِبَ ٱللَّهُ عَلَيۡهِم مَّا هُم مِّنكُمۡ وَلَا مِنۡهُمۡ وَيَحۡلِفُونَ عَلَى ٱلۡكَذِبِ وَهُمۡ يَعۡلَمُونَ

TERJEMAH :

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? Orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. Dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui.

TAFSIR :

Tidakkah kamu perhatikan orang-orang munafik yang menjadikan kaum Yahudi sebagai teman dan mencintai mereka? Sebenarnya orang-orang munafik itu bukan termasuk golongan kaum muslimin dan bukan pula termasuk golongan kaum Yahudi. Mereka bersumpah secara dusta bahwa mereka adalah orang-orang Muslim dan bahwa engkau adalah utusan Allah, sedang mereka mengetahui bahwa mereka berdusta dalam sumpah mereka.

AL MUJAADILAH : 15

أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمۡ عَذَابٗا شَدِيدًاۖ إِنَّهُمۡ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ

TERJEMAH :

Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, sesungguhnya amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan

TAFSIR :

Allah telah menyediakan bagi orang-orang munafik adzab yang sangat keras dan sesungguhnya amat buruk apa yang mereka lakukan berupa kemunafikan dan bersumpah atas kedustaan.

TAFSIR AL-MUYASAR SURAT AL-MUJAADILAH 11-15

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *