AL-MUJAADILAH : 1

قَدۡ سَمِعَ ٱللَّهُ قَوۡلَ ٱلَّتِي تُجَٰدِلُكَ فِي زَوۡجِهَا وَتَشۡتَكِيٓ إِلَى ٱللَّهِ وَٱللَّهُ يَسۡمَعُ تَحَاوُرَكُمَآۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعُۢ بَصِيرٌ

TERJEMAH :

Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

TAFSIR :

Sesungguhnya Allah telah mendengar ucapan Khaulah binti Tsa’labah yang meng-ajukan gugatan kepadamu perihal suaminya, Aus bin ash-Shamit, dan perihal zhihar yang diucapkan suaminya menyangkut dirinya, yaitu suaminya mengatakan kepadanya, “Engkau bagiku laksana punggung ibuku,” yakni dalam hal keharaman menikah. la mengadukan perihalnya kepada Allah, agar dilapangkan kesulitannya. Allah mendengar perbincangan dan soal jawab kalian berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar segala ucapan lagi Maha Melihat segala sesuatu, tidak ada suatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

AL-MUJAADILAH : 2

ٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِنكُم مِّن نِّسَآئِهِم مَّا هُنَّ أُمَّهَٰتِهِمۡۖ إِنۡ أُمَّهَٰتُهُمۡ إِلَّا ٱلَّٰٓـِٔي وَلَدۡنَهُمۡۚ وَإِنَّهُمۡ لَيَقُولُونَ مُنكَرٗا مِّنَ ٱلۡقَوۡلِ وَزُورٗاۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَعَفُوٌّ غَفُورٞ

TERJEMAH :

Orang-orang yang menzhihar isterinya di antara kamu, (menganggap isterinya sebagai ibunya, padahal) tiadalah isteri mereka itu ibu mereka. Ibu-ibu mereka tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Dan sesungguhnya mereka sungguh-sungguh mengucapkan suatu perkataan mungkar dan dusta. Dan sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

TAFSIR :

Orang-orang yang menzhihar istrinya di antara kalian, yaitu seorang laki-laki dari mereka mengatakan kepada isterinya, “Engkau bagiku laksana punggung ibuku,”— yakni dalam hal keharaman menikah—berarti mereka telah bermaksiat kepada Allah dan menyelisihi syariat. Padahal istri mereka itu sebenarnya bukanlah ibu mereka. la hanyalah istri mereka, sedangkan ibu tidak lain hanyalah wanita yang melahirkan mereka. Sesungguhnya orang-orang yang menzhihar itu benar-benar mengucapkan perkataan dusta lagi mungkar yang tidak diketahui kebenarannya. Sesung-guhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun kepada orang yang pernah melakukan sebagian pelanggaran, lalu is ber-taubat nasuha darinya.

AL-MUJAADILAH : 3

وَٱلَّذِينَ يُظَٰهِرُونَ مِن نِّسَآئِهِمۡ ثُمَّ يَعُودُونَ لِمَا قَالُواْ فَتَحۡرِيرُ رَقَبَةٖ مِّن قَبۡلِ أَن يَتَمَآسَّاۚ ذَٰلِكُمۡ تُوعَظُونَ بِهِۦۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ

TERJEMAH :

Orang-orang yang menzhihar isteri mereka, kemudian mereka hendak menarik kembali apa yang mereka ucapkan, maka (wajib atasnya) memerdekakan seorang budak sebelum kedua suami isteri itu bercampur. Demikianlah yang diajarkan kepada kamu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

TAFSIR :

Orang-orang yang mengharamkan istri mereka atas diri mereka, dengan menzhiharnya, kemudian mereka menarik kembali UCapan mereka dan berkeinginan untuk menyetubuhi istri mereka. make suami yang menzhihar—dalam kondisi ini—wajib membayar kafarat pengharaman (zhihar) itu, yaitu memerdekakan seorang budak beriman, baik laki-laki maupun perempuan, sebelum ia menyetubuhi istrinya yang dizhiharnya itu. Demikianlah hukum Allah—berkenaan dengan orang yang men-zhihar istrinya—yang diajarkan kepada kalian, wahai orang-orang yang beriman, agar kalian tidak terjermus dalam zhihar dan kata-kata dusta, dan kalian membayar kafarat jika kalian terjerumus di dalamnya, serta agar kalian tidak mengulanginya lagi. Allah Maha Mengetahui, tidak ada suatu pun dari perbuatan kalian yang luput dari pengetahuan-Nya, dan Dia memberi balasan kepada kalian atas perbuatan tersebut.

AL-MUJAADILAH : 4

فَمَن لَّمۡ يَجِدۡ فَصِيَامُ شَهۡرَيۡنِ مُتَتَابِعَيۡنِ مِن قَبۡلِ أَن يَتَمَآسَّاۖ فَمَن لَّمۡ يَسۡتَطِعۡ فَإِطۡعَامُ سِتِّينَ مِسۡكِينٗاۚ ذَٰلِكَ لِتُؤۡمِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦۚ وَتِلۡكَ حُدُودُ ٱللَّهِۗ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٌ

TERJEMAH :

Barangsiapa yang tidak mendapatkan (budak), maka (wajib atasnya) berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum keduanya bercampur. Maka siapa yang tidak kuasa (wajiblah atasnya) memberi makan enam puluh orang miskin. Demikianlah supaya kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan itulah hukum-hukum Allah, dan bagi orang kafir ada siksaan yang sangat pedih.

TAFSIR :

Barangsiapa yang tidak mendapatkan budak untuk dimerdekakannya. maka ia wajib berpuasa dua bulan berturut-turut sebelum menyetubuhi istrinya. Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa dua bulan berturut-turut karena suatu udzur syar’i, maka is wajib memberi makan enam puluh orang miskin, yaitu orang-orang yang tidak memiliki apa yang mencukupi dan menutupi kebutuhan yang mengenyangkan mereka. Apa yang Kami jelaskan kepada kalian berupa hukum-hukum zhihar, dengan tujuan agar kalian percaya kepada Allah, mengikuti Rasul-Nya, mengamalkan apa yang disyariatkan Allah, dan meninggalkan kebiasaan kalian semasa jahiliyah. Hukum-hukum yang telah disebutkan itu adalah perintah-perintah dan ketentuan-ketentuan Allah, maka janganlah kalian melanggarnya. Dan bagi orang-orang yang mengingkari terdapat adzab yang sangat pedih.

AL-MUJAADILAH : 5

إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحَآدُّونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ كُبِتُواْ كَمَا كُبِتَ ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِهِمۡۚ وَقَدۡ أَنزَلۡنَآ ءَايَٰتِۢ بَيِّنَٰتٖۚ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٞ مُّهِينٞ

TERJEMAH :

Sesungguhnya orang-orang yang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, pasti mendapat kehinaan sebagaimana orang-orang yang sebelum mereka telah mendapat kehinaan. Sesungguhnya Kami telah menurunkan bukti-bukti nyata. Dan bagi orang-orang kafir ada siksa yang menghinakan.

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya serta menyelisihi perintah keduanya, mereka ditelantarkan dan dihinakan, sebagaimana dihinakannya orang-orang sebelum mereka dari umat-umat yang telah menentang Allah dan Rasul-rasul-Nya. Sesungguhnya Kami telah menurunkan ayat-ayat yang jelas keterangannya yang menunjukkan bahwa syariat Allah dan keten-tuan-Nya adalah benar. Dan orang-orang yang mengingkari ayat-ayat tersebut akan mendapatkan adzab yang menghinakan di Jahanam.

TAFSIR AL-MUYASAR SURAT AL-MUJAADILAH 1-5

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *