AL-HUJURAAT : 1-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

TERJEMAH :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasulnya [1408] dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


[1408] Maksudnya orang-orang mu’min tidak boleh menetapkan sesuatu hukum, sebelum ada ketetapan dari Allah dan RasulNya.

TAFSIR :

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, janganlah kalian memutuskan satu perkara pun dari syariat agama kalian dengan tanpa didasarkan pada ajaran Allah dan Rasul-Nya, sehingga kalian mengada-adakan perkara baru (Bid’ah). Takutlah kepada Allah dalam ucapan dan perbuatan kalian, jangan sampai menyelisihi perintah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar ucapan kalian, lagi Maha Mengetahui niat dan perbuatan kalian. Di dalamnya berisi peringatan terhadap orang-orang Mukmin agar tidak mengada-adakan perkara baru (bid’ah) dalam agama, atau menetapkan syariat yang tidak diizinkan oleh Allah.

ASBABUN NUZUL :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului…” Ayat 1. Al-Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari jalan ibnu juraij dari Ibnu Abu Mulaikah bahwa Abdullah bin az-Zubair mengabarkan kepadamya bahwa delegasi dari Bani Tamim datang kepada Rasulullah ﷺ. Abu Bakar  berkata, “angkat al-Qa’qa’ bin Ma’bad sebagai amir.” Umar berkata, “Bukan, akan tetapi al-Aqra’ bin Habis.” Abu Bakar berkata, “Kamu hanya ingin menyelisihiku.” Umar berkata, “Aku tidak ingin menyelisihmu.” Maka keduanya berselisih sampai keduanya bersuara keras. Maka tentang hal itu turun firman Allah, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya…” sampai kepada, “Seandainya mereka bersabar….” Ayat 1-5.

AL-HUJURAAT : 2-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَرْفَعُوا أَصْوَاتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ النَّبِيِّ وَلَا تَجْهَرُوا لَهُ بِالْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَالُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ

TERJEMAH :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus (pahala) amalanmu [1409], sedangkan kamu tidak menyadari.


[1409] Meninggikan suara lebih dari suara Nabi atau bicara keras terhadap Nabi adalah suatu perbuatan yang menyakiti Nabi. Karena itu terlarang melakukannya dan menyebabkan hapusnya amal perbuatan.

TAFSIR :

Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta mengerjakan syariat-Nya, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi ketika berbicara dengannya, dan janganlah memanggilnya dengan suara keras sebagaimana sebagian dari kalian mengeraskan suara kepada sebagian yang lain. istimewakanlah dia dalam bercakap-cakap dengannya, sebagaimana dia diistimewakan dari selainnya dalam hal dipilihnya dia untuk mengemban risalah Rabbnya. Dan wajib beriman kepadanya, mencintainya, menaatinya dan meneladaninya; karena dikhawatirkan pahala amalan kalian hilang sedangkan tidak menyadari merasakan hal itu.

ASBABUN NUZUL :

Dia juga meriwayatkan dari Muhammad bin Tsabit bin Qais bin Syammas berkata, “Ketika turun ayat ini, “Janganlah kamu meninggikan suaramumelebihi suaramu melebihi suara Nabi….” Ayat 2, Tsabit bin Qais duduk di jalan menangis. Maka ‘Ashim bin Adi al-Ijlan melewatinya, dia berkata, “Mengapa kamu menangis?” Dia berkata, “Ayat ini, aku khawatir ia turun padaku. Aku adalah adalah orang yang bersuara keras dan lantang.” Maka Ashim melaporkannya kepada Rasulullah ﷺ, beliau memanggilnya, maka beliau bersabda, “Apakah kamu tidak rela hidup dengan terpuji, terbunuh sebagai syahid dan masuk syurga ?” dia menjawawb, “Aku rela, aku tidak akan mengangkat suaraku selama-lamanya di atas suara Rasulullah ﷺ.” Maka Allah menurunkan ayat , “Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya…” Ayat 3.

AL-HUJURAAT : 3-

إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِندَ رَسُولِ اللَّهِ أُوْلَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ

TERJEMAH :

Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah mereka itulah orang-orang yang telah diuji hati mereka oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suara mereka di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang hati mereka telah diuji oleh Allah dan dimurnikan-Nya untuk bertakwa kepada-Nya. Mereka mendapatkan dari Allah ampunan bagi dosa-dosa mereka dan pahala yang banyak, yaitu syurga.

AL-HUJURAAT : 4-

إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِن وَرَاء الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

TERJEMAH :

Sesungguhnya orang-orang yang memanggil kamu dari luar kamar(mu) kebanyakan mereka tidak mengerti.

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu, wahai Nabi, dari luar kamarmu dengan suara keras, kebanyakan mereka tidak memiliki akal yang bisa mendorong mereka untuk beradab yang baik bersama Rasulullah ﷺ dan menghormatinya.

ASBABUN NUZUL :

Dia juga meriwayatkan dari Muhammad bin Tsabit bin Qais bin Syammas berkata, “Ketika turun ayat ini, “Janganlah kamu meninggikan suaramumelebihi suaramu melebihi suara Nabi….” Ayat 2, Tsabit bin Qais duduk di jalan menangis. Maka ‘Ashim bin Adi al-Ijlan melewatinya, dia berkata, “Mengapa kamu menangis?” Dia berkata, “Ayat ini, aku khawatir ia turun padaku. Aku adalah adalah orang yang bersuara keras dan lantang.” Maka Ashim melaporkannyakepada Rasulullah ﷺ, beliau memanggilnya, maka beliau bersabda, “Apakah kamu tidak rrela hidup dengan terpuji, terbunuh sebagai syahid dan masuk syurga ?” dia menjawawb, “Aku rela, aki tidak akan mengangkat suaraku selama-lamanya di atas suara Rasulullah ﷺ.” Maka Allah menurunkan ayat , “Sesungguhnya orang yang merendahkan suaranya…” Ayat 3.

AL-HUJURAAT : 5-

وَلَوْ أَنَّهُمْ صَبَرُوا حَتَّى تَخْرُجَ إِلَيْهِمْ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

TERJEMAH :

Dan kalau sekiranya mereka bersabar sampai kamu keluar menemui mereka sesungguhnya itu lebih baik bagi mereka, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

TAFSIR :

Sekiranya mereka bersabar hingga kamu keluar menemui mereka, niscaya itu adalah lebih baik bagi mereka di sisi Allah, karena Allah telah memerintahkan mereka supaya menghormatimu. Dan Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa dan ketidak sopanan yang terlahir dari mereka karena kejahilan, Lagi Maha Penyayang kepada mereka di mana Dia tidak menyegerakan hukuman kepada mereka.

TAFSIR AL-MUYASAR SURAT AL-HUJURAAT 1-5
share

Tinggalkan Balasan

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*