AL-FATH : 26-

إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَى وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

TERJEMAH :

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan (yaitu) kesombongan jahiliyah lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya, dan kepada orang-orang mu’min dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat-takwa [1405] dan adalah mereka berhak dengan kalimat takwa itu dan patut memilikinya. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.


[1405] “Kalimat” takwa ialah kalimat tauhid dan memurnikan keta’atan kepada Allah.

TAFSIR :

Ketika orang-orang kafir menanamkan dalam hati mereka kesombongan, yaitu kesombongan jahiliyah, agar mereka tidak mengakui risalah Muhammad ﷺ di antaranya mereka menolak menuliskan dalam perjanjian Hudaibiyah lafal “bismillah ar-rahman ar-rahim”, dan menolak menuliskan “inilah yang ditetapkan Muhammad Rasulullah”. Lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang Mukmin yang bersamanya, dan Allah mewajibkan kepada mereka kalimat “laa ilaha illahllah” yang notabene adalah pokok segala ketakwaaan. Rasul ﷺ dan orang-orang mukmin yang menyertainya itu lebih berhak dengan kalimat takwa daripada orang-orang musyrik. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang luput dari pengetahuan-Nya.

AL-FATH : 27-

لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِن شَاء اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُؤُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِن دُونِ ذَلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

TERJEMAH :

Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rasul-Nya, tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat [1406].


[1406] Selang beberapa lama sebelum terjadi “Perdamaian Hudaibiyah” Nabi Muhammad r bermimpi bahwa beliau bersama para sahabatnya memasuki kota Mekah dan Masjidil Haram dalam keadaan sebahagian mereka bercukur rambut dan sebahagian lagi bergunting. Nabi mengatakan bahwa mimpi beliau itu akan terjadi nanti. Kemudian berita ini tersiar di kalangan kaum muslim, orang-orang munafik, orang-orang Yahudi dan Nasrani. Setelah terjadi perdamaian Hudaibiyah dan kaum muslimin waktu itu tidak sampai memasuki Mekah maka orang-orang munafik memperolok-olokkan Nabi dan menyatakan bahwa mimpi Nabi yang dikatakan beliau pasti akan terjadi itu adalah bohong belaka. Maka turunlah ayat ini yang menyatakan bahwa mimpi Nabi itu pasti akan menjadi kenyataan di tahun yang akan datang. Dan sebelum itu dalam waktu yang dekat Nabi akan menaklukkan kota Khaibar. Andaikata pada tahun terjadinya Perdamaian Hudaibiyah itu kaum muslim memasuki kota Mekah, maka dikhawatirkan keselamatan orang-orang yang menyembunyikan imannya yang berada dalam kota Mekah waktu itu.

TAFSIR :

Sesungguhnya Allah telah membuktikan kepada Rasul-Nya, Muhammad ﷺ, tentang kebenaran mimpi yang diperlihatkan-Nya kepadanya dengan sebenarnya, yaitu sungguh kamu dan para sahabatmu akan memasuki Baitullah al-Haram dalam keadaan aman, tanpa takut terhadap orang-orang musyrik, dengan mencukur habis rambut kepala kalian dan memendekkannya. Allah mengetahui kebaikan dan kemaslahatan – dalam hal kepulangan kalian dari Makkah pada tahun kalian itu (tahun Hudaibiyah) dan masuknya kalian ke dalamnya setelahnya – apa yang tiada kalian ketahui, kemenangan yang dekat, yaitu perjanjian Hudaibiyah dan penaklukan Khaibar.

AL-FATH : 28-

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَكَفَى بِاللَّهِ شَهِيدًا

TERJEMAH :

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.

TAFSIR :

Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya, Muhammad ﷺ, dengan membawa keterangan yang jelas dan agama islam, agar Dia memenangkannya terhadap semua agama. Dan cukuplah bagimu, wahai Rasul, Allah sebagai saksi bahwa Dia menolongmu dan memenangkam agamamu atas semua agama.

AL-FATH : 29-

مُّحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاء عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاء بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ذَلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ كَزَرْعٍ أَخْرَجَ شَطْأَهُ فَآزَرَهُ فَاسْتَغْلَظَ فَاسْتَوَى عَلَى سُوقِهِ يُعْجِبُ الزُّرَّاعَ لِيَغِيظَ بِهِمُ الْكُفَّارَ وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ مِنْهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

TERJEMAH :

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud [1407]. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam- penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mu’min). Allah menjanjikan kepada orang- orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar.


[1407] Maksudnya: pada air muka mereka kelihatan keimanan dan kesucian hati mereka.

TAFSIR :

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersamanya yang mengikuti agamanya adalah sangat keras terhadap orang-orang kafir, berkasih sayang dengan sesama mereka. Engkau lihat mereka ruku’ dan sujud karena Allah dalam shalat mereka, seraya berharap Rabb mereka memberi karunia kepada mereka, lalu memasukkan mereka ke dalam syurga dan meridhai mereka. Tanda ketaatan mereka kepada Allah tampak pada wajah mereka dari bekas sujud dan ibadah. Demikianlah sifat mereka dalam Taurat. Sedangkan sifat mereka dalam injil, ialah seperti sifat tanaman yang mengeluarkan batang dan dahannya, kemudian dahan-dahannya menjadi banyak setelah itu dan tanaman itu jadi kuat, lalu ia menjadi kuat dan tegak lurus di  atas pokoknya dalam keadaan dipandang, yang menyenangkan hati penanam-penanamnya; karena Allah bermaksud menjengkelkan hati orang-orang kafir, dengan banyaknya orang-orang mukmin dan penampilan mereka yang menawan. Di dalamnya terdapat dalil atas kekafiran orang yang membenci para sahabat; karena orang yang dijadikan jengkel oleh Allah lewat para sahabat, berarti dalam dirinya terdapat sesuatu yang menyebabkan dimurkai, yaitu kekafiran. Allah menjanjikan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, serta mengerjakan apa yang diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang Dia larang kepada mereka, ampun bagi dosa-dosa mereka dan pahala yang banyak yang tiada putus-putusnya, yaitu syurga. Janji Allah itu benar tidak akan diselisihi. Semua orang yang mengikuti jejak para sahabat, maka ia sidentik dengan mereka dalam hal berhak mendapatkan ampunan dan pahala yang besar. Namun para sahabat radhiallahu ‘anhu memiliki keutamaan, sabq (lebih dahulu beriman), dan kesempurnaan yang tidak akan pernah bisa disamai oleh seorang pun dari umat ini. Semoga Allah meridhai mereka dan menjadikan mereka ridha.

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Fath 26-29
share

Tinggalkan Balasan

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*