AL-FATH : 6-

وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ وَسَاءتْ مَصِيرًا

TERJEMAH :

dan supaya Dia mengazab orang-orang munafik laki-laki dan perempuan dan orang-orang musyrik laki-laki dan perempuan yang mereka itu berprasangka buruk terhadap Allah. Mereka akan mendapat giliran (kebinasaan) yang amat buruk dan Allah memurkai dan mengutuk mereka serta menyediakan bagi mereka neraka Jahannam. Dan (neraka Jahannam) itulah sejahat-jahat tempat kembali.

TAFSIR :

Allah mengadzab orang-orang munafik, baik laki-laki maupun perempuan, yang berprasangka buruk kepada Allah bahwa Dia tidak akan menolong Nabi-Nya berikut orang-orang mukmin Yang menyertainya atas musuh-musuh mereka, dan tidak akan menolong agama-Nya, mereka akan mendapatkan giliran adzab dan segala yang menyakiti mereka, Allah murka pada mereka, mengusir mereka dari rahmat-Nya, dan menyediakan bagi mereka Neraka Jahannam itulah seburuk-buruk tempat kembali mereka.

AL-FATH : 7-

وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا

TERJEMAH :

Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi [1396]. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.


[1396] Lihat not 1395.

TAFSIR :

Kepunyaan Allah-lah tentara-tentara langit dan bumi. Dengan merekalah Dia membela para hamba-Nya yang beriman. Dan Allah Mehaperkasa atas makhluk-Nya. Lagi Maha Bijaksana dalam mengatur urusan-urusan mereka.

AL-FATH : 8-

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

TERJEMAH :

Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan,

TAFSIR :

Sesungguhnya Kami mengutus kamu, wahai Rasul, sebagai saksi atas umatmu untuk menyampaikan, menjelaskan risalah yang karenanya Kami mengutusmu kepada mereka, menyampaikan berita gembira kepada siapa yang taat kepadamu dengan syurga, dan memberi peringatan kepada siapa yang durhaka kepadamu dengan adzab yang disegerakan dan yang ditunda;

AL-FATH : 9-

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

TERJEMAH :

supaya kamu sekalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menguatkan (agama)Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

TAFSIR :

supaya kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, menolong agama-Nya, mengagungkan-Nya, dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang.

AL-FATH : 10-

إِنَّ الَّذِينَ يُبَايِعُونَكَ إِنَّمَا يُبَايِعُونَ اللَّهَ يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ فَمَن نَّكَثَ فَإِنَّمَا يَنكُثُ عَلَى نَفْسِهِ وَمَنْ أَوْفَى بِمَا عَاهَدَ عَلَيْهُ اللَّهَ فَسَيُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا

TERJEMAH :

Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah [1397]. Tangan Allah di atas tangan mereka [1398], maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.


[1397] Pada bulan Dzulkaedah tahun keenam Hijriyyah Nabi Muhammad r beserta pengikut-pengikutnya hendak mengunjungi Mekkah untuk melakukan ‘umrah dan melihat keluarga-keluarga mereka yang telah lama ditinggalkan. Sesampai di Hudaibiyah beliau berhenti dan mengutus Utsman bin Affan lebih dahulu ke Mekah untuk menyampaikan maksud kedatangan beliau dan kamu muslimin. Mereka menanti-nanti kembalinya Utsman, tetapi tidak juga datang karena Utsman ditahan oleh kaum musyrikin kemudian tersiar lagi kabar bahwa Utsman telah dibunuh. Karena itu Nabi menganjurkan agar kamu muslimin melakukan bai’ah (janji setia) kepada beliau. Merekapun mengadakan janji setia kepada Nabi dan mereka akan memerangi kamu Quraisy bersama Nabi sampai kemenangan tercapai. Perjanjian setia ini telah diridhai Allah sebagaimana tersebut dalam ayat 18 surat ini, karena itu disebut “Bai’atur Ridwan”. Bai’atur Ridwan ini menggetarkan kaum musyrikin, sehingga mereka melepaskan Utsman dan mengirim utusan untuk mengadakan perjanjian damai dengan kaum muslimin. Perjanjian ini terkenal dengan “Shulhul Hudaibiyah”.
[1398] Orang yang berjanji setia biasanya berjabatan tangan. Caranya berjanji setia dengan Rasul ialah meletakkan tangan Rasul di atas tangan orang yang berjanji itu. Jadi maksud tangan Allah di atas mereka ialah untuk menyatakan bahwa berjanji dengan Rasulullah sama dengan berjanji dengan Allah. Jadi seakan-akan Allah di atas tangan orang-orang yang berjanji itu. Hendaklah diperhatikan bahwa Allah Maha Suci dari segala sifat-sifat yang menyerupai makhluknya.

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu, wahai Nabi, dalam perjanjian hudaibiyah atas perkara pereang, sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah dan mengadakan akad besama-Nya karena mengharapkan syurga dan keridhaan-Nya. Tangan Allah di atas tangan mereka. Dia bersama mereka mendengar kata-kata mereka, melihat tempat mereka, danmengetahui jiwa raga mereka, barang siapa melanggar janjinya, maka akibat buruk dari melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri. Sebaliknya, barang siapa menepati janjinya kepada Allah, yaitu bersabar ketika menghadapi musuh di jalan Allah dan membela Nabi-Nya, Muhammad ﷺ, maka Allah akan memberinya pahala yang besar, yaitu syurga. Ayat ini berisi penetapan sifat tangan bagi Allah yang selaras dengan keagunyan_nya tanpa tasybih (menyerupakan dengan makhluk-Nya) dan takyif (menanyakan hakikatnya).

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Fath 6-10
share

Tinggalkan Balasan

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*