AL-AHQAAF: 16-

أُوْلَئِكَ الَّذِينَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ أَحْسَنَ مَا عَمِلُوا وَنَتَجاوَزُ عَن سَيِّئَاتِهِمْ فِي أَصْحَابِ الْجَنَّةِ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

TERJEMAH :

Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan- kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.

TAFSIR :

Mereka itulah orang-oang yang kami terima dari mereka sebaik-baik apa yang mereka lakukan berupa amal-amal shalih, dan kami bebaskan kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga. Janji yang telah kami janjikan ini adalah janji yang benar yang tidak diragukan lagi.

AL-AHQAAF: 17-

وَالَّذِي قَالَ لِوَالِدَيْهِ أُفٍّ لَّكُمَا أَتَعِدَانِنِي أَنْ أُخْرَجَ وَقَدْ خَلَتْ الْقُرُونُ مِن قَبْلِي وَهُمَا يَسْتَغِيثَانِ اللَّهَ وَيْلَكَ آمِنْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ فَيَقُولُ مَا هَذَا إِلَّا أَسَاطِيرُ الْأَوَّلِينَ

TERJEMAH :

Dan orang yang berkata kepada dua orang ibu bapaknya: “Cis bagi kamu keduanya, apakah kamu keduanya memperingatkan kepadaku bahwa aku akan dibangkitkan, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku? lalu kedua ibu bapaknya itu memohon pertolongan kepada Allah seraya mengatakan: “Celaka kamu, berimanlah! Sesungguhnya janji Allah adalah benar”. Lalu dia berkata: “Ini tidak lain hanyalah dongengan orang-orang dahulu belaka”.

TAFSIR :

Orang-orang yang berkata kepada kedua orang tuanya, ketika keduanya mengajaknya supaya beriman kepada Allah dan mengakui adanay kebangkitan, “keburukan bagi kalian berdua, apakah memperingatkan kepadaku bahwa kau akan dari kuburku dalam keadaan hidup, padahal sungguh telah berlalu beberapa umat sebelumku,lalu mereka binasa dan tidak seorang pun dari mereka yang dibangkitkan?”. Kedua orang tuanya memohon kepada Allah supaya memberi hidayah kepadanya seraya mengatakan, “ celaka kamu, berimanlah, benarkanlah,  dan beramal shalihlah. Sesungguhnya janji Allah tentang kebangkitan itu adalah benar tiada keraguan didalamnya. “Ia berkata kepada keduanya, “Apa yang yang lakian katakan ini tidak lain hanyalah dongengan batil orang-orang terdahulu yang dinukil dari kitab-kitab mereka.”

Asbabun Nuzul

Abu Hatim meriwayatkan dari As-Suddi berkata, “ayat ini turun, “Dan orang yang berkata kepada dua ibu bapaknya, ‘Ah…ayat 17. Pada Abdurrahman bin Abu Bakar. Dia berkata kepada bapak ibunya yang telahmasuk Islam. Sementara dia tidak mau masuk Islam, bapak ibunya memerintahkannya agar masuk Islam namun dia menolak dan mendustakan keduanya, dia berkata, “Dimana fulan, dimana fulan.” Maksudnya adalah para pembesar Quraisy yang telah mati. Kemudian setelah itu dia masuk Islam dan islamnya baik, maka taubatnya turun dalam ayat ini, “Masing-masing mendapatkan derajat sesuai dengan perbuatannya…” ayat 19. Ibnu Jarir meriwayatkan senada dari jalan Aufi dari Ibnu ‘Abbas.

AL-AHQAAF: 18-

أُوْلَئِكَ الَّذِينَ حَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِم مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ

TERJEMAH :

Mereka itulah orang-orang yang telah pasti ketetapan (azab) atas mereka bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari jin dan manusia. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang merugi.

TAFSIR :

orang-orang yang demikian sifat mereka itulah orang-orang yang pasti mendapatkan adzab Allah. Mereka mendapatkan hukuman dan murka dari-Nya bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka dari bangsa jin dan manusia atas kekafiran dan perndustaan mereka. Sesungguhnya merekal itulah orang-orang yang merugi, karena mereka menukar petunjuk dengan kesesatan, kenikmatan dengan adzab.

AL-AHQAAF: 19-

وَلِكُلٍّ دَرَجَاتٌ مِّمَّا عَمِلُوا وَلِيُوَفِّيَهُمْ أَعْمَالَهُمْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

TERJEMAH :

Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan.

TAFSIR :

Masing-masing golongan dari ahli kebajikan dan ahli keburukan memiliki derajat-derajat yang berbeda di sisi Allah pada Hari Kiamat, sesuai amalan yang telah mereka kerejakan di dunia. Masing-masing sesuai derajatnya. Dan agar Allah menyempurnakan bagi mereka balasan amal amal perbuatan mereka sedang mereka tidak didzalimi dengan menambah keburukan mereka atau mengurangi kebajikan mereka.

AL-AHQAAF: 20-

وَيَوْمَ يُعْرَضُ الَّذِينَ كَفَرُوا عَلَى النَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَاتِكُمْ فِي حَيَاتِكُمُ الدُّنْيَا وَاسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَالْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِي الْأَرْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ

TERJEMAH :

Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): “Kamu telah menghabiskan rezkimu yang baik dalam kehidupan duniawimu (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalasi dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik”.

TAFSIR :

Pada hari ketika orang-orang kafir dihadapkan ke neraka untuk diadzab, maka dikatakan kepada mereka sebagai bentuk celaan, “Sungguh kalian telah menghabiskan rizki kalian yang baik-baik dalam kehidupan duniawi kalian saja dan kalian telah bersenang-senang dengannya, maka pada hari ini, wahai orang-orang kafir, kalian akan diberi balasan dengan adzab yang menghinakan di neraka, karena kalian telah menyombongkan diri di muka bumi dengan tanpa hak, dan karena kalian telah keluar dari ketaatan kepada Allah.

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ahqaaf 16-20
share

Tinggalkan Balasan

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*