AL-AHQAAF: 11-

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا لَوْ كَانَ خَيْرًا مَّا سَبَقُونَا إِلَيْهِ وَإِذْ لَمْ يَهْتَدُوا بِهِ فَسَيَقُولُونَ هَذَا إِفْكٌ قَدِيمٌ

TERJEMAH :

Dan orang-orang kafir berkata kepada orang-orang yang beriman: “Kalau sekiranya di (Al Qur’an) adalah suatu yang baik, tentulah mereka tiada mendahului kami (beriman) kepadanya [1388]. Dan karena mereka tidak mendapat petunjuk dengannya maka mereka akan berkata: “Ini adalah dusta yang lama”.


[1388] Maksud ayat ini ialah bahwa orang-orang kafir itu mengejek orang-orang Islam dengan mengatakan: “Kalau sekiranya Al Qur’an ini benar tentu kami lebih dahulu beriman kepadanya daripada mereka orang-orang miskin dan lemah itu seperti Bilal, ‘Ammar, Suhaib, Habbab.

TAFSIR :

orang-orang yang mengingkari kenabian Muhammad ﷺ berkata kepada orang-orang yang beriman, “seandainya keimanan kalian kepada Muhammad atas ajaran yang dibawanya itu adalah suatu yang baik, tentulah kalian tidak mendahului kami beriman kepadanya. Ketika mereka tidak mendapat petunjuk dengan al-Qur’an dan tidak bisa mengambil mannfaat dari kebenaran yang terdapat didalamnya, niscaya mereka berkata, “ini adalah kedustaan, yang diambil dari orang-orang terdahulu.”

Asbabun Nuzul

                Dia juga meriwayatkan dari Qatadah berkata, “Beberapa orang musyrik berkata, “kami lebih mulia, kami dan kami. Kalau ia baik niscaya kami tidak akan didahului oleh fulan dan fulan.” Maka turun ayat, “Dan orang-orang kafir berkata…” Ayat 11.

AL-AHQAAF: 12-

وَمِن قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَى إِمَامًا وَرَحْمَةً وَهَذَا كِتَابٌ مُّصَدِّقٌ لِّسَانًا عَرَبِيًّا لِّيُنذِرَ الَّذِينَ ظَلَمُوا وَبُشْرَى لِلْمُحْسِنِينَ

TERJEMAH :

Dan sebelum Al Qur’an itu telah ada kitab Musa sebagai petunjuk dan rahmat. Dan ini (Al Qur’an) adalah kitab yang membenarkannya dalam bahasa Arab untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang zalim dan memberi kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.

TAFSIR :

Sebelum al-Qur’an ini kami telah menurunkan taurat sebagai imam (petunjuk) bagi Bani Israil yang mereka ikuti sebagai rahmat bagi siapa yang beriman kepadanya dan mengamalkannya. Al-Quran ini adalah kitab yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya, yang kami turunkan dengan bahasa arab, untuk memberi peringatan kepada orang-orang yang mendzolimi diri mereka sendiri dengan kekafiran dan kemaksiatan, dan sebagai kabar gembira bagi orang-orang yang menaati Allah, lalu mereka berbuat baik dalam keimanan dan ketaatan mereka didunia.

AL-AHQAAF: 13-

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

TERJEMAH :

Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah”, kemudian mereka tetap istiqamah [1389] maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tiada (pula) berduka cita.


[1389] “Istiqamah” ialah teguh pendirian dalam tauhid dan tetap beramal yang saleh.

TAFSIR :

sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, rabb kami adalah Allah,” kemudian mereka beristiqomah diatas keimanan kepada-Nya, maka tidak ada ketakutan atas mereka dari ketakutan hari kiamat, dan tidak pula mereka berduka cita atas apa yang mereka tinggalkan dibelakang mereka setalah kematian mereka berupa keuntungan dunia.

AL-AHQAAF: 14-

أُوْلَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

TAFSIR :

Mereka itulah penghuni surga, mereka tinggal didalamnya selama-lamanya, karena rahmat Allah untuk mereka, dan sebagai balasan atas amal shalih yang mereka kerjakan di dunia. 

AL-AHQAAF: 15-

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ إِحْسَانًا حَمَلَتْهُ أُمُّهُ كُرْهًا وَوَضَعَتْهُ كُرْهًا وَحَمْلُهُ وَفِصَالُهُ ثَلَاثُونَ شَهْرًا حَتَّى إِذَا بَلَغَ أَشُدَّهُ وَبَلَغَ أَرْبَعِينَ سَنَةً قَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِينَ

TERJEMAH :

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdo’a: “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri ni’mat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri”.

TAFSIR :

Kami perintahkan kepada manusia supaya memperlakukan kedua orang tuanya dengan baik sebagai bentuk bakti kepada keduanya, semasa hidup mereka maupun sesudah meninggal, ibunya telah mengandungnya saat masih janin didalam perutnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah juga. Masa mengandungnya hingga menyapihnya adalah tiga puluh bulan. Disebutkannya kesusahan ini yang ditanggung ibu bukan ayah, adalah bukti bahwa haknya atas anaknya lebih daripada hak ayah. Hingga apabila apabila ia telah mencapai puncak kekuatan badan dan akalnya serta umurnya telah mencapai empat puluh tahun, ia berdoa : “ Ya Rabbku, berilah aku ilham untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, berilah aku kemampuan supaya aku dapat berbuat amal shalih yang Engkau ridhai, dan berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada-Mu dari dosa-dosaku, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang tunduk kepada-Mu dengan ketaatan serta berserah diri kepada perintah dan larangan-Mu, lagi  melaksanakan hukum-Mu.

Tafsir Al-Muyasar Surat Al-Ahqaaf 11-15
share

Tinggalkan Balasan

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*