Tafsir Al-Baqarah 2:20
Allah ta’ala berfirman,
يَكَادُ ٱلۡبَرۡقُ يَخۡطَفُ أَبۡصَٰرَهُمۡ ۖ كُلَّمَآ أَضَآءَ لَهُم مَّشَوۡاْ فِيهِ وَإِذَآ أَظۡلَمَ عَلَيۡهِمۡ قَامُواْ ۚ وَلَوۡ شَآءَ ٱللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمۡعِهِمۡ وَأَبۡصَٰرِهِمۡ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ
Artinya:
Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.
Tafsir As-Sa’di:
Tafsir Ayat:
كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ
“Setiap kali kilat itu menyinari mereka,” yakni kilat dalam kegelapan-kegelapan tersebut, مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا “mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti,” yakni, mereka diam.
Seperti itulah kondisi orang-orang munafik ketika mereka mendengarkan al-Qur`an, perintah-perintahnya, larangan-larangannya, janji dan ancamannya.
Mereka meletakkan jari jemari mereka pada telinga-telinga mereka dan mereka berpaling dari perintahnya, larangannya, janjinya dan ancamannya, lalu ancamannya mengusik mereka, janji-janjinya mengganggu mereka, dan mereka berpaling darinya dengan sekuat tenaga, hingga membuat mereka lebih kokoh, mereka membenci-nya seperti seorang yang terkena hujan dan ia mendengar guruh lalu meletakkan jari jemarinya pada kedua telinganya karena takut dari kematian.
Orang seperti ini masih mempunyai kemungkinan memperoleh keselamatan, adapun orang-orang munafik, dari manakah mereka memperoleh keselamatan, padahal Allah ﷻ mengawasi mereka, baik dengan Kuasa maupun ilmuNya, dan mereka tidak akan lepas dariNya dan tidak mampu melemahkanNya, bahkan Dia akan mencatat perbuatan-perbuatan mereka lalu kelak akan memberikan balasan atasnya dengan balasan yang setimpal.
Dan ketika mereka diuji dengan ketulian, kebutaan, dan kebisuan maknawi serta tertutupnya pintu-pintu keimanan bagi mereka, Allah berfirman, وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ “Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka” yaitu yang bersifat nyata.
Ini merupakan sebuah tindakan agar mereka takut, dan peringatan dari hukuman dunia, agar mereka berhati-hati lalu mengambil pelajaran dari sebagian kejahatan dan kemunafikan mereka. إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” Dia tidaklah lemah terhadap apa pun, dan di antara KuasaNya adalah bahwa apabila Dia menghendaki sesuatu, niscaya Dia lakukan, tanpa ada yang bisa menghalangi dan tanpa ada yang bisa merintangi.
Dalam ayat ini dan ayat-ayat yang semisalnya ada sebuah jawaban terhadap golongan al-Qadariyah yang berpendapat bahwasanya perbuatan-perbuatan mereka tidaklah termasuk dalam Kuasa Allah ﷻ, karena perbuatan-perbuatan mereka termasuk bagian dari hal-hal yang masuk dalam FirmanNya, إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِير “Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.”