Tafsir Al-Baqarah 2:15
Allah ta’ala berfirman,
ٱللَّهُ يَسۡتَهۡزِئُ بِهِمۡ وَيَمُدُّهُمۡ فِي طُغۡيَٰنِهِمۡ يَعۡمَهُونَ
Artinya:
Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.
Tafsir As-Sa’di:
Allah ﷻ berfirman, اللَّهُ يَسْتَهْزِئُ بِهِمْ وَيَمُدُّهُمْ فِي طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ “Allah akan membalas olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka.”
Ini merupakan balasan bagi mereka atas tindakan mereka mengolok-olok hamba-hambaNya, dan di antara olok-olokan Allah kepada mereka adalah bahwa Dia menghiasi kondisi mereka dalam kesengsaraan dan keadaan yang buruk hingga mereka mengira bahwasanya mereka bersama kaum Mukminin ketika Allah tidak memerintahkan kaum Mukminin menghancurkan mereka, dan juga di antara olok-olokan Allah kepada mereka pada Hari Kiamat kelak adalah bahwasanya Dia akan memberikan mereka (ketika) bersama kaum Mukminin cahaya yang jelas, maka apabila kaum Mukminin berjalan dengan cahaya mereka, padamlah cahaya kaum munafik dan mereka tetap berada dalam kegelapan setelah terang benderang dalam kondisi kebi-ngungan, dan betapa besar penyesalan itu setelah ketamakan,
يُنَادُونَهُمْ أَلَمْ نَكُنْ مَعَكُمْ قَالُوا بَلَى وَلَكِنَّكُمْ فَتَنْتُمْ أَنْفُسَكُمْ وَتَرَبَّصْتُمْ وَارْتَبْتُمْ
“Orang-orang munafik itu memanggil mereka (orang-orang Mukmin) seraya berkata, ‘Bukankah kami dahulu bersama-sama dengan kamu?’ Mereka menjawab, ‘Benar, tetapi kamu mencelakakan dirimu sendiri dan menunggu kehancuran kami dan kamu ragu-ragu’.” (QS. Al-Hadid: 14).
FirmanNya, وَيَمُدُّهُمْ “Dan membiarkan mereka,” maksudnya, menambahkan (waktu) buat mereka, فِي طُغْيَانِهِمْ “dalam kesesatan mereka,” maksudnya dalam kejahatan dan kekufuran mereka, (dan mereka) يَعْمَهُونَ “terombang-ambing” maksudnya dalam kebingungan dan kebimbangan; dan inilah cara Allah ﷻ mengolok-olok mereka.