Tafsir As-Sa’di Surat Al-Baqarah ayat 80

📖 Tafsir Al-Baqarah 2:80

وَقَالُواْ لَن تَمَسَّنَا ٱلنَّارُ إِلَّآ أَيَّامٗا مَّعۡدُودَةٗ ۚ قُلۡ أَتَّخَذۡتُمۡ عِندَ ٱللَّهِ عَهۡدٗا فَلَن يُخۡلِفَ ٱللَّهُ عَهۡدَهُۥٓ ۖ أَمۡ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعۡلَمُونَ

📝 Terjemahan:
Dan mereka berkata, “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja”. Katakanlah, “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”.

📚 Tafsir As-Sa’di:
Tafsir Ayat:
Allah menyebutkan tentang perbuatan-perbuatan mereka yang buruk, kemudian Allah menyebutkan -bersama dengan semua keburukan mereka tersebut- bahwasanya mereka menyucikan diri mereka (baca: menyatakan diri bahwa mereka suci) dan mereka mempersaksikan (memastikan) keselamatan bagi diri mereka dari azab Allah dan kemenangan dengan ganjaranNya, dan bahwasanya mereka tidak akan tersentuh oleh api neraka kecuali hanya beberapa hari tertentu saja, maka artinya sangat sedikit yang dapat dihitung oleh jari; mereka menyatukan antara dosa-dosa dengan rasa aman (dari azab).

Namun ketika semua itu hanyalah sebatas dugaan saja, Allah membantah mereka dalam FirmanNya, قُلْ “Katakanlah” kepada mereka wahai Rasulullah ﷺ, أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah?” Yakni, dengan beriman kepadaNya, kepada Rasul-rasulNya dan dengan menaati keduanya, maka janji itu yang membawa keselamatan pelakunya yang tidak akan berubah dan tidak berganti, أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لا تَعْلَمُونَ “ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”

Lalu Allah ﷻ mengabarkan bahwa kebenaran dugaan mereka itu tergantung dari salah satu dari dua perkara tersebut yang tidak ada ketiganya.

Jika mereka telah menerima janji dari Allah hingga dugaan mereka adalah benar, atau mungkin mereka hanya berkata bohong belaka hingga dugaan mereka itu hanyalah dusta dan hal itu menjadi lebih kuat dalam penghinaan dan siksaan bagi mereka, padahal telah diketahui dari sifat mereka bahwasanya mereka belum menerima janji dari Allah karena banyaknya pendustaan mereka terhadap para Nabi, hingga perkara mereka itu sampai kepada tindakan membunuh sekelompok dari para Nabi di antara mereka.

Dan karena penolakan mereka untuk taat kepada Allah dan pembatalan mereka terhadap perjanjian-perjanjian, maka jelas dan pastilah dengan semua itu kebohongan dan dusta mereka yang berkata apa yang tidak mereka ketahui, dan berkata terhadap hal itu tanpa ilmu termasuk hal yang diharamkan paling besar dan keburukan yang paling keji.

Kemudian Allah ﷻ menyebutkan hukum yang bersifat umum untuk setiap orang, yang meliputi Bani Israil maupun selain mereka, yaitu suatu hukum yang tidak ada hukum yang sebanding dengannya, yang bukan dongengan bohong belaka mereka dan dugaan-dugaan dengan perkara orang-orang yang celaka dan orang-orang yang selamat, Allah berfirman, بَلَى “Bukan demikian yang benar,” yaitu bukanlah perkara itu seperti apa yang kalian sebutkan, karena ia hanyalah perkataan yang tidak ada maknanya.

Scroll to Top