TAFSIR AL-MUYASAR SURAT QAAF 11-15

QAAF : 11-

رِزْقًا لِّلْعِبَادِ وَأَحْيَيْنَا بِهِ بَلْدَةً مَّيْتًا كَذَلِكَ الْخُرُوجُ

TERJEMAH :

untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan. /

TAFSIR :

Kami menumbuhkannya sebagai rizki bagi para hamba yang mereka gunakan untuk bahan makanan sesuai kebutuhan mereka. Dan Kami hidupkan dengan air yang Kami turunkan dari langit negeri yang kekeringan sehingga tidak ada tumbuhan di dalamnya. Sebagaimana halnya Kami menghidupkan. Dengan air itu, tanah yang mati, untuk mengeluarkan kalian pada Hari Kiamat dalam keadaan hidup setelah mati.

QAAF : 12-

كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ

TERJEMAH :

Sebelum mereka telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass [1413] dan Tsamud,


[1413] Lihat not.
[1069]

TAFSIR :

Sebelum kaum musyrik Quraisy mendustakan, telah mendustakan pula kaum Nuh, penduduk sumur (Rass), Tsamud,

QAAF : 13-

وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ

TERJEMAH :

dan kaum Aad, kaum Fir’aun dan kaum Luth,

TAFSIR :

kaum ‘Ad, Fir’aun, kaum Luth,

QAAF : 14-

وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ

TERJEMAH :

dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’ semuanya telah mendustakan rasul- rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan.

TAFSIR :

penduduk Aikah yaitu kaum Syu’aib, dan kaum kaum Tubba’ al-Himyari. Seluruh kaum-kaum itu telah mendustakan Rasul-raasul mereka, maka sudah semestinya mereka mendapatkan hukuman yang Allah telah ancamkan kepada mereka atas kekafiran mereka.

QAAF : 15-

أَفَعَيِينَا بِالْخَلْقِ الْأَوَّلِ بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ مِّنْ خَلْقٍ جَدِيدٍ

TERJEMAH :

Maka apakah Kami letih dengan penciptaan yang pertama ? Sebenarnya mereka dalam keadaan ragu-ragu tentang penciptaan yang baru.

TAFSIR :

Apakah Kami lemah dari mengadakan penciptaan pertama yang telah Kami ciptakan sedangkan ia belum ada sedikit pun sebelumnya, lalu Kami tidak mampu mengembalikan mereka sebagai ciptaan baru setelah kebinasaan mereka? Sebenarnya hal itu tidak membuat Kami lemah, bahkan Kami Mahakuasa atas hal itu, tetapi mereka dalam kebimbangan dan keraguan terhadap perkara kebangkitan.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*