ASY-SYUURA : 6-

وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِن دُونِهِ أَولِيَاء اللَّهُ حَفِيظٌ عَلَيْهِمْ وَمَا أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ

TERJEMAH :

Dan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah, Allah mengawasi (perbuatan) mereka; dan kamu (ya Muhammad) bukanlah orang yang diserahi mengawasi mereka.

TAFSIR :

Dan orang-orang yang mengangkat Illah-Ilah lain selain Allah, mereka menyembahnya dan menyintainya. Sedangkan Allah menjaga perbuatan mereka atas mereka, lalu membalas mereka sesuai dengannya di Hari Kiamat. Kamu (wahai Rasul) bukanlah penanggung jawab atas mereka untuk menjaga amal perbuatan mereka, karena sesungguhnya kamu hanyalah pemberi peringatan, tugasmu hanya menyampaikan dan tanggung-jawab-Ku adalah menghisab.

ASY-SYUURAA : 7-

وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِّتُنذِرَ أُمَّ الْقُرَى وَمَنْ حَوْلَهَا وَتُنذِرَ يَوْمَ الْجَمْعِ لَا رَيْبَ فِيهِ فَرِيقٌ فِي الْجَنَّةِ وَفَرِيقٌ فِي السَّعِيرِ

TERJEMAH :

‘Ain Siin Qaaf [1339].

Demikianlah Kami wahyukan kepadamu Al Qur’an dalam bahasa Arab, supaya kamu memberi peringatan kepada ummul Qura (penduduk Mekah) dan penduduk (negeri-negeri) sekelilingnya [1340] serta memberi peringatan (pula) tentang hari berkumpul (kiamat) yang tidak ada keraguan padanya. Segolongan masuk surga, dan segolongan masuk Jahannam.


[1340] Maksudnya: penduduk dunia seluruhnya.

TAFSIR :

Sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada nabi-nabi sebelummu, Kami juga menurunkan al-Qur’an dengan bahasa Arab kepadamu agar kamu memberi peringatan kepada penduduk Makkah dan manusia-manusia lainnya di sekitarnya, kamu memberi peringatan kepada mereka tentang hari pengumpulan, yaitu Hari Kiamat yang kedatangannya tidak diragukan. Saat itu manusia terbagi menjadi dua kubu; satu kubu di surga dan mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti apa yang dibawa oleh utusan-Nya Muhammad صلی الله عليه وسلم. Dan satu lagi di neraka yang membakar. Mereka adalah orangorang yang kafir kepada Allah, menyelisihi apa yang dibawa oleh Rasul-Nya Muhammad صلی الله عليه وسلم.

ASY-SYUURAA : 8-

وَلَوْ شَاء اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن يُدْخِلُ مَن يَشَاء فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

TERJEMAH :

Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang yang zalim tidak ada bagi mereka seorang pelindungpun dan tidak pula seorang penolong.

TAFSIR :

Sekiranya Allah berkenan mengumpulkan makhluk-Nya di atas petunjuk dan menjadikan mereka di atas satu agama yang dinaungi hidayah niscaya Dia akan melakukannya. Akan tetapi Allah hendak memasukkan siapa yang dikehendaki-Nya dari makhluk-makhluk pilihan-Nya ke dalam rahmat-Nya. Sedangkan orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan kesyirikan tidak memiliki penolong yang mengurusi perkara-perkara mereka di Hari Kiamat, dan tidak memiliki pembela yang bisa mengentaskan mereka dari siksa Allah.

ASY-SYUURAA : 9-

وَلَوْ شَاء اللَّهُ لَجَعَلَهُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلَكِن يُدْخِلُ مَن يَشَاء فِي رَحْمَتِهِ وَالظَّالِمُونَ مَا لَهُم مِّن وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

TERJEMAH :

Atau patutkah mereka mengambil pelindung-pelindung selain Allah? Maka Allah, Dialah pelindung (yang sebenarnya) dan Dia menghidupkan orang- orang yang mati, dan Dia adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

TAFSIR :

Justru orang-orang musyrikin itu mengangkat sekutu-sekutu selain Allah yang mereka cintai, padahal hanya Allah semata yang semestinya dicintai oleh hamba-Nya dengan ibadah dan ketaatan. Sedangkan Dia menyintai hamba-hamba-Nya yang beriman dengan mengeluarkan mereka dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya, dan membantu mereka dalam segala urusan mereka. Dia menghidupkan manusia yang mati saat kebangkitan tiba, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu, tidak ada sesuatu pun yang bisa melemahkan-Nya.

ASY-SYUURAA: 10-

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِن شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبِّي عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

TERJEMAH :

Tentang sesuatu apapun kamu berselisih, maka putusannya (terserah) kepada Allah. (Yang mempunyai sifat-sifat demikian) itulah Allah Tuhanku. Kepada-Nya lah aku bertawakkal dan kepada-Nyalah aku kembali.

TAFSIR :

Perkara apa pun dalam agama kalian (wahai manusia) yang kalian perselisihkan, maka hukumnya dikembalikan kepada Allah dalam kitab-Nya dan sunnah Rasul-Nya. Itulah Allah, Rabbku dan Rabb kalian. Hanya kepada-Nya semata aku bertawakal dalam segala urusanku, dan hanya kepada-Nya-lah aku mengembalikan seluruh perkaraku.

Tafsir Al-Muyasar Surat Asy-Syuuraa Ayat 6-10
share

Tinggalkan Balasan

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*