AN-NAAS : 6
مِنَ الْجِنَّةِ وَ النَّاسِ
TERJEMAHAN :
dari (golongan) jin dan manusia.
TAFSIR :
Dari setan jin dan manusia.
ASBABUN NUZUL :
Al-Baihaqi dalam Dalail an-Nubuwah meriwayatkan dari jalan al-Kalbidari Abu Shalih dari Ibnu Abbas berkata, “Rasulullah n sakit berat, maka datang dua malaikat, salah satunya duduk di sisi kepalanya dan yang lain duduk di sisi kedua kakinya, malaikat yang duduk di sisi kedua kakinya berkata kepada malaikat yang duduk di sisi kepalanya, “Apa yang kamu lihat?” Dia menjawab, “Disihir.” Dia bertanya, “Siapa yang melakukannya?” Dia menjawab, “Labid bin al-A’sham seorang Yahudi.” Dia bertanya, “Di mana ia?” Dia menjawab, “Di sumur keluarga fulan di bawah sebuah batu di dalam sebuah buntalan.” Maka mereka datang ke sumur, mereka mengurasnya, mengangkat batu dan mengambil buntalan dan membakarnya.
Di pagi hari Rasulullah n mengutus Ammar bin Yasir bersama beberapa orang, mereka mendatangi sumur itu, ternyata airnya seperti air hena, mereka menguras air, mengangkat batu dan mengambil buntalan dan membakarnya, isinya adalah tali-tali dengan sebelas simpul, dan diturunkan kepadanya dua surat ini, surat al-Falaq dan an-Naas, setiap kali Nabi n membaca satu ayat, terbukalah satu simpul.