AL-QIYAMAH : 26-30
كَلَّآ اِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَۙ وَقِيْلَ مَنْ ۜرَاقٍۙ وَّظَنَّ اَنَّهُ الْفِرَاقُۙ وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ ۙاِلٰى رَبِّكَ يَوْمَىِٕذِ ِۨالْمَسَاقُ ۗ ࣖ
TERJEMAHAN :
Sekali-kali jangan. Apabila nafas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”,dan dia yakin bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan (dengan dunia),dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan) [1534], kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau.
[1534] Karena hebatnya penderitaan di saat akan mati dan ketakutan akan meninggalkan dunia dan menghadapi akhirat.
TAFSIR :
Sungguh, apabila ruh telah mencapai ke kerongkongan, dan sebagian orang yang hadir mengatakan kepada sebagian yang lain, “Adakah seseorang yang bisa meruqyahnya dan menyembuhkannya dari apa yang dialaminya?” Sementara orang yang sedang sekarat itu yakin bahwa apa yang dialaminya itu adalah perpisahan dengan dunia (kematian), karena ia melihat Malaikat maut, dan kesusahan akhir kehidupan dunia bersambung dengan awal kesusahan akhirat. Kepada Allahlah para hamba digiring pada Hari Kiamat ke surga atau ke neraka.