Wajibnya membaca al Fatihah dalam shalat (no.250)

Wajibnya Membaca Al Fatihah dalam shalat – One Day One Hadist (odoh 250)

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ رَضيَ الله عَنْهُ أنَّ رَسُولَ الله صلى الله عليه وسلم قال : ” لا صَلاةَ لِمَنْ لمْ يَقْرأ بِفَاتِحَة  الكِتَاب “.

Dari ubadah bin shamit bahwasannya Rasulullah – shalallahu alaihi wasalam- bersabda : ” tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca Al Fatihah ” ( mutafaqun alaihi )

Makna Dan Faedah Hadist :

  1. Wajibnya membaca Al Fatihah disetiap rakaat shalat dan tidak bisa diganti dgn bacaan lain ketika dia mampu utk membacanya.
  2. Batalnya shalat yg tidak membaca Al Fatihah dengan sengaja krn jahil maupun lupa, krn ini merupakan rukun shalat, dan rukun 2 dalam shalat tidak bisa digugurkan secara mutlaq.
  3. Adapun bagi makmu jika shalatnya sirriiyah (bacaan imam tdk dikeraskan seperti dhuhur asyar, 1rakaat akhir mahrib dan 1 rakaat akhir isya’ ) maka wajib membaca al fatihah dan gugur baginya pada shalat jahriyyah ( imam mengeraskan bacaannya seperti shalat subuh , 2 rakaat awal magrib dan isya’ dll )  krn dia memdengar bacaan imam dan bacaan imam merupakan bacaan makmum
  4. Disebutkan dalam shifat shalat nabi karya syeikh Muhammad Nasiruddin Al Albany hal 99-100 (ttg bacaan makmum ) sbb :

A] bila imam membaca keras maka makmum memdengarkan dan tidak membaca .

B] diamnya makmum utk mendengarkan merupakan kesempurnaan bermakmum Rasulullah bersabda  ” dijadikan imam sebagi panutan/utk diikuti makmum, jika ia bertakbir bertakbirlah kalian dan jika dia membaca maka diamlah kalian ( HR. Ibnu abi syaibah, abu dawud muslim abu ‘awanah dan rauyani lihat irwaul ghalil hadist no 332 dan 394)

C] Jadi mendengar bacaan imam  menjadiakna makmum tdk perlu membaca lagi  dgn dalil :  Barang siapa mengikuti imam maka bacaan imam telah menjadi bacaan makmum ( hr. Ibnu Abi syaibah, Daruqutni , ibnu majah, thahawi , Ahmad, dan beberapa jalan lainnya )

D] Makmum wajib membaca alfatihah sendiri ketika shalat sirr, Jabir radhoyallahu ‘anhu berkata : kami dahulu membaca sendiri al fatihah dan surat lain dibelakang imam ketika shalat dhuhur dan asyar pada rakaat pertama dan kedua sedangkan pada rakaat ketiga dan ke empat hanya membaca Al Fatihah ( HR. Ibnu majah dgn sanad shahih, lihat irwa’ hadist no. 506)

E] Bacaan dalam shalat sirr ini tidak boleh menganggu makmum yg lainnya , pernah Rasulullah mengimami para sahabat shalat, diantara mereka ada yg bacaan nya menganggu makmum yg lainnya maka Beliau bersabda ;  siapa diantara kalian  tadi membaca sabihisma rabikal a’alaa, seseorang menjawab : saya (tapi maksudku baik) maka Rasul bersabda ” aku tahu ada orang yang membuat bacaan Alqur’anku terganggu ( Hr. Muslim, Abu Awanah dan siraj).

Dalam riwayat lain disebutkan ‘ kamu telah mengacaukan bacaan alqur’anku (Hr. Bukhari, ahmad siraj dgn sanad hasan)

Beliau juga bersabda :” Orang yang shalat sedang bermunajat kpd rabbnya oleh krn itu hendaklah ia memperhatikan munajatnya dan janganlah seseorang mengeraskan bacaan Al Qur’annya sehingga menganggu yg lainnya ( Hr. Bukhari, malik dgn sanad shahih )
Dinukil dr : Kitab Taisirul ‘Alam syarah ‘Umdatul Ahkam, Karya Abdullah Shalih Alu Bassam, Kitab As Sholat, Bab qiroatu fis shalat  , hadist no : 9‫4  Jilid 1, hal:159-160 Cet. Maktabah Ar Rossyid Riyadh – KSA‫

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*