Tafsir Al-Muyassar Surat Al-Fatihah

Oleh Syaikh Bakar Abu Zaid

Al Fatihah(1) ayat ke 1

 بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Maksudnya: saya memulai membaca al-Fatihah ini dengan menyebut nama Allah. Setiap pekerjaan yang baik, hendaknya dimulai dengan menyebut asma Allah, seperti makan, minum, menyembelih hewan dan sebagainya. Allah ialah nama zat yang Maha Suci, yang berhak disembah dengan sebenar-benarnya, yang tidak membutuhkan makhluk-Nya, tapi makhluk yang membutuhkan-Nya. Ar-Rahmaan (Maha Pemurah): salah satu nama Allah yang memberi pengertian bahwa Allah melimpahkan karunia-Nya kepada makhluk-Nya, sedang ar-Rahiim (Maha Penyayang) memberi pengertian bahwa Allah senantiasa bersifat rahmah yang menyebabkan Dia selalu melimpahkan rahmat-Nya kepada makhluk-Nya.

Tafsir:Aku mulai membaca al-Quran dengan menyebut nama Allah sekaligus memohon pertolongan kepada-Nya. Allah adalah nama bagi ar-Rabb Tabaraka wa Taala, yang disembah dengan haq bukan selainNya.Allah adalah nama Allah yang paling khusus, tidak ada selainNya yang berhak menyandang nama ini. Ar-Rahman Pemilik rahmat yang umum di mana rahmat-Nya mencakup seluruh makhluk. Ar-Rahim Maha Penyayang kepada orang-orang mukmin. Ini adalah dua nama Allah di antara nama-nama-Nya yang lain yang menetapkan sifat rahmat bagi Allah Taala sesuai dengan kebesaran-Nya.

Al Fatihah(1) ayat ke 2

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala puji 2 bagi Allah, Tuhan semesta alam. 3

 2 Alhamdu (segala puji). Memuji orang adalah karena perbuatannya yang baik yang dikerjakannya dengan kemauan sendiri. Maka memuji Allah berarti: menyanjung-Nya karena perbuatan-Nya yang baik. Lain halnya dengan syukur yang berarti: mengakui keutamaan seseorang terhadap nimat yang diberikannya. Kita menghadapkan segala puji bagi Allah ialah karena Allah sumber dari segala kebaikan yang patut dipuji.

 3 Rabb (Tuhan) berarti: Tuhan yang ditaati Yang Memiliki, Mendidik dan Memelihara. Lafadz rabb tidak dapat dipakai selain untuk Tuhan, kecuali kalau ada sambungannya, seperti rabbul bait (tuan rumah). Alamiin (semesta alam): semua yang diciptakan Tuhan yang terdiri dari berbagai jenis dan macam, seperti: alam manusia,alam hewan, alam tumbuh-tumbuhan, benda-benda mati dan sebagainya. Allah pencipta semua alam-alam itu.

 Tafsir: Sanjungan kepada Allah dengan sifat-sifat-Nya dimana semuanya merupakan sifat-sifat kesempurnaan.Pujian kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya, baik yang lahir maupun yang batin, baik diniyah maupun duniawiyah. Kandungannya adalah perintah dari Allah kepada hamba-hambaNya agar memujiNya. Dialah semata yang berhak dipuji. Dialah pencipta seluruh makhluk, yang mengurus segala perkara mereka, yang mengayomi seluruh makhluk Nya. dengan nikmat-nikmat Nya, dan memayungi wali-walinya dengan Iman dan amal shalih.

Al Fatihah(1) ayat ke 3

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

Tafsir: Ar-Rahman Pemilik rahmat umum di mana rahmat-Nya mencakup seluruh makhluk. Ar-Rahim Maha penyayang kepada orang-orang mukmin. Ini adalah dua nama Allah di antara nama-nama-Nya .

Al Fatihah(1) ayat ke 4

 مَالِكِ يَوْمِ الدِّين

Yang menguasai 4 di Hari Pembalasan 5

4 Maalik (Yang Menguasai) dengan memanjangkan mim, yang berarti: pemilik. Dapat pula dibaca dengan (dengan memendekkan mim), artinya: Raja.

5 Yaumiddin (hari pembalasan): hari yang di waktu itu masing-masing manusia menerima pembalasan amalannya yang baik maupun yang buruk. Yaumiddin disebut juga yaumulqiyaamah, yaumulhisaab, yaumuljazaa dan sebagainya.

 Tafsir: Hanya Allah semata penguasa Hari Kiamat yang merupakan hari pembalasan atas perbuatan manusia. Dibacanya ayat ini oleh seorang muslim di setiap rakaat shalatnya mengingatkan kepada hari akhir, mendorongnya untuk bersiap-siap dengan amal shalih dan menahan diri dari dosa-dosa dan keburukan-keburukan.

Al Fatihah(1) ayat ke 5

 إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Hanya Engkaulah yang kami sembah 6, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.7

 6 Nabudu diambil dari kata ibaadat: kepatuhan dan ketundukkan yang ditimbulkan oleh perasaan terhadap kebesaran Allah, sebagai Tuhan yang disembah, karena berkeyakinan bahwa Allah mempunyai kekuasaan yang mutlak terhadapnya.

 7 Nastaiin (minta pertolongan), terambil dari kata istiaanah: mengharapkan bantuan untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan yang tidak sanggup dikerjakan dengan tenaga sendiri.

 Tafsir: Sesungguhnya kami mengkhususkan ibadah hanya kepada-Mu, kami juga memohon pertolongan hanya kepada-Mu semata dalam segala urusan kami. Segala perkara di tangan-Mu, tidak seorang pun yang memiliki nya sekalipun hanya seberat semut hitam. Ayat ini merupakan dalil yang menetapkan bahwa seorang hamba tidak boleh memberikan salah satu bentuk ibadah seperti doa, istighatsah (mohon penyelamatan dari kondisi sulit), menyembelih dan thawaf hanya kepada Allah semata. Ayat ini mengandung obat bagi hati dari ketergantungan kepada selain Allah, dari penyakit riya (pamer), ujub (bangga diri), dan takabur (sombong).

Al Fatihah(1) ayat ke 6

 اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

 Tunjukilah 8 kami jalan yang lurus,

 8 Ihdina (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi petunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud dengan ayat ini bukan sekedar memberi hidayah saja, tetapi juga memberi taufik.

 Tafsir: Tunjukanlah dan dan bimbinglah kami, berilah taufik kepada kami sehingga kami mampu meniti jalan yang lurus, teguhkanlah kami diteguhkanlah kami di atasnya sampai kami berjumpa dengan-Mu. Jalan yang lurus adalah Islam,yaitu jalan yang terang yang membawa kepada keridhaan Allah dan surga-Nya, jalan yang dibawa oleh penutup para nabi dan rasul, Muhammad صلى الله عليه وسلم. Tiada jalan menuju kebahagiaan bagi seorang hamba kecuali dengan beristiqamah di atasnya.

Al Fatihah(1) ayat ke 7

 صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nimat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. 9

 9 Yang dimaksud dengan mereka yang dimurkai dan mereka yang sesat ialah semua golongan yang menyimpang dari ajaran Islam.

 Tafsir: Jalan orang-orang yang telah Engkau limpahkan nikmat kepada mereka dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang shalih, mereka adalah orang-orang yang mendapatkan hidayah dan teguh berjalan di atas nya. Janganlah Engkau menjadikan kami termasuk orang-orang yang meniti jalan orang-prang yang di murkai, yaitu orang-orang yang mengetahui kebenaran namun tidak mengamalkannya, mereka adalah orang-orang Yahudi dan orang-orang yang sejenis dengan mereka. Dan orang-orang yang tersesat, mereka adalah orang-orang yang tidak mengambil petunjuk karena kebodohan sehingga mereka tersesat dari jalan yang lurus. Mereka adalah orang-orang Nasrani dan orang-orang yang mengambil jalan mereka.

bagikan ini