Tafsir Al-Muyasar Surat Yaasiin 36-40

YAASIIN : 36-

سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ

TERJEMAH :

Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

TAFSIR :

Mahasuci Allah yang Mahaagung yang telah menciptakan berbagai macam makhluk seluruhnya, meluputi berbagai macam tanaman bumi, manusia baik laki-laki maupunperempuan dan makhluk-makhluk Allah lainnya yang tidak mereka ketahui. Hanya Allah yang menciptakan, sehingga tidak pantas Dia dipersekutukan dengan selain-Nya.

YAASIIN : 37-

وَآيَةٌ لَّهُمْ اللَّيْلُ نَسْلَخُ مِنْهُ النَّهَارَ فَإِذَا هُم مُّظْلِمُونَ

TERJEMAH :

Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

TAFSIR :

Sebuah tanda yang menunjukkan Tauhid Allah dan kesempurnaan kuasa-Nya adalah adalah malam, darinya Kami mencabut siang sehingga manusia dalam kegelapan.

YAASIIN : 38-

وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَّهَا ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

TERJEMAH :

dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

TAFSIR :

Tanda bagi mereka adalah matahari yang berjalan pada orbitnya, Allah telah menetapkannya sehingga ia tidak melampauinya dan juga tidak menyimpang darinya. Yang demikian itu merupakan pengaturan dari Allah yang Mahaperkasa yang tidakdikalahkan, Maha Mengetahui yang tidak samar sesuatu apapun bagi-Nya.

YAASIIN : 39-

وَالْقَمَرَ قَدَّرْنَاهُ مَنَازِلَ حَتَّى عَادَ كَالْعُرْجُونِ الْقَدِيمِ

TERJEMAH :

Dan telah Kami tetapkan bagi bulan manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua [1268].

[1268] Maksudnya: bulan-bulan itu pada awal bulan, kecil berbentuk sabit, kemudian sesudah menempati manzilah- manzilah, dia menjadi purnama, kemudian pada manzilah terakhir kelihatan seperti tandan kering yang melengkung.

TAFSIR :

Rembulan adalah tanda kebesaran Allah pada makhluk-Nya. Allah menetapkan sebuah manzilah untuknya setiap malamnya, mulai terlihat dalam bentuk hilal (bulan sabit) yang kecil sehingga ia sempurna membentuk rembulan yang bulat utuh. Kemudian ia akan kembali mengecil menjadi seperti janjang kurma yang melengkung dalam kelenturan, kemiringan dan kekunigannya karena usianya yang tua dan kering.

YAASIIN : 40-

لَا الشَّمْسُ يَنبَغِي لَهَا أَن تُدْرِكَ الْقَمَرَ وَلَا اللَّيْلُ سَابِقُ النَّهَارِ وَكُلٌّ فِي فَلَكٍ يَسْبَحُونَ

TERJEMAH :

Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.

TAFSIR :

Masing-masing dari matahari, rembulan, malam dan siang memiliki waktu yang telah Allah tetapkan yang tidak mereka lampaui. Maka tidak mungkin matahari menyusul rembulan lalu ia menghapus cahayanya, atau orbit berputarnya berubah. Malam juga tidak mungkin mendahului siang, lalu siang masuk ke dalam malam padahal malam belum habis. Masing-masing dari matahari, rembulan dan bintang-bintang memiliki falak sendiri-sendiri yang padanya mereka bergerak.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*