Tafsir Al-Muyasar Surat Yaasiin 11-15

YAASIIN : 11-

إِنَّمَا تُنذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَن بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ

TERJEMAH :

Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan [1265] dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

[1265] Maksudnya peringatan yang diberikan oleh Nabi Muhammad r hanyalah berguna bagi orang yang mau mengikutinya.

TAFSIR :

Peringatanmu hanya bermanfaat bagi orang yang beriman kepada al-Qur’an dan mengikuti hukum-hukum Allah yang ada di dalamnya, takut kepada Allah yang Maha Pengasih, di mana tidak ada yang melihatnya kecuali Allah. Maka sampaikanlah berita gembira kepadanya dengan ampunan Allah terhadap dosa-dosanya, dan pahala dari Allah di akhirat atas amal shalihnya, yaitu masuk surga.

YAASIIN : 12-

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

TERJEMAH :

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh).

TAFSIR :

Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati seluruhnya dengan membangkitkan mereka di Hari Kiamat. Kami menulis kebaikan dan keburukan yang mereka lakukan dan peninggalan-peninggalan mereka di mana mereka merupakan sebabnya dalam kehidupan mereka dan sesudah kematian mereka dalam bentuk kebaikan, seperti anak yang shalih, ilmu yang bermanfaat dan sedekah jariyah. Kami juga menulis keburukan yang mereka kerjakan berupa kesyirikan dan kemaksiatan. Segala sesuatu telah Kami catat dalam sebuah kitab yang jelas yaitu Ummul Kitab yang merupakan induknya, yaitu Lauhul Mahfuzh. Hendaknya orang yang berakal menghisab dirinya, agar menjadi teladan dalam kebaikan dalam hidup dan sesudah matinya.

Asbabun Nuzul :

At-Tirmidzi meriwayatkan dan dia menghasankannya, al-Hakim merwayatkan dan dia menshahihkannya dari Abu Said Al-Khudri berkata : Bani Salimah tinggal di salah satu penjuru Madinah, lalu mereka ingin berpindah ke dekat masjid, maka turun ayat 12 ini.

Nabi صلی الله عليه وسلم  bersabda : Bekas-bekas kalian ditulis, jangan pindah. Ath-Thabrani meriwayatkan senada dari Ibnu Abbas.

Al-Hakim meriwayatkan dan dia menshahihkannya dari Ibnu Abbas berkata : Al-Ash bin Wail datang kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم  dengan membawa tulang rapuh lalu dia menghancurkannya, dia berkata : Wahai Muhammad, apakah ini akan dihidupkan lagi setelah ia luluh??

YAASIIN : 13-

وَاضْرِبْ لَهُم مَّثَلاً أَصْحَابَ الْقَرْيَةِ إِذْ جَاءهَا الْمُرْسَلُونَ

TERJEMAH :

Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

TAFSIR :

Buatlah (wahai Rasul) sebuah perumpamaan bagi orang-orang musyrik kaummu yang menolak dakwahmu agar mereka bisa mengambil pelajaran darinya, yaitu kisah penduduk sebuah desa, tatkala para utusan pergi kepada mereka.

YAASIIN : 14-

إِذْ أَرْسَلْنَا إِلَيْهِمُ اثْنَيْنِ فَكَذَّبُوهُمَا فَعَزَّزْنَا بِثَالِثٍ فَقَالُوا إِنَّا إِلَيْكُم مُّرْسَلُونَ

TERJEMAH :

(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu”.

TAFSIR :

Tatkala Kami mengutus dua orang Rasul kepada mereka untuk berdakwah kepada mereka kepada iman kepada Allah dan meninggalkan ibadah kepada selain-Nya, maka penduduk kedua desa itu mendustakan kedua utusan tersebut. Maka Kami menguatkan keduanya dengan utusan ketiga, maka ketiga utusan tersebut berkata kepada penduduk kampong tersebut : Wahai kaum, sesungguhnya kami ini diutus kepada kalian.

YAASIIN : 15-

قَالُوا مَا أَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَمَا أَنزَلَ الرَّحْمن مِن شَيْءٍ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ تَكْذِبُونَ

TERJEMAH :

Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”.

TAFSIR :

Penduduk desa berkata kepada para Rasul : Kalian hanyalah orang-orang seperti kami, dan Allah Yang Maha Pengasih tidak menurunkan wahyu apa pun, sedangkan kalian sendiri (wahai para utusan) adalah orang-orang yang berdusta.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*