Tafsir Al-Muyasar Surat Thaha 76-80

THAHA : 76-

جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ جَزَاء مَن تَزَكَّى

TERJEMAH :

(yaitu) syurga ‘Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).

TAFSIR :

Di surga tempat tinggal yang abadi, yang mengalir sungai-sungai dari bawah istana-istana dan pepohonannnya, dalam  keadaan kekal di dalamnya selama-lamanya. Nikmat yang abadi itu adalah pahala dari Allah bagi siapa yang membersihkan dirinya dari najis, kekejian dan kemusyrikan, serta menyembah Allah semata, lalu ia menaati-Nya, menjauhi larangan-larangan-Nya, dan berjumpa Rabbnya dalam keadaan tidak mempersekutukan seorang pun dari makhluk-Nya dalam beribadah kepada-Nya.

THAHA : 77-

وَلَقَدْ أَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي فَاضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِي الْبَحْرِ يَبَسًا لَّا تَخَافُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَى

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa: “Pergilah kamu dengan hamba-hamba-Ku (Bani Israil) di malam hari, maka buatlah untuk mereka jalan yang kering dilaut itu [933], kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tidak usah takut (akan tenggelam)”.

[933] “Membuat jalan yang kering di dalam laut itu” ialah dengan memukul laut itu dengan tongkat. Lihat ayat 63 surat (26) Asy Syu’araa.

TAFSIR :

Sesungguhnya telah Kami wahyukan kepada Musa : Keluarlah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku, yaitu Bani Israil, dari Mesir, lalu buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu. Jangan takut terhadap Fir’aun dan pasukannya yang mengejar kalian lalu dapat menyusul kalian, dan jangan pula takut tenggelam di laut.

THAHA : 78-

فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِ فَغَشِيَهُم مِّنَ الْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ

TERJEMAH :

Maka Fir’aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh laut yang menenggelamkan mereka.

TAFSIR :

Musa pun membawa pergi Bani Israil pada malam hari, dan membawa mereka menyeberangi jalan di lautan. Maka Fir’aun dan pasukannya mengejar mereka, lalu mereka ditutup oleh air yang kadarnya hanya diketahui oleh Allah. Akibatnya, mereka semua tenggelam, sementara Musa dan kaumnya selamat.

THAHA : 79-

وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُ وَمَا هَدَى

TERJEMAH :

Dan Fir’aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk.

TAFSIR :

Fir’aun telah menyesatkan kaumnya, dengan menjadikan mereka memandang baik kekafiran dan pendustaan, serta tidak membawa mereka untuk menempuh jalan hidayah.

THAHA : 80-

يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ قَدْ أَنجَيْنَاكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوَاعَدْنَاكُمْ جَانِبَ الطُّورِ الْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ الْمَنَّ وَالسَّلْوَى

TERJEMAH :

Hai Bani Israil, sesungguhnya Kami telah menyelamatkan kamu sekalian dari musuhmu, dan Kami telah mengadakan perjanjian dengan kamu sekalian (untuk munajat) di sebelah kanan [934] gunung itu [935] dan Kami telah menurunkan kepada kamu sekalian manna dan salwa [936].

[934] Sebahagian Ahli Tarsir menafsirkan “al aiman” dengan “Yang diberkati”.
[935] Yang dimaksud dengan”gunung itu” disini ialah Gunung Sinai.
[936] Yang bermunajat dengan Allah ialah Nabi Musa u Tetapi disini disebut “kamu sekalian” karena manfa’at munajat itu kembali kepada Nabi Musa udan Bani Israil kesemuanya. Perjanjian yang dijanjikan itu ialah untuk bermunajat dan menerima Taurat. Arti “manna” dan “salwa” lihat not. 53.

TAFSIR :

Hai Bani Israil, ingatlah ketika Kami menyelamatkan kalian dari musuh kalian, Fir’aun, dan Kami jadikan tempat perjanjian kalian di sebelah kanan bukit Thur untuk menurunkan kitab Taurat pada kalian. Kami juga telah menurunkan kepada kalian di lembah Tih apa yang bias kalian makan, yaitu makanan menyerupai getah yang rasanya seperti madu, dan burung yang menyerupai burung puyuh.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*