Tafsir Al-Muyasar Surat Thaha 66-70

THAHA : 66-
قَالَ بَلْ أَلْقُوا فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَى

TERJEMAH :

Berkata Musa: “Silahkan kamu sekalian melemparkan”. Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, terbayang kepada Musa seakan-akan ia merayap cepat, lantaran sihir mereka.

TAFSIR :

Musa berkata kepada mereka : Bahkan, lemparkanlah apa yang kalian bawa terlebih dahulu. Mereka pun melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, maka terbbayang oleh Musa, karena kekuatan sihir mereka, bahwa tali-tali dan tongkat-tongkat itu laksana ular-ular yang merayap cepat,

THAHA : 67-
فَأَوْجَسَ فِي نَفْسِهِ خِيفَةً مُّوسَى

TERJEMAH :

Maka Musa merasa takut dalam hatinya.

TAFSIR :

Sehingga Musa merasa ketakutan dalam hatinya.

THAHA : 68-
قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ الْأَعْلَى

TERJEMAH :

Kami berkata: “janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).

TAFSIR :

Ketika itulah, Allah berkata kepada Musa : Janganlah takut terhadap sesuatu pun, karena kamulah yang lebih unggul dibandingkan para penyihir, Fir’aun dan pasukannya, serta kamu akan mengalahkan mereka.

THAHA : 69-
وَأَلْقِ مَا فِي يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوا إِنَّمَا صَنَعُوا كَيْدُ سَاحِرٍ وَلَا يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى

TERJEMAH :

Dan lemparkanlah apa yang ada ditangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. “Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang”.

TAFSIR :

Lemparkanlah tongkatmu yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka. Apa yang mereka perbuat di hadapanmu hanyalah makar penyihir dan bayangan sihir. Penyihir itu tidak akan menang dengan sihirnya, di mana saja ia berada.

THAHA : 70-
فَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ هَارُونَ وَمُوسَى

TERJEMAH :

Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud,seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.

TAFSIR :

Musa pun melempar tongkatnya, lalu tongkat itu menelan apa yang mereka buat, maka tampaklah kebenaran dan hujjah tegak atas mereka. Para penyihir itu pun menyungkurkan diri mereka ke tanah untuk bersujud, seraya berkata : Kami beriman kepada Rabb Harun dan Musa. Seandainya ini sihir juga, niscaya kami pasti tidak akan terkalahkan.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*