Tafsir Al-Muyasar Surat Thaha 111-115

THAHA : 111-

وَعَنَتِ الْوُجُوهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّومِ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

TERJEMAH :

Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya).Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman.

TAFSIR :

Wajah-wajah makhluk tunduk dan menghinakan diri kepada Penciptanya yang memiliki semua makna-makna kehidupan yang sempurna, sebagaimana yang patut bagi keagungan-Nya, yang tidak akan pernah mati, yang senantiasa mengatur urusan segala sesuatu, yang tidak membutuhkan kepada selain-Nya. Sungguh merugilah orang yang telah mempersekutukan salah satu makhluk Allah dengan-Nya pada Hari Kiamat.

THAHA : 112-

وَمَن يَعْمَلْ مِنَ الصَّالِحَاتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا

TERJEMAH :

Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal yang saleh dan ia dalam keadaan beriman, maka ia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya.

TAFSIR :

Barangsiapa mengerjakan amal-amal shalih dalam keadaan beriman kepada Rabbnya, maka ia tidak khawatir dizhalimi dengan ditambah keburukannya, dan tidak pula mendapat pengurangan dengan dikurangi kebajikan-kebajikannya.

THAHA : 113-

وَكَذَلِكَ أَنزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ الْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا

TERJEMAH :

Dan demikianlah Kami menurunkan Al Qur’an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali, di dalamnya sebahagian dari ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) Al Qur’an itu menimbulkan pengajaran bagi mereka.

TAFSIR :

Sebagaimana Kami jadikan orang-orang Mukmin senang dengan amal-amal shalih, dan Kami peringatkan orang-orang kafir dari tetap dalam kemaksiatan mereka dan kekafiran mereka kepada ayat-ayat Kami. Kami turunkan al-Qur’an ini dalam bahasa Arab; agar mereka memahaminya, dan Kami uraikan didalamnya berbagai macam ancaman; dengan harapan agar mereka bertakwa kepada Rabb mereka, atau al-Qur’an ini akan menjadi peringatan bagi mereka, lalu mereka mengambil pelajaran darinya.

THAHA : 114-

فَتَعَالَى اللَّهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ وَلَا تَعْجَلْ بِالْقُرْآنِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَى إِلَيْكَ وَحْيُهُ وَقُل رَّبِّ زِدْنِي عِلْمًا

TERJEMAH :

Maka Maha Tinggi Allah Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca Al qur’an sebelum disempurnakan mewahyukannya kepadamu [947], dan katakanlah: “Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.”

[947] Maksudnya: Nabi Muhammad r dilarang oleh Allah menirukan bacaan Jibril u kalimat demi kalimat,sebelum Jibril u selesai membacakannya, agar dapat Nabi Muhammad r menghafal dan memahami betul-betul ayat yang diturunkan itu.

TAFSIR :

Maka Mahasuci Allah dan Mahatinggi, serta Mahasuci dari segala kekurangan, Raja yang menguasai kekuasaan-Nya dengan segala wewenang, yang bertindak terhadap segala sesuatu, Yang Mahabenar, jani-Nya benar, ancaman-Nya benar, dan segala sesuatu dari-Nya adalah benar. Janganlah tergesa-gesa, wahai Rasul, dengan mendahului Jibril dalam membaca al-Qur’an sebelum ia selesai darinya, dan katakanlah : Wahai Rabbku, tambahkanlah ilmu kepadaku di samping ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari as-Suddi berkata : Jika Jibril turun dengan al-Qur’an, Nabi صلی الله عليه وسلم mendapat kesulitan dalam menghafalnya, sehingga hal itu memberatkan beliau, beliau khawatir Jibril telah naik ke langit sementara beliau masih belum menghafalnya, maka Allah menurunkan ayat 114 ini

THAHA : 115-

وَلَقَدْ عَهِدْنَا إِلَى آدَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِيَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُ عَزْمًا

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya telah Kami perintahkan [948] kepada Adam dahulu, maka ia lupa (akan perintah itu), dan tidak Kami dapati padanya kemauan yang kuat.

[948] Perintah Allah ini tersebut dalam ayat 35 surat (2) Al Baqarah.

TAFSIR :

Sesungguhnya Kami telah wasuatkan kepada Adam, sebelum ia makan dari pohon larangan, agar ia tidak makan darinya. Dan Kami katakan kepadanya : Sesungguhnya Iblis adalah musuh bagimu dan bagi istrimu. Jangan sampai ia mengeluarkan kalian dari surga, lalu kamu dan istrimu akan sengsara di dunia. Namun Iblis menggodanya, lalu Adam menaatinya dan lupa akan wasiat itu. Kami mendapatinya tidak memiliki kemauan yang kuat untuk menjaga apa yang diperintahkan kepadanya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*