Tafsir Al-Muyasar Surat Thaha 106-110

THAHA : 106-

فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا

TERJEMAH :

maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu datar sama sekali,

TAFSIR :

Dia membiarkan bumi pada hari itu terbentang rata, licin, tidak bertumbuhan.

THAHA : 107-

لَا تَرَى فِيهَا عِوَجًا وَلَا أَمْتًا

TERJEMAH :

tidak ada sedikitpun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi-tinggi.

TAFSIR :

Orang yang memandangnya, karena lurusnya tidak melihat kemiringan, bergelombang, atau menurun.

THAHA : 108-

يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ الدَّاعِيَ لَا عِوَجَ لَهُ وَخَشَعَت الْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا

TERJEMAH :

Pada hari itu manusia mengikuti (menuju kepada suara) penyeru [945] dengan tidak berbelok-belok; dan merendahlah semua suara kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu tidak mendengar kecuali bisikan saja.

[945] Yang dimaksud dengan penyeru di sini ialah malaikat yang memanggil manusia untuk menghadap ke hadirat Allah.

TAFSIR :

Pada hari itu manusia mengikuti suara penyeru menuju pemberhentian kiamat, tidak ada yang bisa menghindar dari seruan penyeru; karena ini adalah kebenaran bagi semua makhluk. Sementara suara-suara lainnya terdiam karena tunduk kepada Yang Maha Pemurah, sehingga kamu tidak mendengar kecuali suara bisikan saja.

THAHA : 109-

يَوْمَئِذٍ لَّا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ الرَّحْمَنُ وَرَضِيَ لَهُ قَوْلًا

TERJEMAH :

Pada hari itu tidak berguna syafa’at [946], kecuali (syafa’at) orang yang Allah Maha Pemurah telah memberi izin kepadanya, dan Dia telah meridhai perkataannya.

[946] Lihat yang dimaksud dengan syafaat not no. 46.

TAFSIR :

Pada hari itu syafaat tidak berguna bagi seorang makhluk pun, kecuali bila Allah Yang Maha Pemurah telah memberi izin kepada pemberi syafaat, dan meridhai orang yang diberi syafaat. Hal itu tidak berlaku kecuali bagi seorang Mukmin yang ikhlas.

THAHA : 110-

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا

TERJEMAH :

Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.

TAFSIR :

Allah mengetahui apa yang ada di hadapan manusia berupa perkara kiamat, dan apa yang ada di belakang mereka berupa perkara dunia, sedangkan makhluk-Nya tidak meliputi ilmu-Nya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*