Tafsir Al-Muyasar Surat Shaad 6-10

SHAAD : 6-

وَانطَلَقَ الْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ امْشُوا وَاصْبِرُوا عَلَى آلِهَتِكُمْ إِنَّ هَذَا لَشَيْءٌ يُرَادُ

TERJEMAH :

Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka (seraya berkata): “Pergilah kamu dan tetaplah (menyembah) tuhan-tuhanmu, sesungguhnya ini benar-benar suatu hal yang dikehendaki [1297].

[1297] Maksudnya: menurut orang-orang kafir bahwa menyembah tuhan-tuhan itulah yang sebenarnya dikehendaki oleh Allah.

TAFSIR :

Lalu para tokoh dan para pembesar kaum berusaha mendorong mereka untuk mempertahankan kesyirikan dan memperjuangkan keragaman tuhan-tuhan. Mereka berkata : Apa yang dibawa Rasul tersebut adalah sesuatu yang direncanakan dengan tujuan meraih kepemimpinan dan kedudukan.

SHAAD : 7-

مَا سَمِعْنَا بِهَذَا فِي الْمِلَّةِ الْآخِرَةِ إِنْ هَذَا إِلَّا اخْتِلَاقٌ

TERJEMAH :

Kami tidak pernah mendengar hal ini dalam agama yang terakhir [1298]; ini (mengesakan Allah), tidak lain hanyalah (dusta) yang diada-adakan,

[1298] Yang dimaksud oleh orang-orang kafir Quraisy dengan “agama yang terakhir” ialah agama Nasrani yang menigakan Tuhan.

TAFSIR :

Apa yang dia dakwahkan belum pernah kami dengar di kalangan leluhur kami orang-orang Quraisy, dan dalam agama Nasrani. Apa yang dia sampaikan hanyalah kedustaan dan kebohongan.

SHAAD : 8-

أَأُنزِلَ عَلَيْهِ الذِّكْرُ مِن بَيْنِنَا بَلْ هُمْ فِي شَكٍّ مِّن ذِكْرِي بَلْ لَمَّا يَذُوقُوا عَذَابِ

TERJEMAH :

mengapa Al Qur’an itu diturunkan kepadanya di antara kita?” Sebenarnya mereka ragu-ragu terhadap Al Qur’an-Ku, dan sebenarnya mereka belum merasakan azab-Ku.

TAFSIR :

Mengapa Muhammad yang diberi al-Qur’an dan bukan kami?? Justru mereka dalam kebimbangan terhadap wahyu-Ku kepadamu (wahai Rasul) dan pengangkatan-Ku terhadapmu sebagai Rasul. Bahkan mereka berkata demikian, karena mereka belum pernah mencicipi adzab Allah. Sekiranya mereka telah merasakannya, niscaya mereka tidak akan berkata demikian.

Asbabun Nuzul :

Ahmad, at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan al-Hakim meriwayatkan dan dia menshahihkannya dari Ibnu Abbas berkata : Abu Thalib sakit, maka Quraisy mendatanginya dan Nabi صلی الله عليه وسلم juga mendatanginya, lalu mereka mengadukannya kepada Abu Thalib, Abu Thalib berkata : Wahai keponakanku, apa yang kamu inginkan dari kaummu?? Nabi صلی الله عليه وسلم menjawab : Aku ingin dari mereka satu kalimat, dengannya orang-orang Arab akan tunduk kepada mereka dan orang-orang Ajam akan membayar kepada mereka. Dia berkata : Satu kalimat??. Nabi صلی الله عليه وسلم menjawab : Ya. Dia berkata : apa itu?? Nabi صلی الله عليه وسلم  menjawab : La ilaha illallah. Maka mereka berkata : Satu Tuhan?? Ini benar-benar aneh. Maka Allah menurunkan ayat 1 sampai dengan firman Allah ayat 8.

SHAAD : 9-

أَمْ عِندَهُمْ خَزَائِنُ رَحْمَةِ رَبِّكَ الْعَزِيزِ الْوَهَّابِ

TERJEMAH :

Atau apakah mereka itu mempunyai perbendaharaan rahmat Tuhanmu Yang Maha Perkasa lagi Maha Pemberi ?

TAFSIR :

Apakah mereka memiliki kunci-kunci karunia Rabbmu yang Mahaperkasa dalam kekuasaan-Nya, Maha Memberi apa yang dikehendaki-Nya dari rizki dan karunia-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara makhluk-Nya.

SHAAD : 10-

أَمْ لَهُم مُّلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَلْيَرْتَقُوا فِي الْأَسْبَابِ

TERJEMAH :

Atau apakah bagi mereka kerajaan langit dan bumi dan yang ada di antara keduanya? (Jika ada), maka hendaklah mereka menaiki tangga-tangga (ke langit).

TAFSIR :

Ataukah orang-orang musyrikin itu mempunyai kerajaan langit dan bumi serta apa yang ada di antara keduanya, sehingga mereka bisa memberi dan menahan?? Hendaknya mereka mengambil sebab-sebab yang bisa menyampaikan mereka ke langit sehingga mereka bisa menetapkan apa yang mereka inginkan, memberi atau tidak??

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*