Tafsir Al-Muyasar Surat Saba’ 21-25

SABA’ : 21-

وَمَا كَانَ لَهُ عَلَيْهِم مِّن سُلْطَانٍ إِلَّا لِنَعْلَمَ مَن يُؤْمِنُ بِالْآخِرَةِ مِمَّنْ هُوَ مِنْهَا فِي شَكٍّ وَرَبُّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَفِيظٌ

TERJEMAH :

Dan tidak adalah kekuasaan iblis terhadap mereka, melainkan hanyalah agar Kami dapat membedakan siapa yang beriman kepada adanya kehidu- pan akhirat dari siapa yang ragu-ragu tentang itu. Dan Tuhanmu Maha Memelihara segala sesuatu.

TAFSIR :

Namun Iblis tetap tidak memiliki kekuasaan atas orang-orang kafir sehingga bisa memaksa mereka untuk menjadi kafir. Akan tetapi hikmah Allah menuntut untuk memberi kesempatan kepada Iblis untuk menggoda Bani Adam agar apa yang Allah ketahui di alam azali terlihat. Supaya Dia membedakan antara siapa yang membenarkan kebangkitan, pahala dan siksa dengan siapa yang meragukannya. Dan Rabbmu Maha Menjaga segala sesuatu dengan penjagaan-Nya dan membalas atasnya.

SABA’ : 22-

قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِ اللَّهِ لَا يَمْلِكُونَ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ وَمَا لَهُمْ فِيهِمَا مِن شِرْكٍ وَمَا لَهُ مِنْهُم مِّن ظَهِيرٍ

TERJEMAH :

Katakanlah: ” Serulah mereka yang kamu anggap (sebagai tuhan) sela- in Allah, mereka tidak memiliki (kekuasaan) seberat zarrahpun di la- ngit dan di bumi, dan mereka tidak mempunyai suatu sahampun dalam ( penciptaan) langit dan bumi dan sekali-kali tidak ada di antara mere- ka yang menjadi pembantu bagi-Nya.

TAFSIR :

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang musyrikin : Panggillah apa yang menurut kalian adalah sekutu-sekutu bagi Allah, lalu kalian menyembahnya selain Allah berupa berhala-berhala, malaikat-malaikat dan manusia. Mintalah mereka untuk menunaikan hajat kalian, karena mereka tidak akan menjawab kalian. Mereka tidak memiliki apa pun seberat semut kecil di langit dan tidak pula di bumi. Mereka tidak memiliki wewenang sedikit pun pada keduanya. Allah tidak dibantu oleh seorang pun dari orang-orang musyrikin itu untuk menciptakan sesuatu, sebaliknya Allah adalah satu-satunya Dzat yang mengadakan. Maka hanya Dia-lah yang patut disembah, tidak seorang pun selain-Nya yang berhak atas itu.

SABA’ : 23-

وَلَا تَنفَعُ الشَّفَاعَةُ عِندَهُ إِلَّا لِمَنْ أَذِنَ لَهُ حَتَّى إِذَا فُزِّعَ عَن قُلُوبِهِمْ قَالُوا مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ قَالُوا الْحَقَّ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

TERJEMAH :

Dan tiadalah berguna syafa’at di sisi Allah melainkan bagi orang yang telah diizinkan-Nya memperoleh syafa’at itu, sehingga apabila telah dihilangkan ketakutan dari hati mereka, mereka berkata “Apa- kah yang telah difirmankan oleh Tuhan-mu?” Mereka menjawab: (Perkataan) yang benar”, dan Dia-lah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar[1241].

[1241] Ayat ini menerangkan bahwa pemberian syafa’at hanya dapat berlaku dengan izin Tuhan. Orang-orang yang akan diberi izin memberi sya- fa’at dan orang-orang yang akan mendapat syafa’at merasa takut dan harap-harap cemas atas izin Tuhan. Tatkala takut dihilangkan dari hati mereka, orang-orang yang akan mendapat syafa’at bertanya ke- pada orang-orang yang diberi syafa’at: “Apa yang dikatakan oleh Tuhanmu?”. Mereka menjawab: “Perkataan yang benar”, yaitu Tuhan mengizinkan memberi syafa’at kepada orang-orang yang disukai-Nya yaitu orang-orang mu’min.

TAFSIR :

Syafaat pemberi syafa’at di sisi Allah tidak akan berguna kecuali bagi siapa yang Allah izinkan. Dan diantara keagungan dan kemuliaan Allah adalah bahwa bila Dia berfirman dengan wahyu lalu penduduk langit mendengar firman-Nya, maka mereka akan gemetar ketakutan, sehingga mereka seperti pingsan. Sehingga pada saat ketakutan itu lenyap dari hati mereka, sebagian bertanya kepada sebagian yang lain : Apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?? Malaikat menjawab : Dia berfirman yang haq, dan Dia Mahatinggi dengan Dzat-Nya, kekuasaan-Nya dan kedudukan-Nya, lagi Mahabesar atas segala sesuatu.

SABA’ : 24-

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ قُلِ اللَّهُ وَإِنَّا أَوْ إِيَّاكُمْ لَعَلَى هُدًى أَوْ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

TERJEMAH :

Katakanlah: “Siapakan yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan dari bumi?” Katakanlah: “Allah”, dan sesungguhnya kami atau ka- mu (orang-orang musyrik), pasti berada dalam kebenaran atau dalam kesesatan yang nyata.

TAFSIR :

Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang musyrikin : Siapa yang memberi kalian rizki dari langit dengan hujan, dan dari bumi dengan tanaman, barang tambang dan lainnya?? Mereka pasti akan mengakui bahwa Dia adalah Allah. Namun bila mereka tidak mengakui, maka katakanlah kepada mereka : Dia-lah Dzat Yang Maha Memberi Rizki. Dan sesungguhnya salah satu di antara kedua kubu, kami atau kalian di atas hidayah yang kokoh dari-Nya, atau dalam kesesatan yang nyata lagi terbenam di dalamnya.

SABA’ : 25-

قُل لَّا تُسْأَلُونَ عَمَّا أَجْرَمْنَا وَلَا نُسْأَلُ عَمَّا تَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

Katakanlah: “Kamu tidak akan ditanya (bertanggung jawab) tentang dosa yang kami perbuat dan kami tidak akan ditanya (pula) tentang apa yang kamu perbuat”.

TAFSIR :

Katakanlah : Kalian tidak akan ditanya tentang dosa-dosa kami dan kami juga tidak akan ditanya tentang perbuatan-perbuatan kalian, karena kami berlepas diri dari kalian dan dari kekufuran kalian.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*