Tafsir Al-Muyasar Surat Maryam 51-55

MARYAM : 51-

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ مُوسَى إِنَّهُ كَانَ مُخْلَصًا وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا

TERJEMAH :

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka), kisah Musa di dalam Al Kitab (Al Quraan) ini. Sesungguhnya ia adalah seorang yang dipilih dan seorang rasul dan nabi.

TAFSIR  :

Sebutkanlah, wahai Rasul, kisah Musa dalam al-Qur”an. Sesungguhnya ia adalah orang pilihan dan seorang Rasul sekaligus Nabi di antara Rasul-rasul Ulul Azmi.

MARYAM : 52-

وَنَادَيْنَاهُ مِن جَانِبِ الطُّورِ الْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَاهُ نَجِيًّا

TERJEMAH :

Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung Thur dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia munajat (kepada Kami).

TAFSIR  :

Kami telah menyeru Musa dari arah bukit Thur “Sinai” sebelah kanan Musa. Kami mendekatkannya dan memuliakannya dengan cara Kami bercakap-cakap kepadanya. Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat Kalam (bercakap-cakap) bagi Allah sebagaimana yang selaras dengan keagungan dan kesempurnaan-Nya.

MARYAM : 53-

وَوَهَبْنَا لَهُ مِن رَّحْمَتِنَا أَخَاهُ هَارُونَ نَبِيًّا

TERJEMAH :

Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi.

TAFSIR  :

Kami berikan kepada Musa sebagian dari rahmat Kami, saudaranya, Harun menjadi seorang Nabi yang akan menguatkannya dan membantunya.

MARYAM : 54-

وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِسْمَاعِيلَ إِنَّهُ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا

TERJEMAH :

Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al Quraan. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi.

TAFSIR  :

Sebutkanlah, wahai Rasul, berita Ismail dalam al-Qur”an ini. Seungguhnya ia adalah seorang yang jujur dalam janjinya. Ia tidak berjanji sedikit pun melainkan ia akan menepatinya, dan ia adalah seorang Rasul sekaligus Nabi.

MARYAM : 55-

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِ مَرْضِيًّا

TERJEMAH :

Dan ia menyuruh ahlinya [906] untuk bersembahyang dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya.

[906] Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan “ahlinya” ialah umatnya.

TAFSIR  :

Ia memerintahkan keluarganya supaya mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*