Tafsir Al-Muyasar Surat Luqmaan 11-15

Luqmaan : 11-

هَذَا خَلْقُ اللَّهِ فَأَرُونِي مَاذَا خَلَقَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ بَلِ الظَّالِمُونَ فِي ضَلَالٍ مُّبِينٍ

TERJEMAH :

Inilah ciptaan Allah, maka perlihatkanlah olehmu kepadaku apa yang telah diciptakan oleh sembahan-sembahan(mu) selain Allah. Sebenarnya orang- orang yang zalim itu berada di dalam kesesatan yang nyata.

 TAFSIR :

Segala apa yang kalian saksikan adalah makhluk Allah, maka tunjukkanlah kepadaku (wahai orang-orang musyrikin) apa yang telah diciptakan oleh Illah-Illah kalian yang kalian sembah selain Allah?? Sebaliknya orang-orang musyrik itu dalam keadaan menyimpang yang jauh dari kebenaran dan jalan yang lurus.

Luqmaan : 12-

وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

TERJEMAH :

Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

 TAFSIR :

Dan Kami telah memberi hamba Kami yang shalih, yaitu Luqman hikmah, yaitu pemahaman dalam agama, akal dan kebenaran dalam berkata. Kami katakan kepadanya : Syukurilah nikmat-nikmat Allah kepadamu untuk-Nya. Barangsiapa yang bersyukur kepada Rabbnya, maka manfaatnya kembali kepada dirinya sendiri. Sebaliknya barangsiapa mengingkari nikmat-nikmat-Nya maka sesungguhnya Allah Mahakaya dari syukurnya, tidak memerlukannya, bagi-Nya segala puji dan sanjungan baik dalam keadaan apa pun.

Luqmaan : 13-

وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

TERJEMAH :

Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”.

 TAFSIR :

Ingatlah (wahai Rasul) nasihat Luqman kepada anaknya saat dia menasihatinya : Wahai anakku, jangan mempersekutukan Allah dengan sesuatu karenanya kamu menzhalimi dirimu. Sesungguhnya syirik adalah perbuatan dosa yang paling besar dan paling buruk.

Luqmaan : 14-

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَى وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

TERJEMAH :

Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu- bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah- tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun [1181]. Bersyukurlah kepadaKu dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.

[1181] Maksudnya: Selambat-lambat waktu menyapih ialah setelah anak berumur dua tahun.

 TAFSIR :

Dan Kami memerintahkan manusia agar berbakti dan berbuat baik kepada bapak ibunya. Ibunya mengandungnya dalam keadaan lemah di atas kelemahan, mengandungnya dan menyapihnya setelah menyusuinya selama dua tahun. Kami berfirman kepadanya : Bersyukurlah kepada Allah kemudian berterima kasihlah kepada bapak ibumu. Hanya kepada-Ku-lah kalian akan kembali, lalu aku akan membalas masing-masing sesuai haknya.

Luqmaan : 15-

وَإِن جَاهَدَاكَ عَلى أَن تُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا وَصَاحِبْهُمَا فِي الدُّنْيَا مَعْرُوفًا وَاتَّبِعْ سَبِيلَ مَنْ أَنَابَ إِلَيَّ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.

 TAFSIR :

Bila bapak ibumu (wahai anak yang beriman) berusaha untuk membuatmu mempersekutukan-Ku dengan sesuatu dalam ibadah-mu kepada-ku, di mana kamu tidak memiliki ilmu tentangnya, atau keduanya mengajakmu berbuat maksiat, maka jangan taati keduanya. Karena tidak ada ketaatan bagi makhluk untuk bermaksiat kepada Khalik, namun tetaplah bergaul dengan keduanya di dunia ini dengan baik dalam hal-hal yang bukan mengandung dosa. Wahai anak yang beriman, tempuhlah jalan orang-orang yang bertaubat dari dosanya, kembali kepada-Ku, beriman kepada utusan-Ku Muhammad, kemudian hanya kepada-Ku lah tempat kembali kalian, lalu Aku mengabarkan kepada kalian apa yang dulu kalian kerjakan di dunia, dan Aku membalas setiap pelaku sesuai dengan perbuatannya.

 

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*