Tafsir Al-Muyasar Surat Ibrahim 21-30

IBRAHIM : 21

وَبَرَزُواْ لِلّهِ جَمِيعًا فَقَالَ الضُّعَفَاء لِلَّذِينَ اسْتَكْبَرُواْ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ اللّهِ مِن شَيْءٍ قَالُواْ لَوْ هَدَانَا اللّهُ لَهَدَيْنَاكُمْ سَوَاء عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَا أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ
Terjemah :
Dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) akan berkumpul menghadap ke hadirat Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong: “Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut- pengikutmu, maka dapatkah kamu menghindarkan daripada kami azab Allah (walaupun) sedikit saja? Mereka menjawab: “Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepadamu. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar. Sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri”.
Tafsir :
Manusia akan keluar dari kubur mereka, dan mereka semua pada Hari Kiamat menghadap kepada Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa, agar Dia memutuskan perkara di antara mereka. Maka, para pengikut berkata kepada pemimpin mereka : Sesungguhnya kami dahulu sebagai pengikut kalian di dunia, kami melaksanakan perintah kalian, maka apakah kalian (sekarang) dapat menghindarkan kami dari adzab Allah sedikit saja, sebagaimana yang kalian janjikan kepada kami?? Para pemimpin menjawab : Seandainya Allah memberi kami petunjuk kepada keimanan, niscaya kami menunjukkan kalian kepadanya. Tetapi Dia tidak memberi taufik kepada kami, sehingga kami sesat dan menyesatkan kalian. Sama saja bagi kami dan bagi kalian, apakah mengeluh atau bersabar. Karena kita tidak memiliki tempat berlari dan tempat menyelamatkan diri dari adzab.

IBRAHIM : 22

وَقَالَ الشَّيْطَانُ لَمَّا قُضِيَ الأَمْرُ إِنَّ اللّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ الْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ وَمَا كَانَ لِيَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَانٍ إِلاَّ أَن دَعَوْتُكُمْ فَاسْتَجَبْتُمْ لِي فَلاَ تَلُومُونِي وَلُومُواْ أَنفُسَكُم مَّا أَنَاْ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَا أَنتُمْ بِمُصْرِخِيَّ إِنِّي كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ إِنَّ الظَّالِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Dan berkatalah syaitan tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan: “Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepadamu janji yang benar, dan akupun telah menjanjikan kepadamu tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadapmu, melainkan (sekedar) aku menyeru kamu lalu kamu mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kamu mencerca aku akan tetapi cercalah dirimu sendiri. Aku sekali-kali tidak dapat menolongmu dan kamupun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku tidak membenarkan perbuatanmu mempersekutukan aku (dengan Allah) sejak dahulu”. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.
Tafsir :
Setan berkata (setelah Allah menyelesaikan urusan dan menghisab makhluk-Nya, lalu ahli surga masuk ke dalam surga dan ahli neraka masuk ke dalam neraka) : Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian dengan janji yang benar tentang kebangkitan dan balasan, sedangkan aku menjanjikan kepada kalian dengan janji yang batil bahwa tidak aka nada kebangkitan dan balasan, lalu aku menyelisihi janjiku kepada kalian. Aku sama sekali tidak memiliki kekuatan yang dengannya aku dapat memaksakan kalian untuk mengikutiku, dan tidak pula aku memiliki hujjah (bukti yang nyata), tetapi aku menyeru kalian kepada kekafiran dan kesesatan lalu kalian mengikutiku. Karena itu, janganlah kalian mencelaku, tapi celalah diri kalian sendiri. Dosa adalah dosa kalian. Aku tidak dapat menolong kalian, dan kalian juga tidak dapat menolongku dari adzab Allah. Sesungguhnya aku berlepas diri dari perbuatan kalian yang menjadikan aku sebagai sekutu di samping Allah dalam menaati-Nya di dunia. Sesungguhnya orang-orang yang zhalim (dalam hal berpalingnya mereka dari kebenaran dan mengikuti kebatilan) akan mendapat adzab yang pedih lagi menyakitkan.

IBRAHIM : 23

وَأُدْخِلَ الَّذِينَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلاَمٌ
Terjemah :
Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal saleh ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan seizin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka dalam syurga itu ialah “salaam”[785].
________________________________________
[785] Artinya: sejahtera dari segala bencana.
Tafsir :
Orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya serta melakukan amal-amal shalih dimasukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai dari bawah pepohonan dan istana-istananya, mereka tidak keluar darinya selama-lamanya (dengan izin Rabb mereka dan kekuatan-Nya). Di dalamnya mereka diberi penghormatan dengan salam dari Allah, malaikat-Nya dan orang-orang Mukmin.

IBRAHIM : 24

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاء
Terjemah :
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik [786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,
________________________________________
[786] Termasuk dalam “kalimat yang baik” ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti “laa ilaa ha illallaah”.
Tafsir :
Tidakkah kamu tahu, wahai Rasul, bagaimana Allah membuat perumpamaan kaliamat tauhid : laa ilaaha illallah, dengan pohon yang besar, yaitu pohon kurma, akarnya kokoh di dalam tanah, dan bagian atasnya menjulang tinggi ke arah langit??

IBRAHIM : 25

تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللّهُ الأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
Terjemah :
pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.
Tafsir :
Pohon itu memberikan buahnya setiap waktu dengan seizing Rabbnya. Demikian pula pohon iman, akarnya kukuh dalam hati orang Mukmin berupa ilmu dan keyakinan, dan cabang-cabangnya berupa amal-amal shalih dan akhlak yang diridhai, dinaikkan kepada Allah dan ia mendapatkan pahalanya di setiap waktu. Allah membuat perumpamaan-perumamaan bagi manusia, agar mereka ingat dan mengambil pelajaran, lalu mereka dapat mengambil pelajaran.

IBRAHIM : 26

وَمَثلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ الأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ
Terjemah :
Dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun.
________________________________________
[787] Termasuk dalam “kalimat yang buruk” ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.
Tafsir :
Sementara perumpamaan kalimat yang buruk (yaitu kalimat kekafiran) adalah seperti pohon yang buruk rasanya, yaitu pohon Hanzhal, yang tercabut dari permukaan bumi; karena akar-akarnya dekat dengan permukaan tanah, tidak memiliki akar yang kuat dan tidak pula memiliki cabang yang tinggi. Demikian pula orang kafir tidak memiliki pendirian dan tidak memiliki kebaikan, amal kebaikannya tidak dinaikkan kepada Allah.

IBRAHIM : 27

يُثَبِّتُ اللّهُ الَّذِينَ آمَنُواْ بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللّهُ مَا يَشَاء
Terjemah :
Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu[788] dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang zalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.
________________________________________
[788] Yang dimaksud “ucapan-ucapan yang teguh” di sini ialah kalimatun thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.
Tafsir :
Allah mengukuhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang benar lagi kukuh, yaitu persaksian bahwa tiada Ilah yang berhak disembah kecuali Allah, dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, dan apa yang dibawanya berupa agama yang hak. Dengannyalah Allah mengukuhkan mereka dalam kehidupan dunia, saat kematian mereka dengan husnul khatimah, dan di dalam kubur ketika mendapat pertanyaan dua malaikat dengan menunjukkan mereka kepada jawaban yang benar. Sementara Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim dari kebenaran di dunia dan akhirat. Allah melakukan apa yang dikehendaki-Nya, yaitu memberi taufik kepada orang-orang yang beriman dan menelantarkan orang-orang kafir dan zhalim.

IBRAHIM : 28

أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَةَ اللّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ الْبَوَارِ
Terjemah :
Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang telah menukar nikmat Allah[789] dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan?,
________________________________________
[789] Lihat footnote [133]
Tafsir :
Tidakkah kamu memperhatikan, wahai orang yang diajak bicara (maksudnya adalah manusia secara umum) keadaan orang-orang yang mendustakan dari kalangan kaum kafir Quraisy yang memilih kekafiran kepada Allah sebagai ganti rasa syukur kepada-Nya atas nikmat rasa aman di al-Haram (Makkah) dan diutusnya Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم di tengah-tengah mereka?? Sungguh mereka telah menempatkan para pengikut mereka di negeri kebinasaan, ketika mereka menjadi sebab keluarnya mereka ke Badar lalu mereka terbunuh, dan tempat kembali mereka adalah negeri kebinasaan,

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Atha bin Yasar berkata : Ayat 28 ini turun kepada orang-orang musyrik yang terbunuh dalam perang Badar.

IBRAHIM : 29

جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا وَبِئْسَ الْقَرَارُ
Terjemah :
yaitu neraka jahannam; mereka masuk kedalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman.
Tafsir :
yaitu Jahanam, mereka masuk di dalamnya dan mereka merasakan panasnya. Seburuk-buruk tempat tinggal adalah tempat tinggal mereka.

IBRAHIM : 30

وَجَعَلُواْ لِلّهِ أَندَادًا لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِ قُلْ تَمَتَّعُواْ فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى النَّارِ
Terjemah :
Orang-orang kafir itu telah menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: “Bersenang-senanglah kamu, karena sesungguhnya tempat kembalimu ialah neraka”. Perintah-perintah Allah untuk mendirihan shalat dan memberikan sedekah.
Tafsir :
Orang-orang kafir itu menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah, mereka menyembah sekutu-sekutu itu di samping menyembah Allah, dengan maksud untuk menjauhkan manusia dari agama-Nya. Katakanlah kepada mereka, wahai Rasul : Bersenang-senanglah dalam kehidupan dunia; karena ia segera lenyap, dan sesungguhnya tempat kembali kalian ialah adzab Jahanam.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*