Tafsir Al-Muyasar Surat Ibrahim 1-10

IBRAHIM : 1

الَر كِتَابٌ أَنزَلْنَاهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَى صِرَاطِ الْعَزِيزِ الْحَمِيدِ
Terjemah :
Alif, laam raa. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji.
Tafsir :
Aliif, laam, raa. Penjelasan tentang penggalan huruf (huruf al-muqaththa”ah) ini telah di bahas pada awal surat al-Baqarah. Al-Qur”an ini adalah Kitab yang Kami wahyukan kepadamu, wahai Rasul, agar kamu mengeluarkan manusia dari kesesatan kepada petunjuk dan cahaya yang terang (dengan izin Rabb mereka dan taufik-Nya kepada mereka, kepada Islam yang notabene adalah jalan Allah yang menang lagi terpuji dalam segala keadaan.

IBRAHIM : 2

اللّهِ الَّذِي لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الأَرْضِ وَوَيْلٌ لِّلْكَافِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ
Terjemah :
Allah-lah yang memiliki segala apa yang di langit dan di bumi. Dan kecelakaanlah bagi orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih,
Tafsir :
Allah-lah yang memiliki segala apa yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, baik ciptaan, kekuasaan maupun wewenang, maka Dialah yang wajib untuk disembah semata-mata. Kelak Dia akan menimpakan kebinasaan dan adzab yang pedih pada hari kiamat kepada orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak mengikuti Rasul-rasul-Nya.

IBRAHIM : 3

الَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا أُوْلَـئِكَ فِي ضَلاَلٍ بَعِيدٍ
Terjemah :
(yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia dari pada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (ma- nusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh.
Tafsir :
Orang-orang yang berpaling dan tidak beriman kepada Allah serta mengikuti Rasul-rasul-Nya, mereka itulah orang-orang yang memilih kehidupan dunia yang fana dan meninggalkan akhirat yang kekal. Mereka menghalangi manusia dari mengikuti agama Allah, dan mereka menginginkannya sebagai jalan yang bengkok agar sejalan dengan hawa nafsu mereka. Orang-orang yang bersifatkan dengan sifat-sifat ini berada dalam kesesatan dari kebenaran, jauh dari segala sebab-sebab hidayah

IBRAHIM : 4

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلاَّ بِلِسَانِ قَوْمِهِ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ فَيُضِلُّ اللّهُ مَن يَشَاء وَيَهْدِي مَن يَشَاء وَهُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Terjemah :
Kami tidak mengutus seorang rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya [779], supaya ia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan [780] siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Kuasa lagi Maha Bijaksana.
________________________________________
[779] Al Qur”an diturunkan dalam bahasa Arab itu, bukanlah ber- arti bahwa Al Qu”an untuk bangsa Arab saja tetapi untuk se- luruh manusia.
[780] Lihat footnote [34]
Tafsir :
Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelummu, wahai Rasul, melainkan dengan bahasa kaumnya; agar ia dapat menjelaskan syariat Allah kepada mereka. Lalu Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dari petunjuk, dan menunjukkan siapa yang dikehendaki-Nya kepada kebenaran. Dia Maha Perkasa dalam kekuasaan-Nya, lagi Maha Bijaksana yang meletakkan segala urusan pada tempatnya yang selaras dengan kebijaksanaan-Nya.

IBRAHIM : 5

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَى بِآيَاتِنَا أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ وَذَكِّرْهُمْ بِأَيَّامِ اللّهِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ
Terjemah :
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya): “Kelu- arkanlah kaummu dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada hari-hari Allah [781]”. Sesunguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.
________________________________________
[781] Yang dimaksud dengan “hari-hari Allah” ialah peristiwa yang telah terjadi pada kaum-kaum dahulu serta nikmat dan siksa yang dialami mereka.
Tafsir :
Sungguh Kami telah mengutus Musa kepada Bani Israil dan Kami meneguhkannya dengan mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenarannya. Kami perintahkan kepadanya agar menyeru mereka kepada keimanan, agar mengeluarkan mereka dari kesesatan kepada petunjuk, dan mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah dan hukuman-hukuman-Nya pada hari-hari-Nya. Sesungguhnya pada peringatan dengannya terdapat tanda-tanda bagi setiap orang yang sangat bersabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, menjauhi larangan-larangan-Nya, dan terhadap segala ketentuan-Nya, banyak bersyukur lagi melaksanakan hak-hak Allah, yang bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya. Allah menyebutkan dua golongan ini secara khusus, karena merekalah orang-orang yang mau mengambil pelajaran dari ayat-ayat Allah dan tidak melalaikannya.

IBRAHIM : 6

وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اذْكُرُواْ نِعْمَةَ اللّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنجَاكُم مِّنْ آلِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوءَ الْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَاءكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَاءكُمْ وَفِي ذَلِكُم بَلاء مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ
Terjemah :
Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: “Ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia menyelamatkan kamu dari (Fir”aun dan) pengikut-pengikutnya, mereka me- nyiksa kamu dengan siksa yang pedih, mereka menyembelih anak-anak laki-lakimu, membiarkan hidup anak-anak pe- rempuanmu; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhanmu”.
Tafsir :
Sebutkanlah, wahai Rasul, kepada kaummu kisah Musa ketika berkata kepada Bani Israil : Ingatlah nikmat Allah yang diberikan kepada kalian, ketika Dia menyelamatkan kalian dari Fir”aun dan para pengikutnya. Mereka mencicipkan pada kalian siksa yang sangat pedih, menyembelih anak-anak laki-laki kalian, hingga tidak ada seorang pun dari mereka yang akan merebut kekuasaan Fir”aun, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian untuk dijadikan sebagai pelayan dan dihinakan. Ujian dan penyelamatan tersebut sebagai cobaan yang besar bagi kalian dari Rabb kalian Yang Mahaagung.

IBRAHIM : 7

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Terjemah :
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Se- sungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”.
Tafsir :
Musa mengatakan kepada mereka : Ingatlah tatkala Rabb kalian memaklumatkan dengan maklumat yang tegas : Sungguh jika kalian bersyukur atas nikmat-nikmat-Nya, niscaya Dia benar-benar akan menambah kalian dari karunia-Nya. Sebaliknya, jika kalian mengingkari nikmat Allah, niscaya Dia pasti akan mengadzab kalian dengan adzab yang pedih.

IBRAHIM : 8

وَقَالَ مُوسَى إِن تَكْفُرُواْ أَنتُمْ وَمَن فِي الأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ اللّهَ لَغَنِيٌّ حَمِيدٌ
Terjemah :
Dan Musa berkata: “Jika kamu dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya mengingkari (nikmat Allah) maka sesungguhnya Allah Maha Kaya [782] lagi Maha Terpuji”.
________________________________________
[782] Maksudnya : Allah tidak memerlukan syukur hamba-hamba-Nya.
Tafsir :
Musa berkata kepada mereka : Jika kalian dan semua orang yang ada di permukaan bumi ini kafir kepada Allah, maka kalian tidak akan merugikan Allah sedikit pun. Sesungguhnya Allah benar-benar tidak membutuhkan makhluk-Nya, berhak mendapatkan pujian dan sanjungan, lagi terpuji dalam segala keadaan.

IBRAHIM : 9

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَأُ الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَالَّذِينَ مِن بَعْدِهِمْ لاَ يَعْلَمُهُمْ إِلاَّ اللّهُ جَاءتْهُمْ رُسُلُهُم بِالْبَيِّنَاتِ فَرَدُّواْ أَيْدِيَهُمْ فِي أَفْوَاهِهِمْ وَقَالُواْ إِنَّا كَفَرْنَا بِمَا أُرْسِلْتُم بِهِ وَإِنَّا لَفِي شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَنَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ
Terjemah :
Belumkah sampai kepadamu berita orang-orang sebelum kamu (yaitu) kaum Nuh, “Ad, Tsamud dan orang-orang sesudah mereka. Tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah. Telah datang rasul-rasul kepada mereka (membawa) bukti-bukti yang nyata lalu mereka menutupkan tangannya ke mulutnya (karena kebencian), dan berkata: “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keragu-raguan yang menggelisahkan terhadap apa yang kamu ajak kami kepadanya”.
Tafsir :
Apakah belum datang kepada kalian, wahai umat Muhammad, berita umat-umat sebelum kalian, yaitu kaum Nuh, kaum Hud, kaum Shalih, dan umat-umat sesudah mereka, tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah. Para Rasul telah datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, lalu mereka menggigit tangan mereka karena marah dan menyombongkan diri dari menerima keimanan seraya berkata kepada Rasul-rasul mereka : Sesungguhnya kami tidak mempercayai apa yang kalian bawa kepada kami, dan sungguh kami benar-benar dalam keraguan terhadap keimanan dan tauhid yang kalian serukan kepada kami yang menimbulkan kebimbangan.

IBRAHIM : 10

قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِي اللّهِ شَكٌّ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَى أَجَلٍ مُّسَـمًّى قَالُواْ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ بَشَرٌ مِّثْلُنَا تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ آبَآؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَانٍ مُّبِينٍ
Terjemah :
Berkata rasul-rasul mereka: “Apakah ada keragu-raguan terhadap Allah, Pencipta langit dan bumi? Dia menyeru kamu untuk memberi ampunan kepadamu dari dosa-dosamu dan menangguhkan (siksaan)mu sampai masa yang ditentukan?” Mereka berkata: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kamu menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami, bukti yang nyata”.
Tafsir :
Rasul-rasul mereka mengatakan : Apakah ada kebimbangan terhadap Allah dan beribadah kepada-Nya semata, padahal Dia-lah Pencipta langit dan bumi, Yang mengadakan keduanya dari ketiadaan dengan tanpa ada contoh sebelumnya, dan Dia menyeru kalian kepada keimanan; agar Dia mengampuni kalian dari kemusyrikan yang dulu pernah kalian lakukan, dan menghindarkan adzab yang pedih dari kalian, lalu Dia menangguhkan masa tinggal kalian di dunia sampai waktu yang telah ditentukan-Nya, yaitu akhir ajal kalian, sehingga Dia tidak mengadzab kalian di dunia?? Mereka berkata kepada Rasul-rasul mereka : Kami tidak melihat kalian kecuali sebagai manusia biasa saja, sifat-sifat kalian sama seperti sifat-sifat kami. Kalian tidak memiliki kelebihan atas kami sehingga kalian layak sebagai rasul. Kalian hanya bermaksud menghalang-halangi kami dari menyembah apa yang dulu disembah nenek moyang kami, yaitu berhala-berhala, maka datangkanlah kepada kami bukti nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang kalian katakan.

 

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*