Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 71-80

HUD : 71

وَامْرَأَتُهُ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَاهَا بِإِسْحَقَ وَمِن وَرَاء إِسْحَقَ يَعْقُوبَ
Terjemah :
Dan isterinya berdiri (dibalik tirai) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishak dan dari Ishak (akan lahir puteranya) Ya qub.
Tafsir :
Dan istri Ibrahim, Sarah, berdiri di belakang tirai mendengar percakapan mereka. Dia tertawa karena terkejut atas apa yang didengarnya. Maka Kami beri dia kabar gembira melalui lisan malaikat bahwa dia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang bernama Ishaq dari suaminya, Ibrahim. Dan anaknya akan tumbuh, lalu setelah Ishaq akan mempunyai cucu bernama Ya”qub.

HUD : 72

قَالَتْ يَا وَيْلَتَى أَأَلِدُ وَأَنَاْ عَجُوزٌ وَهَـذَا بَعْلِي شَيْخًا إِنَّ هَـذَا لَشَيْءٌ عَجِيبٌ
Terjemah :
Isterinya berkata: “Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh.”
Tafsir :
Sarah terkejut mendengar kabar gembira mengenai Ishaq itu, kemudian berkata : Aneh sekali, bagaimana mungkin aku bisa mendapatkan seorang anak sedangkan aku sudah sangat lemah, dan suamiku pun juga sudah tua dan renta?? Sesungguhnya, mempunyai anak bagi orang tua renta sepertiku dan suamiku benar-benar suatu hal yang sangat aneh.

HUD : 73

قَالُواْ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ رَحْمَتُ اللّهِ وَبَرَكَاتُهُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الْبَيْتِ إِنَّهُ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ
Terjemah :
Para malaikat itu berkata: “Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai ahlulbait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”
Tafsir :
Para malaikat itu berkata : Apakah engkau merasa heran terhadap urusan Allah dan ketetapan-Nya?? Sesungguhnya rahmat Allah dan keberkahan-Nya telah dicurahkan atas kalian, hai sekalian keluarga nabi. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji sifat-sifat dan perbuatan-perbuatan-Nya. Pemilik kemuliaan dan keagungan.

HUD : 74

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَاهِيمَ الرَّوْعُ وَجَاءتْهُ الْبُشْرَى يُجَادِلُنَا فِي قَوْمِ لُوطٍ
Terjemah :
Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, diapun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth.
Tafsir :
Maka ketika hilang rasa takut Ibrahim karena tamunya tidak mencicipi makanan yang dia hidangkan, dan dia telah mendengar berita gembira mengenai Ishaq dan Ya”qub, kemudian dia pun mempertanyakan (kepada utusan Kami) perihal diutusnya mereka untuk menghukum kaum Nabi Luth dan membinasakan mereka.

HUD : 75

إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُّنِيبٌ
Terjemah :
Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.
Tafsir :
Sesungguhnya Ibrahim itu sangat penyantun, tidak suka penyegeraan siksa (kepada suatu kaum). Dia pun begitu amat rendah hati kepada Allah dan selalu berdoa kepada-Nya. Dia senantiasa bertaubat dan menyerahkan segala urusan kepada Allah.

HUD : 76

يَا إِبْرَاهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَذَا إِنَّهُ قَدْ جَاء أَمْرُ رَبِّكَ وَإِنَّهُمْ آتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ
Terjemah :
Hai Ibrahim, tinggalkanlah soal jawab ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak.
Tafsir :
Para utusan Allah itu berkata : Hai Ibrahim, tinggalkan perdebatan mengenai urusan kaum Luth dan permintaanmu agar mereka diberi rahmat, karena mereka berhak mendapatkan adzab. Telah datang ketetapan Tuhanmu yang telah ditakdirkan kepada mereka bahwa mereka akan dibinasakan. Sesungguhnya mereka tidak akan mampu menghindar dan tidak ada yang bisa mencegah adzab Allah yang akan diturunkan kepada mereka.

HUD : 77

وَلَمَّا جَاءتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِيءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَـذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ
Terjemah :
Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata: “Ini adalah hari yang amat sulit [729].”
________________________________________
[729] Nabi Luth u merasa susah akan kedatangan utusan-utuaan Allah itu karena mereka berupa pemuda yang rupawan sedangkan kaum Luth amat menyukai pemuda-pemuda yang rupawan untuk melakukan homo sexual. Dan dia merasa tidak sanggup melindungi mereka bilamana ada gangguan dari kaumnya.
Tafsir :
Dan ketika datang malaikat Kami itu kepada Nabi Luth, dia merasa sedih dan tidak senang atas kedatangan mereka, karena dia tidak tahu bahwa mereka adalah utusan Allah, dan dia juga takut mereka akan mendapat gangguan dari kaumnya. Kemudian dia berkata : Ini adalah hari penuh ujian dan bencana.

HUD : 78

وَجَاءهُ قَوْمُهُ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُواْ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ قَالَ يَا قَوْمِ هَـؤُلاء بَنَاتِي هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ فَاتَّقُواْ اللّهَ وَلاَ تُخْزُونِ فِي ضَيْفِي أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ
Terjemah :
Dan datanglah kepadanya kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji [730]. Luth berkata: “Hai kaumku, inilah puteri-puteriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antaramu seorang yang berakal ?”
________________________________________
[730] Maksudnya perbuatan keji di sini ialah: mengerjakan liwath (homosexuil).
Tafsir :
Maka kaum Luth mendatanginya dengan segera untuk berbuat keji. Sejak dulu, dari sebelum kedatangan para malaikat ini, mereka selalu mendatangi laki-laki untuk memuaskan hasrat nafsu mereka, bukan kepada perempuan. Maka berkata Luth kepada kaumnya : Ini anak-anak perempuanku, nikahilah mereka karena mereka lebih suci bagi kalian dari apa yang kalian inginkan. Dia menyebut semua perempuan yang ada pada kaumnya sebagai anaknya, karena nabi pada suatu umat berada pada posisi ayah bagi mereka. Takutlah kalian kepada Allah dan jauhilah siksa-Nya. Janganlah kalian mencemarkan nama baikku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antara kalian laki-laki yang memiliki akal, yang bisa mencegah orang berbuat keji sehingga kekejian itu tidak dilakukan?? Menghina tamu adalah aib atau cela, yang hanya dilakukan oleh orang-orang bodoh!!

HUD : 79

قَالُواْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِي بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ
Terjemah :
Mereka menjawab: “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan [731] terhadap puteri-puterimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.”
________________________________________
[731] Maksudnya: mereka tidak punya syahwat terhadap wanita.
Tafsir :
Kaum Nabi Luth menjawab : Engkau pun sudah tahu dari dulu bahwa kami tidak menginginkan perempuan dan tidak menyukai mereka. Dan engkau pun sebenarnya tahu apa yang kami inginkan. Yang kami inginkan hanya laki-laki dan kami tidak mau menikahi perempuan.

HUD : 80

قَالَ لَوْ أَنَّ لِي بِكُمْ قُوَّةً أَوْ آوِي إِلَى رُكْنٍ شَدِيدٍ
Terjemah :
Luth berkata: “Seandainya aku ada mempunyai kekuatan (untuk menolakmu) atau kalau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan).”
Tafsir :
Luth berkata ketika mereka membantah perkataannya, dan hanya menginginkan perbuatan keji itu : Seandainya aku mempunyai kekuatan dan orang yang dapat menolongku atau keluarga yang bisa kupercayai dan kusandarkan untuk mencegah kalian, niscaya aku akan mencegah kalian dari keinginan kalian.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*