Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 61-70

HUD : 61

وَإِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ الأَرْضِ وَاسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَاسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٌ مُّجِيبٌ
Terjemah :
Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya [726], karena itu mohonlah ampunan-Nya, kemudian bertobatlah kepada-Nya, Sesungguhnya Tuhanku amat dekat (rahmat-Nya) lagi memperkenankan (doa hamba-Nya).”

[726] Maksudnya: manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
Tafsir :
Dan kepada kaum Tsamud, Kami utus saudara mereka, Shalih. Dia berkata : Hai kaumku, sembahlah Allah semata, tidak ada bagi kalian Ilah yang berhak disembah selain Dia yang Mahaagung lagi Mahatinggi. Ikhlas-lah dalam beribadah keapada-Nya. Dia-lah yang memulai peciptaan kalian dari tanah, yaitu dengan menciptakan ayah kalian, Adam, dan menjadikan kalian sebagai pemakmurnya (bumi). Maka mohonlah kepada Allah agar mengampuni dosa kalian dan kembalilah kalian kepada-Nya dengan taubat yang baik. Sesungguhnya Rabbku begitu dekat bagi orang yang ikhlas beribadah dan berharap taubat kepada-Nya. Dia juga menjawab doa hamba yang berdoa kepada-Nya.

HUD : 62

قَالُواْ يَا صَالِحُ قَدْ كُنتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَـذَا أَتَنْهَانَا أَن نَّعْبُدَ مَا يَعْبُدُ آبَاؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِي شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ مُرِيبٍ
Terjemah :
Kaum Tsamud berkata: “Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami ? dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami.”
Tafsir :
Kaum Tsamud berkata kepada Nabi mereka, Shalih : Hai Shalih, sesungguhnya kami berharap bahwa engkau akan menjadi pemimpin yang ditaati di tengah-tengah kami sebelum engkau mengatakan hal tersebut. Apakah engkau melarang kami untuk menyembah tuhan-tuhan kami yang telah turun-temurun disembah oleh leluhur kami?? Sesungguhnya kami benar-benar ragu dan tidak yakin dengan seruanmu (dakwahmu) kepada kami untuk beribadah hanya kepada Allah semata.

HUD : 63

قَالَ يَا قَوْمِ أَرَأَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَى بَيِّنَةً مِّن رَّبِّي وَآتَانِي مِنْهُ رَحْمَةً فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ اللّهِ إِنْ عَصَيْتُهُ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيْرَ تَخْسِيرٍ
Terjemah :
Shaleh berkata: “Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan diberi-Nya aku rahmat (kenabian) dari-Nya, maka siapakah yang akan menolong aku dari (azab) Allah jika aku mendurhakai-Nya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain daripada kerugian.
Tafsir :
Nabi Shalih berkata kepada kaumnya : Hai kaumku, beritahukanlah kepadaku, jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Allah dan di antara bukti itu bahwa Dia telah memberiku risalah kenabian dan hikmah. Maka siapakah yang mampu mencegah siksa Allah yang diturunkan kepadaku, jika aku mendurhakai-Nya dan tidak mau menyampaikan risalah serta nasihat kepada kalian?? Oleh karena itu kalian tidak menambah apapun untukku selain kesesatan dan semakin jauh dari kebenaran.

HUD : 64

وَيَا قَوْمِ هَـذِهِ نَاقَةُ اللّهِ لَكُمْ آيَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِي أَرْضِ اللّهِ وَلاَ تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ
Terjemah :
Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat.”
Tafsir :
Hai kaumku, ini adalah unta betina Allah, sebagai hujjah dan bukti bagi kalian atas kebenaran seruanku itu. Maka biarkanlah ia mencari makan di bumi Allah, maka kalian bukanlah yang memberinya rizki. Dan janganlah kalian menyembelihnya, sesungguhnya jika kalian berbuat demikian, niscaya adzab yang dekat dari Allah akan menimpa kalian siapa pun yang menyembelihnya.

HUD : 65

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمْ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ ذَلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ
Terjemah :
Mereka membunuh unta itu, maka berkata Shaleh: “Bersukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari [727], itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.”

[727] Perbuatan mereka menusuk unta itu adalah suatu pelanggaran terhadap larangan Nabi Shaleh u Oleh sebab itu Allah menjatuhkan kepada mereka hukuman yaitu membatasi hidup mereka hanya dalam tempo tiga hari, maka sebagai ejekan mereka disuruh bersuka ria selama tiga hari itu.
Tafsir :
Mereka mendustakan Nabi Shalih, dan menyembelih unta itu. Berkata Shalih kepada mereka : Nikmatilah hidup kalian di negeri kalian selama tiga hari, karena sesungguhnya adzab Allah akan diturunkan sesudah hari itu. Itulah janji Allah yang tidak dapat didustakan dan mesti terjadi.

HUD : 66

فَلَمَّا جَاء أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَالِحًا وَالَّذِينَ آمَنُواْ مَعَهُ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْيِ يَوْمِئِذٍ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ الْقَوِيُّ الْعَزِيزُ
Terjemah :
Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersama dia dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu Dia-Lah yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Tafsir :
Maka ketika datang ketentuan kami, yaitu dengan membinasakan kaum Tsamud, Kami selamatkan Shalih bersama orang-orang beriman yang bersamanya dari adzab dengan rahmat Kami. Dan Kami juga menyelamatkan mereka dari kehinaan pada hari itu. Sesungguhnya Rabbmu (wahai Rasul) Mahakuat lagi Mahaperkasa. Di antara kekuatan dan keperkasaan-Nya itu Dia berkuasa untuk membinasakan umat-umat yang durhaka dan menyelamatkan para rasul serta pengikut-pengikut mereka.

HUD : 67

وَأَخَذَ الَّذِينَ ظَلَمُواْ الصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُواْ فِي دِيَارِهِمْ جَاثِمِينَ
Terjemah :
Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya,
Tafsir :
Dan suara gutur yang sangat keras menimpa penduduk Tsamud yang zhalim. Maka mereka mati di rumah-rumah mereka sendiri dengan cepat dan jatuh bergelimpangan di atas wajah mereka tanpa gerakan.

HUD : 68

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْاْ فِيهَا أَلاَ إِنَّ ثَمُودَ كَفرُواْ رَبَّهُمْ أَلاَ بُعْدًا لِّثَمُودَ
Terjemah :
seolah-olah mereka belum pernah berdiam [728] di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud.
________________________________________
[728] Demikian cepatnya mereka dihancurkan oleh guntur itu, sehingga mereka hancur lebur oleh guntur itu, tanpa bekas, seakan-akan mereka tidak pernah ada.
Tafsir :
Karena cepatnya mereka mati dan binasa, seolah-olah tidak ada yang pernah hidup di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud adalah penentang ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjah-Nya. Ketahuilah, mereka jauh tertolak untuk mendapatkan rahmat Allah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud. Maka alangkah sengsara dan hinanya mereka itu!!

HUD : 69

وَلَقَدْ جَاءتْ رُسُلُنَا إِبْرَاهِيمَ بِالْبُـشْرَى قَالُواْ سَلاَمًا قَالَ سَلاَمٌ فَمَا لَبِثَ أَن جَاء بِعِجْلٍ حَنِيذٍ
Terjemah :
Dan sesungguhnya utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada lbrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan: “Selamat.” Ibrahim menjawab: “Selamatlah,” maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang.
Tafsir :
Telah datang malaikat kepada Nabi Ibrahim, memberi kabar gembira untuknya dan istrinya, yaitu akan dikaruniai anak dengan nama Ishaq. Kemudian sesudahnya Ya”qub. Mereka berkata : Salam. Ibrahim kemudian menjawab salam yang diucapkannya ini : Salam. Kemudian Ibrahim segera menyuguhkan daging anak sapi panggang untuk mereka makan.

HUD : 70

فَلَمَّا رَأَى أَيْدِيَهُمْ لاَ تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً قَالُواْ لاَ تَخَفْ إِنَّا أُرْسِلْنَا إِلَى قَوْمِ لُوطٍ
Terjemah :
Maka tatkala dilihatnya tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka, dan merasa takut kepada mereka. Malaikat itu berkata: “Jangan kamu takut, sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.”
Tafsir :
Maka ketika Ibrahim melihat tangan mereka tidak menyentuh makanan yang di suguhkan dan tidak makan sama sekali, dia merasa aneh dan takut, akan tetapi dia menyembunyikannya. Malaikat itu berkata (ketika dia melihat Ibrahim yang merasa ketakutan) : Jangan takut, sesungguhnya kami adalah malaikat Tuhanmu yang diutus kepada kaum Luth untuk membinasakan mereka.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*