Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 41-50

HUD : 41

وَقَالَ ارْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ اللّهِ مَجْرَاهَا وَمُرْسَاهَا إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Dan Nuh berkata: “Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.” Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Nuh berkata kepada orang yang beriman bersamanya : Naiklah kalian ke dalam perahu dengan menyebut nama Allah ketika berlayar di atas air, dan menyebut nama Allah di akhir perjalanan dan ketika berlabuhnya. Sesungguhnya Rabbku Maha Pengampun terhadap dosa dari hamba-Nya yang bertaubat dan kembali kepada-Nya, lagi Maha Penyayang terhadap mereka, yaitu tidak menyiksa mereka sesudah mereka bertaubat.

HUD : 42

وَهِيَ تَجْرِي بِهِمْ فِي مَوْجٍ كَالْجِبَالِ وَنَادَى نُوحٌ ابْنَهُ وَكَانَ فِي مَعْزِلٍ يَا بُنَيَّ ارْكَب مَّعَنَا وَلاَ تَكُن مَّعَ الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya [719] – sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: “Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.”
________________________________________
[719] Nama anak Nabi Nuh u yang kafir itu “Qanaan”, sedang putra-putranya yang beriman ialah: Sam, Ham dan Jafits.
Tafsir :
Dan perahu itu membawa mereka melewati ombak yang besar dan tinggi laksana gunung, dan Nuh memanggil anaknya (yang saat itu berada pada tempat yang terpisah dari orang-orang Mukmin) dan ia berkata : Hai anakku, naiklah bersama kami ke dalam perahu, janganlah engkau bersama orang-orang kafir, sehingga engkau akan tenggelam.

HUD : 43

قَالَ سَآوِي إِلَى جَبَلٍ يَعْصِمُنِي مِنَ الْمَاء قَالَ لاَ عَاصِمَ الْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ اللّهِ إِلاَّ مَن رَّحِمَ وَحَالَ بَيْنَهُمَا الْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ الْمُغْرَقِينَ
Terjemah :
Anaknya menjawab: “Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!” Nuh berkata: “Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang”. Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
Tafsir :
Anaknya menjawab : Aku akan naik ke atas gunung yang dapat menyelamatkanku dari air bah ini, yang bisa mencegahku supaya tidak tenggelam. Nuh menjawab : Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalangi keputusan dan ketentuan Allah pada hari ini, yaitu untuk menenggelamkan seluruh makhluk-Nya dan menghancurkan mereka kecuali orang-orang yang dirahmati Allah, maka berimanlah engkau dan naiklah ke dalam perahu bersama kami. Kemudian ombak yang tinggi memisahkan Nuh dan anaknya itu, dan ia termasuk orang yang ditenggelamkan dan dibinasakan.

HUD : 44

وَقِيلَ يَا أَرْضُ ابْلَعِي مَاءكِ وَيَا سَمَاء أَقْلِعِي وَغِيضَ الْمَاء وَقُضِيَ الأَمْرُ وَاسْتَوَتْ عَلَى الْجُودِيِّ وَقِيلَ بُعْداً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
Terjemah :
Dan difirmankan: “Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah,” dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan [720] dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi [721], dan dikatakan: “Binasalah orang-orang yang zalim .”
________________________________________
[720] Yakni: Allah telah melaksanakan janjinya dengan membinasakan orang-orang yang kafir kepada Nabi Nuh u dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.
[721] Bukit “Judi” terletak di Armenia sebelah selatan, berbatasan dengan Mesopotamia.
Tafsir :
Allah berfirman kepada bumi (setelah ditenggelamkan dan dibinasakannya kaum Nuh yang kafir) : Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit hentikanlah hujan. Maka surutlah air. Dan ketentuan Allah telah dijalankan, yaitu membinasakan kaum Nuh. Perahu itu pun berlabuh di atas gunung Judy. Dan dikatakan : Binasalah orang-orang zhalim yang melampaui batas-batas Allah dan yang tidak mau beriman kepada-Nya.

HUD : 45

وَنَادَى نُوحٌ رَّبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابُنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ
Terjemah :
Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.”
Tafsir :
Dan Nuh berseru kepada Rabb-nya sambil berkata : Ya Rabbi, sesungguhnya Engkau telah berjanji kepadaku akan menyelamatkanku dan keluargaku dari ditenggelamkan dan dibinasakan, anakku juga termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji-Mu adalah benar, tidak ada pelanggaran, dan Engkaulah Hakim yang seadil-adilnya.

HUD : 46

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلاَ تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ
Terjemah :
Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya [722] perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan.”
________________________________________
[722] Menurut pendapat sebagian ahli tafsir bahwa yang dimaksud dengan “perbuatannya”, ialah permohonan Nabi Nuh u agar anaknya dilepaskan dari bahaya.
Tafsir :
Allah berfiman : Hai Nuh, anakmu yang binasa itu bukanlah keluargamu yang telah Aku janjikan untuk diselamatkan, itu karena kekufurannya dan perbuatannya yang tidak baik. Dan Aku melarangmu bertanya meminta sesuatu yang tidak engkau ketahui hakikat sebenarnya. Sesungguhnya Aku memperingatkanmu agar engkau tidak termasuk orang-orang yang bodoh dalam permintaanmu ekpada-Ku mengenai hal itu.

HUD : 47

قَالَ رَبِّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْأَلَكَ مَا لَيْسَ لِي بِهِ عِلْمٌ وَإِلاَّ تَغْفِرْ لِي وَتَرْحَمْنِي أَكُن مِّنَ الْخَاسِرِينَ
Terjemah :
Nuh berkata: Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.”
Tafsir :
Nuh berkata : Ya Rabb-ku, sesungguhnya aku bernaung dan berlindung kepada-Mu untuk memohon sesuatu yang tidak aku ketahui ilmunya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun atas dosaku dan tidak merahmatiku dengan rahmat-Mu, niscaya aku termasuk orang-orang yang lalai terhadap diri sendiri, bernasib sial, dan binasa.

HUD : 48

قِيلَ يَا نُوحُ اهْبِطْ بِسَلاَمٍ مِّنَّا وَبَركَاتٍ عَلَيْكَ وَعَلَى أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ
Terjemah :
Difirmankan: “Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.”
Tafsir :
Allah berfirman : Hai Nuh, turunlah dari perahumu dengan rasa aman dan keselamatan dari Kami serta keberkahan atasmu dan orang-orang yang bersamamu. Dan di sana terdapat pula umat dan golongan yang celaka. Kami berikan kesenangan semasa hidup di dunia, sampai datang ajal mereka, kemudian mereka mendapatkan siksa yang sangat pedih pada Hari Kiamat kelak.

HUD : 49

تِلْكَ مِنْ أَنبَاء الْغَيْبِ نُوحِيهَا إِلَيْكَ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَا أَنتَ وَلاَ قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَـذَا فَاصْبِرْ إِنَّ الْعَاقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ
Terjemah :
Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.
Tafsir :
Kisah yang Kami ceritakan kepadamu (wahai Rasul) mengenai Nuh dan kaumnya adalah termasuk berita-berita ghaib tentang peristiwa masa lampau. Kami wahyukan kepadamu, dan engkau bersama kaummu belum mengetahui penjelasan tentang hal ini sebelumnya. Maka bersabarlah atas pendustaan kaummu dan perbuatan mereka menyakitimu, sebagaimana kesabaran para Nabi terdahulu. Sesungguhnya, balasan kebaikan di dunia dan di akhirat adalah bagi orang-orang yang bertakwa yang takut kepada Allah.

HUD : 50

وَإِلَى عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا قَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُواْ اللّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَـهٍ غَيْرُهُ إِنْ أَنتُمْ إِلاَّ مُفْتَرُونَ
Terjemah :
Dan kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka, Huud. Ia berkata: “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia. Kamu hanyalah mengada-adakan saja.
Tafsir :
Dan kepada kaum “Ad, Kami utus saudara mereka, Hud. Dia berkata : Hai kaumku, sembahlah Allah semata, tidak ada sesuatu pun yang lebih berhak disembah kecuali Dia yang Maha-agung lagi Mahatinggi, dan tuluslah dalam beribadah kepada-Nya. Kalian hanyalah pendusta dalam perbuatan syirik kalian kepada Allah.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*