Tafsir Al-Muyasar Surat Hud 1-10

HUD : 1

الَر كِتَابٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ
Terjemah :
Alif laam raa, (inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci [707], yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha Bijaksana lagi Maha Tahu,

[707] Maksudnya: diperinci atas beberapa macam, ada yang mengenai ketauhidan, hukum, kisah, akhlak, ilmu pengetahuan, janji dan peringatan dan lain-lain.
Tafsir :
Aliif, laam, raa. Penjelasan tentang penggalan huruf (huruf al-muqaththa”ah) ini telah di bahas pada awal surat al-Baqarah. Ini adalah kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Muhammad صلی الله عليه وسلم . Ayat-ayatnya disusun dengan sempurna lagi terjaga dari kekeliruan ataupun kesalahan. Kemudian dijelaskan secara terperinci mengenai perintah dan larangan, halal dan haram dari sisi Allah yang Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan dan Maha Mengetahui kesudahan segala urusan.

HUD : 2

أَلاَّ تَعْبُدُواْ إِلاَّ اللّهَ إِنَّنِي لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ
Terjemah :
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya,
Tafsir :
Turunnya al-Qur”an, penjelasan hukum-hukumnya, dan perinciannya, serta kesempurnaannya itu agar kalian semua tidak menyembah kecuali hanya kepada Allah yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Sesungguhnya aku (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan dari Allah untuk kalian akan siksa-Nya dan pemberi kabar gembira akan pahala-Nya.

HUD : 3

وَأَنِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنِّيَ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
Terjemah :
dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.
Tafsir :
Dan mohonlah agar Allah mengampuni dosa-dosa kalian, kemudian kembalilah kepada-Nya dengan perasaan menyesal, niscaya Allah akan memberikan kenikmatan di dunia dengan mendapatkan kehidupan yang baik hingga tiba ajal kalian. Dan Allah akan memberikan karunia-Nya dengan sempurna kepada orang yang memiliki keutmaan ilmu dan amal, tidak dikurangi sedikit pun. Dan apabila kalian berpaling dari yang aku serukan, sesungguhnya aku takut bahwa adzab Allah kelak akan menimpa kalian pada hari yang pedih, yaitu Hari Kiamat. Ini merupakan ancaman yang keras bagi orang-orang yang berpaling dari perintah-perintah Allah dan yang mendustakan para Rasul-Nya.

HUD : 4

إِلَى اللّهِ مَرْجِعُكُمْ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemah :
Kepada Allah-lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir :
Kepada Allah-lah kalian akan kembali sesudah mati, maka takutlah akan siksa-Nya. Dia-lah Yang Mahakuasa untuk membangkitkan kalian sesudah mati, mengumpulkan kalian, dan membalas amal perbuatan kalian.

HUD : 5

أَلا إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُواْ مِنْهُ أَلا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ
Terjemah :
Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad) [708]. Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.

[708] Maksudnya: menyembunyikan perasaan permusuhan dan kemunafikan mereka terhadap nabi Muhammad r
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang musyrik itu menyembunyikan kekufuran di dalam hatinya. Mereka menyangka dapat menyembunyikannya dari Allah. Tidakkah mereka tahu ketika mereka menyelimuti tubuhnya dengan kain bahwa tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang mereka sembunyikan maupun yang mereka tampakkan?? Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi dalam hati, yaitu niat mereka dan rahasia-rahasia mereka.

HUD : 6

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِي الأَرْضِ إِلاَّ عَلَى اللّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ
Terjemah :
Dan tidak ada suatu binatang melata [709] pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya [710]. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).

[709] Yang dimaksud “binatang melata” di sini ialah segenap makhluk Allah yang bernyawa.
[710] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan “tempat berdiam” di sini ialah dunia dan “tempat penyimpanan” ialah akhirat. Dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud “tempat berdiam” ialah tulang sulbi dan “tempat penyimpanan” ialah rahim.
Tafsir :
Allah telah menjamin rizki semua yang melata di permukaan bumi sebagai karunia dari-Nya. Dia mengetahui tempat berdiamnya semasa hidupnya maupun setelah kematiannya, serta Dia mengetahui tempat di mana ia akan mati. Seluruhnya telah tertulis dalam kitab di sisi Allah yang menjelaskan semua itu.

HUD : 7

وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلاً وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِن بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِنْ هَـذَا إِلاَّ سِحْرٌ مُّبِينٌ
Terjemah :
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya [711], dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini [712] tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

[711] Maksudnya: Allah menjadikan langit dan bumi untuk tempat berdiam makhluk-Nya serta tempat berusaha dan beramal, agar nyata di antara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah.
[712] Maksud mereka mengatakan bahwa kebangkitan nanti sama dengan sihir ialah kebangkitan itu tidak ada sebagaimana sihir itu adalah khayalan belaka. Menurut sebagian ahli Tafsir yang dimaksud dengan kata “Ini” ialah Al Quran ada pula yang menafsirkan dengan hari berbangkit.
Tafsir :
Dan Dia-lah yang menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya dalam enam masa. Dan sebelum itu Arsy-Nya berada di atas air; untuk menguji kalian, siapakah diantara kalian yang lebih baik ketaatan dan amalnya. Yaitu, orang yang ikhlas beribadah kepada Allah lagi selaras dengan apa yang dicontohkan oleh Rasulullah. Jika engkau (wahai Rasul) berkata kepada orang-orang musyrik dari kaummu : Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan dalam keadaan hidup sesudah kalian mati. niscaya mereka segera mendustakan seraya berkata : Al-Qur”an yang engkau bacakan kepada kami ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

HUD : 8

وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ الْعَذَابَ إِلَى أُمَّةٍ مَّعْدُودَةٍ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُ أَلاَ يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِ يَسْتَهْزِؤُونَ
Terjemah :
Dan sesungguhnya jika Kami undurkan azab dari mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan. niscaya mereka akan berkata: “Apakah yang menghalanginya?” lngatlah, diwaktu azab itu datang kepada mereka tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya.
Tafsir :
Dan jika Kami tangguhkan adzab yang akan ditimpakan kepada orang-orang musyrik sampai waktu yang ditentukan, mereka menganggapnya lambat dan pasti mereka akan berkata sambil memperolok dan mendstakan : Apa yang menghalangi adzab itu datang, jika memang adzab tersebut benar adanya?? Ingatlah, hari ketika adzab itu diturunkan kepada mereka, maka tidak ada seorangpun yang dapat memalingkan dan mencegahnya dari mereka. Adzab menyelimuti mereka dari segenap penjuru, disebabkan apa yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokannya sebeum datangnya siksa.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Qatadah berkata : pada saat diturunkan surat Al-Anbiyaa ayat 1, beberapa orang berkata : Sesungguhnya Kiamat telah dekat. Maka mereka saling melarang (kemungkaran), tetapi hanya sesaat, kemudian mereka kembali kepada makar mereka, makar yang buruk, maka Allah menurunkan ayat 8 ini. Hadits yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Juraij.

HUD : 9

وَلَئِنْ أَذَقْنَا الإِنْسَانَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَاهَا مِنْهُ إِنَّهُ لَيَئُوسٌ كَفُورٌ
Terjemah :
Dan jika Kami rasakan kepada manusia suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian rahmat itu Kami cabut daripadanya, pastilah dia menjadi putus asa lagi tidak berterima kasih.
Tafsir :
Jika Kami memberikan kenikmatan kepada manusia berupa kesehatan serta rasa aman dan sebagainya, kemudian Kami mencabutnya, maka sesungguhnya manusia itu akan sangat berputus asa dari rahmat Allah dan mengingkari nikmat-nikmat yang telah Allah berikan kepadanya.

HUD : 10

وَلَئِنْ أَذَقْنَاهُ نَعْمَاء بَعْدَ ضَرَّاء مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ السَّيِّئَاتُ عَنِّي إِنَّهُ لَفَرِحٌ فَخُورٌ
Terjemah :
Dan jika Kami rasakan kepadanya kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata: “Telah hilang bencana-bencana itu daripadaku”; sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga,
Tafsir :
Dan jika Kami berikan manusia itu kelapangan di dunia dan keluasan dalam rizki sesudah mereka merasakan kesempitan hidup, niscaya ia akan berkata : Kesempitan dan kesusahan itu telah hilang dari diriku. Dan dia menyalahgunakan kenikmatan itu untuk membanggakan dan menyombongkan diri di hadapan orang lain.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*