Tafsir Al-Muyasar Surat Faathir’ 6-10

FAATHIR’ : 6-

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ

TERJEMAH :

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala

TAFSIR :

Sesungguhnya setan adalah musuh bagi Bani Adam, maka jadikanlah dia sebagai musuh dan jangan menaatinya. Karena dia hanya mengajak orang-orang yang mengikutinya kepada kesesatan, sehingga mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.

FAATHIR’ : 7-

الَّذِينَ كَفَرُوا لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

TERJEMAH :

Orang-orang yang kafir bagi mereka azab yang keras. Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh bagi mereka ampunan dan pa- hala yang besar.

TAFSIR :

Orang-orang yang mengingkari bahwa hanya Allah Illah yang haq, dan mengingkari apa yang dibawa oleh para Rasul-Nya. Maka bagi mereka adzab yang keras di akhirat. Dan orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, serta mengamalkan amal-amal shalih, mereka mendapatkan maaf dari Rabb mereka. Dia menghapus kesalahan-kesalahan mereka setelah menutupinya atas mereka. Dan juga mendapatkan pahala yang besar, yaitu surga.

FAATHIR’ : 8-

أَفَمَن زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَاء وَيَهْدِي مَن يَشَاء فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

TERJEMAH :

Maka apakah orang yang dijadikan (syaitan) menganggap baik peker- jaannya yang buruk lalu dia meyakini pekerjaan itu baik, (sama dengan orang yang tidak ditipu oleh syaitan) ? Maka sesungguhnya Allah me- nyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan menunjuki siapa yang dike- hendaki-Nya; maka janganlah dirimu binasa karena kesedihan terhadap mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.

TAFSIR :

Apakah orang yang amal-amal buruknya berupa kemaksiatan-kemaksiatan kepada Allah, kekufuran, penyembahan kepada Illah-Illah lain dan berhala-berhala selain Allah diperindah oleh setan sehingga dia melihatnya bagus adalah seperti orang yang diberi petunjuk oleh Allah, sehingga dia melihat yang baik adlaah baik dan yang buruk adalah buruk?? Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Maka janganlah mencelakakan dirimu sendiri karena sedih terhadap kekufuran orang-orang yang tersesat itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui keburukan-keburukan mereka dan akan membalas karenanya dengan balasan paling buruk.

Asbabun Nuzul :

Juwaibir meriwayatkan dari ad-Dhahhak dari Ibnu Abbas berkata : Ayat 8 ini turun di mana Nabi صلی الله عليه وسلم   bersabda : Ya Allah, muliakanlah agama-Mu dengan Umar bin al-Khatthab atau Abu Jahal bin Hisyam. Maka Allah memberi petunjuk kepada Umar dan membiarkan Abu Jahal dalam kesesatan, pada keduanya ia turun.

FAATHIR’ : 9-

وَاللَّهُ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ فَتُثِيرُ سَحَابًا فَسُقْنَاهُ إِلَى بَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَحْيَيْنَا بِهِ الْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا كَذَلِكَ النُّشُورُ

TERJEMAH :

Dan Allah, Dialah Yang mengirimkan angin; lalu angin itu menggerak- kan awan, maka Kami halau awan itu kesuatu negeri yang mati lalu Kami hidupkan bumi setelah matinya dengan hujan itu. Demikianlah kebangkitan itu.

TAFSIR :

Allah mengirimkan angin sehingga angin itu menggerakkan awan, lalu Kami menumpahkannya ke tanah yang gersang. Air hujan turun kepadanya lalu dengannya Kami menghidupkan bumi setelah sebelumnya kering sehingga sekarang ia menghijau karena tumbuh-tumbuhan. Seperti penghidupan bumi inilah Allah menghidupkan orang-orang mati pada Hari Kiamat.

FAATHIR’ : 10-

مَن كَانَ يُرِيدُ الْعِزَّةَ فَلِلَّهِ الْعِزَّةُ جَمِيعًا إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ وَالْعَمَلُ الصَّالِحُ يَرْفَعُهُ وَالَّذِينَ يَمْكُرُونَ السَّيِّئَاتِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَكْرُ أُوْلَئِكَ هُوَ يَبُورُ

TERJEMAH :

Barangsiapa yang menghendaki kemuliaan, maka bagi Allah-lah kemuli- aan itu semuanya. Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik [1250] dan amal yang saleh dinaikkan-Nya [1251]. Dan orang-orang yang merencanakan kejahatan bagi mereka azab yang keras. Dan rencana ja- hat mereka akan hancur.

[1250] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa perkataan yang baik itu ia- lah Kalimat Tauhid yaitu “Laa ilaaha illallaah”; dan ada pula yang mengatakan zikir kepada Allah dan ada pula yang mengatakan semua perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.
[1251] Maksudnya ialah bahwa perkataan baik dan amal yang baik itu dina- ikkan untuk diterima dan diberi-Nya pahala.

TAFSIR :

Barangsiapa mencari kemuliaan di dunia atau di akhirat, maka hendaknya dia mencarinya dari Allah, dan ia tidak akan diperoleh kecuali dengan menaati-Nya, karena seluruh kemuliaan adalah milik Allah. Barangsiapa yang merasa mulia dengan makhluk, maka Allah akan merendahkannya, barangsiapa merasa mulia dengan Khalik maka Allah akan memuliakannya. Hanya kepada-Nya dzikir kepada-Nya naik, sedangkan amal shalih mengangkatnya. Dan orang-orang yang melakukan keburukan-keburukan mendapatkan siksa yang keras, dan maker orang-orang itu akan lenyap sia-sia dan rusak, tidak berguna apa pun bagi mereka.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*