Tafsir Al-Muyasar Surat Faathir’ 16-20

FAATHIR’ : 16-

إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

TERJEMAH :

Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu).

TAFSIR :

Bila Allah berkehendak maka Dia membinasakan kalian dan Dia akan mendatangkan kaum yang lain yang menaati-Nya dan menyembah-Nya semata.

FAATHIR’ : 17-

وَمَا ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ بِعَزِيزٍ

TERJEMAH :

Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.

TAFSIR :

Pembinasaan kalian dan penggantian dengan makhluk yang lain oleh Allah bukanlah sesuatu yang mustahil, sebaliknya ia sangatlah mudah bagi Allah.

FAATHIR’ : 18-

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى وَإِن تَدْعُ مُثْقَلَةٌ إِلَى حِمْلِهَا لَا يُحْمَلْ مِنْهُ شَيْءٌ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَى إِنَّمَا تُنذِرُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالغَيْبِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَمَن تَزَكَّى فَإِنَّمَا يَتَزَكَّى لِنَفْسِهِ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ

TERJEMAH :

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain [1253]. Dan jika seseorang yang berat dosanya memanggil (orang lain) untuk memi- kul dosanya itu tiadalah akan dipikulkan untuknya sedikitpun meskipun (yang dipanggilnya itu) kaum kerabatnya. Sesungguhnya yang dapat ka- mu beri peringatan hanya orang-orang yang takut kepada azab Tuhannya (sekalipun) mereka tidak melihatNya [1254] dan mereka mendirikan sem- bahyang. Dan barangsiapa yang mensucikan dirinya, sesungguhnya ia mensucikan diri untuk kebaikan dirinya sendiri. Dan kepada Allahlah kembali(mu).

[1253] Lihat not 526.
[1254] Sebagian ahli tafsir menafsirkan “bil ghaib” dalam ayat ini ia- lah ketika orang-orang itu sendirian tanpa melihat orang lain.

TAFSIR :

Jiwa pelaku dosa tidak memikul dosa jiwa yang lain. Bila sebuah jiwa yang berat memikul dosa-dosanya bertanya tentang siapa yang berkenan untuk memikul sebagian dosanya niscaya ia tidak akan menemukannya, sekalipun yang diminta adalah kerabatnya, baik ayah atau saudara atau lainnya. dan engkau (wahai Rasul) hanya memperingatkan orang-orang yang takut kepada adzab Rabb mereka di belakangnya, menunaikan shalat dengan sebaik-baiknya. Barangsiapa yang membersihkan dirinya dari syirik dan kemaksiatan, maka dia hanya membersihkan untuk dirinya sendiri. Hanya kepada Allah tempat kembali seluruh makhluk, lalu Dia membalas masing-masing sesuai dengan amal perbuatannya.

FAATHIR’ : 19-

وَمَا يَسْتَوِي الْأَعْمَى وَالْبَصِيرُ

TERJEMAH :

Dan tidaklah sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

TAFSIR :

Tidak sama, orang yang buta terhadap agama Allah dengan orang yang bisa melihat jalan kebenaran dan mengikutinya.

FAATHIR’ : 20-

وَلَا الظُّلُمَاتُ وَلَا النُّورُ

TERJEMAH :

dan tidak (pula) sama gelap gulita dengan cahaya,

TAFSIR :

Tidak sama pula kegelapan-kegelapan kekufuran dengan cahaya iman,

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*