Tafsir Al-Muyasar Surat At-Taubah 91-100

AT TAUBAH : 91

لَّيْسَ عَلَى الضُّعَفَاء وَلاَ عَلَى الْمَرْضَى وَلاَ عَلَى الَّذِينَ لاَ يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُواْ لِلّهِ وَرَسُولِهِ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Tiada dosa (lantaran tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka berlaku ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,
Tafsir :
Orang-orang yang uzur karena lemah, sakit dan orang-orang fakir yang tidak memiliki harta sama sekali untuk persiapan mereka berperang, mereka tidak berdosa jika mereka tidak ikut berperang selama mereka ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan syariat-Nya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan dan menghukum orang yang tidak bisa ikut berjihad bersama Rasulullah karena uzur padahal dia beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan Allah Maha Pengampun dan Penyayang bagi orang-orang yang berbuat baik.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Zaid bin Tsabit berkata : Aku menulis wahyu untuk Rasulullah صلی الله عليه وسلم, aku menulis surat al-Baraah, aku meletakkan pena di telinga, tiba-tiba kami diperintahkan berperang, maka Rasulullah صلی الله عليه وسلم menunggu apa yang diturunkan kepadanya, tiba-tiba seorang buta datang, dia berkata : Ya Rasulullah, bagaimana denganku, aku orang buta? Maka turunlah ayat 91 ini.

AT TAUBAH : 92

وَلاَ عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لاَ أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّواْ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلاَّ يَجِدُواْ مَا يُنفِقُونَ
Terjemah :
dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu.” lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan, lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan [654].

[654] Maksudnya: mereka bersedih hati karena tidak mempunyai harta yang akan dibelanjakan dan kendaraan untuk membawa mereka pergi berperang.
Tafsir :
Dan juga tidak berdosa bagi orang-orang yang mendatangimu kemudian memintamu untuk membawa mereka pergi berjihad. Lalu engkau berkata : Aku tidak memiliki kendaraan yang bisa membawa kalian pergi berjihad, maka mereka pun pulang dengan berlinangan air mata disebabkan kesedihan, karena mereka akan kehilangan kemuliaan dan pahala berjihad; karena mereka tidak memiliki apa pun untuk diinfakkan dan di bawa dalam berjihad di jalan Allah.

Asbabun Nuzul :

Dia meriwayatkan dari jalan al-Aufi dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah صلی الله عليه وسلم memerintahkan orang-orang Islam agar berangkat berperang bersama beliau, lalu datang sekelompok orang dari shahabat beliau diantara mereka adalah Abdullah bin Ma”qil al-Muzani, dia berkata : Ya Rasululah, bawalah aku. Rasulullah صلی الله عليه وسلم menjawab : Demi Allah aku tidak mempunyai kendaraan yang bisa membawamu. Maka mereka pun pulang sambil menangis, berat bagi mereka karena tidak bisa berangkat berjihad, karena mereka tidak memiliki biaya dan kendaraan, maka Allah menurunkan ayat 92 ini.

AT TAUBAH : 93

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَاء رَضُواْ بِأَن يَكُونُواْ مَعَ الْخَوَالِفِ وَطَبَعَ اللّهُ عَلَى قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka).
Tafsir :
Sesungguhnya dosa dan kecaman itu hanyalah bagi orang-orang kaya yang meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berperang. Mereka adalah orang-orang munafik kaya yang lebih memilih tinggal bersama para wanita, anak-anak, dan orang-orang yang uzur. Allah telah menutup hatinya dengan kemunafikan, maka keimanan tidak akan masuk ke dalam hati mereka. Mereka tidak mengetahui akibat buruk dari perbuatan mereka berpaling dan meninggalkan berjihad bersamamu.

AT TAUBAH : 94

يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ قُل لاَّ تَعْتَذِرُواْ لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا اللّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ وَسَيَرَى اللّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
Terjemah :
Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan uzurnya kepadamu, apabila kamu telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah: “Janganlah kamu mengemukakan uzur; kami tidak percaya lagi kepadamu, (karena) sesungguhnya Allah telah memberitahukan kepada kami beritamu yang sebenarnya. Dan Allah serta Rasul-Nya akan melihat pekerjaanmu, kemudian kamu dikembalikan kepada Yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitahukan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.
Tafsir :
Orang-orang yang tidak mau berjihad memerangi orang-orang musyrik itu mengemukakan uzur kepada kalian (orang-orang mukmin) dengan berbohong ketika kalian kembali dari Perang Tabuk. Katakan kepada mereka (wahai Rasul) : Janganlah kalian mengemukakan uzur, karena kami tidak lagi mempercayai apa yang kalian katakan. Sesungguhnya, Allah telah memberitahukan kepada kami apa yang sebenarnya kalian lakukan yang membuktikan di sisi kami kedustaan kalian. Allah dan Rasul-Nya akan melihat perbuatan kalian jika kalian bertaubat dari kemunafikan kalian atau tetap di dalamnya. Perbuatan kalian akan di tampakkan kepada orang-orang di dunia. Setelah mati, kalian akan dikembalikan kepada Dzat yang tidak tersembunyi apa pun (yang lahir maupun batin) dari-Nya. Dia akan memberitahukan seluruh perbuatan kalian dan akan memberikan balasan atas apa yang telah kalian kerjakan di dunia.

AT TAUBAH : 95

سَيَحْلِفُونَ بِاللّهِ لَكُمْ إِذَا انقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُواْ عَنْهُمْ فَأَعْرِضُواْ عَنْهُمْ إِنَّهُمْ رِجْسٌ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ جَزَاء بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ
Terjemah :
Kelak mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, apabila kamu kembali kepada mereka, supaya kamu berpaling dari mereka [655]. Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu adalah najis dan tempat mereka jahannam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.

[655] Maksudnya: tidak mencela mereka.
Tafsir :
Sekembalinya kalian dari peperangan, orang-orang munafik itu akan bersumpah palsu dengan nama Allah agar kalian meninggalkan mereka tanpa mempersalahkan mereka. Maka dari itu, jauhilah mereka dan berpalinglah kalian dari mereka sebagai penghinaan kepada mereka. Sesungguhnya jiwa mereka itu najis dan tempat mereka di akhirat kelak adalah Neraka Jahanam sebagai balasan atas dosa dan kesalahan yang mereka kerjakan di dunia.

AT TAUBAH : 96

يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْاْ عَنْهُمْ فَإِن تَرْضَوْاْ عَنْهُمْ فَإِنَّ اللّهَ لاَ يَرْضَى عَنِ الْقَوْمِ الْفَاسِقِينَ
Terjemah :
Mereka akan bersumpah kepadamu, agar kamu ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kamu ridha kepada mereka, sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu.
Tafsir :
Orang-orang munafik itu bersumpah kepada kalian (wahai orang-orang Mukmin) dengan sumpah palsu agar kalian senang kepada mereka. Jika kalian telah merasa senang kepada mereka (karena kalian tidak tahu bahwa mereka telah berbohong), sesungguhnya Allah tidak ridho terhadap mereka dan orang-orang seperti mereka yang tetap berada dalam kefasikan dan tidak taat terhadap Allah dan Rasul-Nya.

AT TAUBAH : 97

الأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلاَّ يَعْلَمُواْ حُدُودَ مَا أَنزَلَ اللّهُ عَلَى رَسُولِهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Terjemah :
Orang-orang Arab Badwi itu [656], lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

[656] orang-orang Badwi ialah orang-orang Arab yang berdiam di padang pasir yang hidupnya selalu berpindah-pindah.
Tafsir :
Bangsa Arab Badui yang tinggal di pedalaman lebih besar kekafiran dan kemunafikannya dari pada mereka yang tinggal di perkotaan, karena sikap kasar dan kerasnya hati mereka. Serta mereka jauh dari pengetahuan dan orang-orang yang berilmu, juga dari majelis-majelis tausiyah dan dzikir. Sehingga wajar jika mereka tidak mengetahui batas-batas agama, hukum-hukum dan syariat yang telah Allah turunkan. Allah Maha Mengetahui keadaan seluruh makhluk-Nya dan Maha Bijaksana dalam mengatur urusan mereka.

AT TAUBAH : 98

وَمِنَ الأَعْرَابِ مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ مَغْرَمًا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ الدَّوَائِرَ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ السَّوْءِ وَاللّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Terjemah :
Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah), sebagi suatu kerugian, dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu, merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
Tafsir :
Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang memandang bahwa harta yang dinafkahkan di jalan Allah itu sebagai satu kerugian dan tidak mengharapkan pahala, juga tidak berlindung atas dirinya sendiri dari siksaan. Mereka menunggu bahaya dan kecelakaan menimpa kalian, tetapi justru mereka sendirilah yang akan mendapatkan keburukan itu, bukan orang-orang muslim. Allah Maha Mendengar apa yang mereka katakan dan dengan niat mereka untuk berbuat kerusakan.

AT TAUBAH : 99

وَمِنَ الأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَاتٍ عِندَ اللّهِ وَصَلَوَاتِ الرَّسُولِ أَلا إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ سَيُدْخِلُهُمُ اللّهُ فِي رَحْمَتِهِ إِنَّ اللّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Di antara orang-orang Arab Badwi itu ada orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) itu, sebagai jalan untuk mendekatkannya kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya nafkah itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Kelak Allah akan memasukan mereka kedalam rahmat (surga)Nya; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Dan diantara orang-orang Arab Badui itu ada juga yang beriman kepada Allah dan meyakini keesaan-Nya, meyakini Hari Kebangkitan setelah kematian, pahala dan dosa, dan memandang apa yang dinafkahkan di jalan Allah untuk memrangi orang-orang musyrik sebagai jalan untuk mengharapkan ridha Allah dan kecintaan-Nya, dan menjadikannya wasilah untuk memperoleh doa dari Rasul صلی الله عليه وسلم. Ketahuilah, bahwa amal yang mereka perbuat ini mendekatkan diri mereka kepada Allah, dan Allah akan memasukkan mereka ke dalam surga-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas dosa yang mereka perbuat lagi Maha Penyayang terhadap mereka.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid berkata : Ayat ini turun pada Bani Muqrin dimana pada mereka ayat ini turun : dan tiada (pula) berdosa atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, supaya kamu memberi mereka kendaraan,ayat 92. Abdurrahman bin Ma”qil al-Muzani berkata : Anak Muqrin ada sepuluh, kepada kami ayat ini turun.

AT TAUBAH : 100

وَالسَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ مِنَ الْمُهَاجِرِينَ وَالأَنصَارِ وَالَّذِينَ اتَّبَعُوهُم بِإِحْسَانٍ رَّضِيَ اللّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي تَحْتَهَا الأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا ذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Terjemah :
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) dari golongan muhajirin dan anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan merekapun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya selama- lamanya. Mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar.
Tafsir :
Dan orang-orang yang mendahului orang lainnya dan yang pertama-tama beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dari orang-orang Muhajirin, yaitu mereka yang meninggalkan kaum dan keluarga mereka untuk pindah menuju negeri Islam, dan orang Anshar, yaitu mereka yang menolong Rasulullah صلی الله عليه وسلم dari musuh-musuhnya (orang-orang kafir); dan orang-orang yang mengikuti mereka berbuat baik dalam keyakinan, perkataan dan perbuatan untuk mencari keridhaan Allah, merekalah orang yang mendapatkan keridhaan Allah karena ketaatan mereka terhadap Allah dan Rasul-Nya. Mereka pun ridha kepada Allah atas limpahan pahala yang mereka terima karena ketaatan dan keimanan mereka. Allah menyediakan surga bagi mereka, yang mengalir di bawah istana dan pohon-pohonnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang sangat besar. Ayat ini menceritakan pujian Allah terhadap para sahabat dan kedudukan mereka yang mulia. Sesungguhnya memuliakan para sahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم termasuk keimanan yang mendasar.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*