Tafsir Al-Muyasar Surat At-Taubah 51-60

AT TAUBAH : 51

قُل لَّن يُصِيبَنَا إِلاَّ مَا كَتَبَ اللّهُ لَنَا هُوَ مَوْلاَنَا وَعَلَى اللّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
Terjemah :
Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.”
Tafsir :
Katakanlah olehmu (wahai Nabi) kepada orang-orang yang berpaling itu sebagai bentakan dan celaan : Apa yang menimpa kami merupakan takdir Allah yang telah ditetapkan-Nya di Lauhul Mahfudz. Dialah penolong kami atas musuh-musuh kami. Hanya kepada Allah-lah orang-orang mukmin harus bertawakal.

AT TAUBAH : 52

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلاَّ إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ اللّهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِندِهِ أَوْ بِأَيْدِينَا فَتَرَبَّصُواْ إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ
Terjemah :
Katakanlah: “tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan [646]. Dan Kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepadamu azab (yang besar) dari sisi-Nya. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu-nunggu bersamamu.”
________________________________________
[646] Yaitu mendapat kemenangan atau mati syahid.
Tafsir :
Katakanlah kepada mereka wahai Nabi : Apa yang kalian tunggu bagi kami kecuali dua hal; mati syahid atau kemenangan kami atas kalian? Sedangkan yang kami tunggu dari kalian adalah Allah akan menimpakan adzab yang segera dari sisi-Nya atau melalui tangan-tangan kami, yaitu dengan memerangi kalian. Oleh sebab itu, tunggulah! Sesungguhnya kami menunggu bersama kalian apa yang akan Allah perbuat kepada kami dan kepada kalian.

AT TAUBAH : 53

قُلْ أَنفِقُواْ طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَّن يُتَقَبَّلَ مِنكُمْ إِنَّكُمْ كُنتُمْ قَوْمًا فَاسِقِينَ
Terjemah :
Katakanlah: “Nafkahkanlah hartamu, baik dengan sukarela ataupun dengan terpaksa, namun nafkah itu sekali-kali tidak akan diterima dari kamu. Sesungguhnya kamu adalah orang-orang yang fasik.
Tafsir :
Katakanlah kepada orang-orang munafik wahai Nabi : Nafkahkanlah harta kalian sesuka hati dalam keadaan apa pun, sukarela maupun terpaksa. Namun Allah tidak akan menerima nafkah kalian, karena kalian adalah kaum yang keluar dari agama Islam dan tidak menaati Allah.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Jad bin Qais berkata : Aku tidak tahan melihat wanita, aku terfitnah olehnya, akan tetapi aku tetap akan membantumu dengan hartaku. Dia (Ibnu Abbas) berkata : Padanya turun ayat 53 ini. Karena dia (Jad bin Qais ) berkata : akan tetapi aku tetap akan membantumu dengan hartaku.

AT TAUBAH : 54

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَاتُهُمْ إِلاَّ أَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِاللّهِ وَبِرَسُولِهِ وَلاَ يَأْتُونَ الصَّلاَةَ إِلاَّ وَهُمْ كُسَالَى وَلاَ يُنفِقُونَ إِلاَّ وَهُمْ كَارِهُونَ
Terjemah :
Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka nafkah-nafkahnya melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka tidak mengerjakan sembahyang, melainkan dengan malas dan tidak (pula) menafkahkan (harta) mereka, melainkan dengan rasa enggan.
Tafsir :
Yang menyebabkan tidak diterimanya nafkah mereka karena mereka menyembunyikan kekufuran kepada Allah dan mendustakan Rasul-Nya Muhammad صلی الله عليه وسلم. Mereka tidak mendirikan shalat, kecuali dengan berat hati, dan tidak berinfak kecuali dengan terpaksa. Mereka tidak mengharapkan pahala atas kewajiban-kewajiban tersebut dan tidak takut akan siksa karena meninggalkannya disebabkan kekufuran mereka.

AT TAUBAH : 55

فَلاَ تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلاَ أَوْلاَدُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Terjemah :
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki dengan (memberi) harta benda dan anak-anak itu untuk menyiksa mereka dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir.
Tafsir :
Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka (orang mnuafik itu) membuatmu tertarik (wahai Nabi), sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka di dunia ini dengan harta dan anak-anak itu, yaitu dengan kesusahan mendapatkannya dan musibah-musibah yang akan menimpa mereka (pada harta dan anak-anak mereka), karena mereka tidak berharap (pahala) disisi Allah dalam mendapatkannya. Lalu mereka mati dalam keadaan kufur kepada Allah dan Rasul-Nya.

AT TAUBAH : 56

وَيَحْلِفُونَ بِاللّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ وَلَـكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ
Terjemah :
Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (nama) Allah, bahwa sesungguhnya mereka termasuk golonganmu; padahal mereka bukanlah dari golonganmu, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepadamu).
Tafsir :
Orang-orang munafik itu bersumpah atas nama Allah kepada kalian hai orang-orang mukmin bahwa mereka termasuk golongan kalian, padahal sumpah mereka itu palsu dan batil. Sesungguhnya mereka tidaklah termasuk golongan kalian, tapi mereka adalah orang-orang yang penakut, karena itu mereka bersumpah kepada kalian agar selamat.

AT TAUBAH : 57

لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَأً أَوْ مَغَارَاتٍ أَوْ مُدَّخَلاً لَّوَلَّوْاْ إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ
Terjemah :
Jikalau mereka memperoleh tempat perlindunganmu atau gua-gua atau lobang-lobang (dalam tanah) niscaya mereka pergi kepadanya dengan secepat-cepatnya.
Tafsir :
Jikalau orang-orang munafik itu menemukan tempat berlindung atau benteng yang dapat menjaga mereka, atau gua diatas gunung yang dapat melindungi mereka, atau lubang-lubang di dalam bumi yang dapat menyelamatkan mereka dari kalian, niscaya mereka akan segera melarikan diri ke sana secepatnya.

AT TAUBAH : 58

وَمِنْهُم مَّن يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُواْ مِنْهَا رَضُواْ وَإِن لَّمْ يُعْطَوْاْ مِنهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ
Terjemah :
Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (distribusi) zakat; jika mereka diberi sebahagian dari padanya, mereka bersenang hati, dan jika mereka tidak diberi sebahagian dari padanya, dengan serta merta mereka menjadi marah.
Tafsir :
Di antara orang-orang munafik itu ada yang mencelamu tentang pembagian zakat. Jika mereka mendapatkannya, mereka akan merasa senang dan diam, akan tetapi apabila mereka tidak mendapatkannya sedikit pun, mereka marah dan mencelamu.

Asbabun Nuzul :

Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Said berkata : Ketika Rasulullah صلی الله عليه وسلم membagi harta, datanglah Dzul Khuwaishirah, dia berkata : Berbuat adillah!!. Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda : Celaka kamu, siapa yang berbuat adil jika aku tidak berbuat adil?? Maka turunlah ayat 58 ini. Hadits senada diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dari Jabir.

AT TAUBAH : 59

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُوْاْ مَا آتَاهُمُ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَقَالُواْ حَسْبُنَا اللّهُ سَيُؤْتِينَا اللّهُ مِن فَضْلِهِ وَرَسُولُهُ إِنَّا إِلَى اللّهِ رَاغِبُونَ
Terjemah :
Jikalau mereka sungguh-sungguh ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata: “Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan sebagian dari karunia-Nya dan demikian (pula) Rasul-Nya, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang berharap kepada Allah,” (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka).
Tafsir :
Jika orang-orang yang mencelamu pada pembagian zakat itu ridha atas apa yang telah dibagikan Allah dan Rasul-Nya kepada mereka dan mereka berkata : Cukuplah Allah bagi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian karunia-Nya, begitu pula Rasul-Nya akan memberikan kepada kami apa-apa yang Allah berikan pada beliau. Sesungguhnya kami berharap Allah meluaskan rizki kami dan menjadikan kami kaya dan tercukupi sehingga tidak memerlukan zakat atau sedekah dari orang-orang. Jikalau mereka berbuat seperti itu, tentulah itu lebih baik bagi mereka.

AT TAUBAH : 60

إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاء وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللّهِ وَاللّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Terjemah :
Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yuang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana [647].
________________________________________
[647] Yang berhak menerima zakat ialah: 1. Orang fakir: orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. Orang miskin: orang yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat: orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat. 4. Muallaf: orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 5. Memerdekakan budak: mencakup juga untuk melepaskan muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. Orang berhutang: orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Adapun orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 7. Pada jalan Allah (sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara mufasirin ada yang berpendapat bahwa fisabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit dan lain-lain. 8. Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan masiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.
Tafsir :
Sesungguhnya zakat-zakat yang wajib itu hanya diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkannya yang tidak memiliki apa-apa, orang-orang miskin yang tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, para pengumpul zakat (amil-amil zakat), orang-orang mualaf yang dibujuk hatinya dan diharapkan keislamannya atau diharapkan bertambah kekuatan imannya, atau kemanfaatannya bagi Islam, atau dibayarkan untuk mencegah kejahatan yang akan dilakukan seseorang terhadap orang-orang muslim, juga untuk memerdekakan hamba sahaya dan budak yang hendak membebaskan dirinya, juga kepada orang yang bangkrut karena memperbaiki keadaan, dan untuk orang yang sangat banyak hutangnya (dan ia berutang bukan untuk hal-hal yang mubazir dan membuat kerusakan) sehingga dia melarat, juga untuk orang yang berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang bepergian yang kehabisan bekal (musafir). Pembagian zakat ini merupakan fardhu yang telah Allah tetapkan dan tentukan. Dan Allah Maha Mengetahui akan kemashlahatan hamba-hamba-Nya dan Mahabijaksana dalam mengurus dan menentukan syariat-Nya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*