Tafsir Al-Muyasar Surat At-Taubah 41-50

AT TAUBAH : 41

انْفِرُواْ خِفَافًا وَثِقَالاً وَجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Terjemah :
Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.
Tafsir :
Hai orang-orang yang beriman, berangkatlah kalian semua untuk berjihad di jalan Allah, baik kalian yang muda maupun yang tua, baik merasa ringan maupun berat, dan bagaimanapun keadaan kalian. Nafkahkanlah harta kalian di jalan Allah, dan berperanglah dengan diri kalian untuk menegakkan kalimat Allah. Semua itu (keluar untuk berjihad dan menafkahkan harta) lebih baik bagi dunia dan akhirat kalian, daripada kemalasan kalian penahanan harta, dan berpaling dari berjihad, jika kalian mengetahui keutamaan berjihad dan pahala yang akan Allah berikan. Kerjakanlah apa yang diperintahkan pada kalian dan jawablah seruan Allah dan Rasul-Nya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari al-Hadhrami bahwa telah disebutkan kepadanya bahwa adad beberapa orang yang berharap sakit atau lanjut usia agar tidak terkena kewajiban jihad, maka dia berkata : Aku berdosa. Maka Allah menurunkan ayat 41 ini.

AT TAUBAH : 42

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لاَّتَّبَعُوكَ وَلَـكِن بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ الشُّقَّةُ وَسَيَحْلِفُونَ بِاللّهِ لَوِ اسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَاللّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
Terjemah :
Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (nama) Allah: “Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu.” Mereka membinasakan diri mereka sendiri [644] dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta.
________________________________________
[644] Maksudnya mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu.
Tafsir :
Allah mencela sejumlah orang-orang munafik yang meminta izin kepada Rasulullah صلی الله عليه وسلم untuk tidak ikut berperang pada perang Tabuk. Akan tetapi, jika diberitakan bahwa mereka akan pergi untuk memperoleh ghanimah (rampasan perang) di tempat yang dekat dan mudah didapatkan, niscaya mereka akan mengikutimu. Akan tetapi, ketika mereka diajak untuk berperang melawan pasukan Romawi di perbatasan negeri Syam pada waktu musim panas, mereka berpaling dan merasa lemah. Mereka mencari-cari alasan atas berpalingnya mereka dari peperangan itu dengan bersumpah bahwa mereka benar-benar tidak bisa berangkat. Mereka menghancurkan diri mereka sendiri dengan kebohongan dan kemunafikan. Dan Allah mengetahui bahwa mereka berbohong kepadamu dengan alasan yang mereka buat-buat itu.

AT TAUBAH : 43

عَفَا اللّهُ عَنكَ لِمَ أَذِنتَ لَهُمْ حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكَ الَّذِينَ صَدَقُواْ وَتَعْلَمَ الْكَاذِبِينَ
Terjemah :
Semoga Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang benar (dalam keuzurannya) dan sebelum kamu ketahui orang-orang yang berdusta?
Tafsir :
Semoga Allah memaafkanmu (wahai Rasul), atas keputusanmu meninggalkan yang lebih utama dan lebih sempurna, yaitu tindakanmu mengizinkan orang-orang munafik itu untuk tidak pergi berjihad. Mengapa engkau mengizinkan mereka berpaling dari peperangan, sehingga jelas siapa yang jujur dan berbohong dengan udzur mereka?

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Amru bin Maemun al-Azdi berkata : Dua perkara telah dilakukan oleh Rasulullah صلی الله عليه وسلم padahal beliau tidak diperintahkan melakukan keduanya. Izin beliau kepada orang-orang munafik dan tebusan yang beliau ambil dari tawanan perang Badar, maka Allah menurunkan ayat 43 ini.

AT TAUBAH : 44

لاَ يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ أَن يُجَاهِدُواْ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِالْمُتَّقِينَ
Terjemah :
Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa.
Tafsir :
Bukanlah termasuk sikap orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan Hari Akhir, meminta izin kepadamu (wahai Rasul) untuk tidak ikut berjihad di jalan Allah dengan diri dan harta mereka. Ini merupakan sikap orang-orang munafik. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang takut kepada-Nya kemudian bertakwa dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

AT TAUBAH : 45

إِنَّمَا يَسْتَأْذِنُكَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِي رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya.
Tafsir :
Orang-orang yang meminta izin untuk tidak ikut berjihad hanyalah mereka yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mereka yang tidak berbuat kebajikan, dan mereka yang hatinya ragu akan kebenaran yang engkau (wahai Nabi) sampaikan, yaitu Islam dan syariat-syariatnya. Dan mereka selalu bimbang dalam keragu-raguannya.

AT TAUBAH : 46

وَلَوْ أَرَادُواْ الْخُرُوجَ لأَعَدُّواْ لَهُ عُدَّةً وَلَـكِن كَرِهَ اللّهُ انبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ اقْعُدُواْ مَعَ الْقَاعِدِينَ
Terjemah :
Dan jika mereka mau berangkat, tentulah mereka menyiapkan persiapan untuk keberangkatan itu, tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka. dan dikatakan kepada mereka: “Tinggallah kamu bersama orang-orang yang tinggal itu.”
Tafsir :
Jika orang-orang munafik itu mau pergi berjihad bersamamu (wahai Nabi), niscaya mereka akan mempersiapkan bekal dan kendaraan mereka, akan tetapi Allah membenci keberangkatan mereka, maka mereka merasa berat dan hilang keinginan mereka untuk berangkat meskipun mereka mampu. Itu terjadi dengan qadha dan takdir Allah meski secara syar”i Allah perintahkan kepada mereka dengannya. Lalu, dikatakan kepada mereka : Tinggallah kalian disini bersama orang-orang yang tidak ikut berjihad, yaitu bersama orang-orang sakit, orang yang lemah, para wanita dan anak-anak.

AT TAUBAH : 47

لَوْ خَرَجُواْ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلاَّ خَبَالاً ولأَوْضَعُواْ خِلاَلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ الْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّاعُونَ لَهُمْ وَاللّهُ عَلِيمٌ بِالظَّالِمِينَ
Terjemah :
Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, dan tentu mereka akan bergegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antara kamu; sedang di antara kamu ada orang-orang yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zalim.
Tafsir :
Jika orang-orang munafik itu berangkat bersama kalian (wahai orang-orang yang beriman) untuk berjihad, mereka hanya akan menyebarkan kekacauan dalam barisan kalian, serta menebar kejahatan dan kerusakan. Mereka akan bergerak diantara kalian mengadu domba dan menebar kebencian. Mereka ingin menebar fitnah dengan mendatangi dan melemahkan kalian untuk berjihad di jalan Allah. Dan diantara kalian (wahai orang-orang mukmin) ada yang menjadi mata-mata mereka, mereka mendengarkan perkataan kalian, dan mereka memindahkan perkataan di antara mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa orang-orang munafik dan orang-orang yang zhalim dan akan membalasnya atas perbuatan mereka itu.

AT TAUBAH : 48

لَقَدِ ابْتَغَوُاْ الْفِتْنَةَ مِن قَبْلُ وَقَلَّبُواْ لَكَ الأُمُورَ حَتَّى جَاء الْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ اللّهِ وَهُمْ كَارِهُونَ
Terjemah :
Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk (merusakkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah) dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya.
Tafsir :
Dari sebelum Perang Tabuk, orang-orang munafik itu selalu menginginkan kekacauan terhadap agama orang-orang mukmin dan bersaha menghalang-halangi mereka dari jalan Allah, serta membuka urusan mereka. Orang-orang munafik itu mengatur berbagai tipu daya untuk membatalkan apa yang engkau (wahai Nabi) bawa. Sebagaimana yang mereka lakukan pada waktu Perang Uhud dan Khandaq, mereka juga mengatur tipu daya untuk mencelakaimu sehingga datanglah pertolongan Allah, dikuatkan tentara-Nya, dan menanglah agama-Nya, sementara orang-orang munafik itu membencinya.

AT TAUBAH : 49

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ائْذَن لِّي وَلاَ تَفْتِنِّي أَلاَ فِي الْفِتْنَةِ سَقَطُواْ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌ بِالْكَافِرِينَ
Terjemah :
Di antara mereka ada orang yang berkata: “Berilah saya keizinan (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikan saya terjerumus dalam fitnah.” Ketahuilah bahwa mereka telah terjerumus ke dalam fitnah [645]. Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir.
________________________________________
[645] Ada beberapa orang munafik yang tidak mau pergi berperang ke Tabuk (daerah kekuasaan Rumawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi, berhubung dengan itu turunlah ayat ini untuk membukakan rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu adalah karena kelemahan iman mereka dan itu adalah suatu fitnah.
Tafsir :
Di antara orang-orang munafik itu ada yang meminta izin untuk tidak ikut berjihad dan berkata : Janganlah engkau timpakan ujian kepadaku dengan apa yang akan aku hadapi ketika keluar (berjihad), yaitu terjerumus kedalam fitnah perempuan. Sesungguhnya mereka telah terjerumus ke dalam fitnah yang sangat besar, yaitu kemunafikan. Sesungguhnya Neraka Jahanamlah yang akan meliputi orang-orang yang kufur terhadap Allah dan Hari Akhir dan tidak ada seorang pun dari mereka yang akan terbebas darinya.

Asbabun Nuzul :

Ath-Thabrani, Abu Nuaim dan Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Ketika Nabi صلی الله عليه وسلم hendak berangkat ke Tabuk, beliau berkata kepada Jad bin Qais : Wahai Jad bin Qais, apa pendapatmu memerangi orang-orang kulit kuning (Romawi)? Dia menjawab : Ya Rasulullah, aku adalah laki-laki yang sangat mudah tertarik kepada wanita, jika aku melihat wanita orang-orang kulit kuning aku takut terfitnah, izinkanlah aku dan jangan jerumuskan aku ke dalam fitnah. Maka Allah menurunkan ayat 49 ini.

AT TAUBAH : 50

إِن تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ وَإِن تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُواْ قَدْ أَخَذْنَا أَمْرَنَا مِن قَبْلُ وَيَتَوَلَّواْ وَّهُمْ فَرِحُونَ
Terjemah :
Jika kamu mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya; dan jika kamu ditimpa oleh sesuatu bencana, mereka berkata: “Sesungguhnya kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi perang)” dan mereka berpaling dengan rasa gembira.
Tafsir :
Apabila engkau (wahai Nabi) mendapatkan kegembiraan dan ghanimah, orang-orang munafik itu merasa sedih. Dan jika engkau mendapatkan kesusahan dengan kekalahan atau terdesak, mereka berkata : Kami adalah orang-orang yang berpikir, kami telah berhati-hati dalam urusan kami dengan tidak mengikuti Muhammad. Kemudian mereka berpaling dengan gembira atas perbuatan mereka dan atas kesusahan yang engkau terima.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah berkata : Orang-orang munafik yang tetap tinggal di Madinah mulai memberitakan dari Nabi صلی الله عليه وسلم berita-berita buruk, mereka berkata : Muhammad dan kawan-kawannya mengalami kelaparan dalam perjalanan mereka dan mereka semua telah binasa. Tetapi kebohongan ucapan mereka sampai kepada sahabat-sahabat beliau, hal ini membuat mereka malu sendiri. Maka Allah menurunkan ayat 50 ini.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*