Tafsir Al-Muyasar Surat At-Taubah 31-40

AT TAUBAH : 31

اتَّخَذُواْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ اللّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُواْ إِلاَّ لِيَعْبُدُواْ إِلَـهًا وَاحِدًا لاَّ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Terjemah :
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah [639] dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.
________________________________________
[639] Maksudnya: mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, biarpun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menyuruh membuat maksiat atau mengharamkan yang halal.
Tafsir :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani itu menjadikan ulama-ulama dan para ahli ibadah mereka sebagai tandingan selain Allah, yang memberikan hukum yang mereka laksanakan, sedangkan mereka meninggalkan syariat Allah. Mereka juga menjadikan al-Masih putra Maryam sebagai ilah yang mereka sembah. Padahal Allah telah memerintahkan mereka untuk mengesakan-Nya, menyembah ilah yang Maha Esa, tidak ada Ilah Yang Haq selain Dia. Mahasuci Allah dari apa yang dibuat-buat oleh orang-orang musyrik dan orang-orang yang sesat itu.

AT TAUBAH : 32

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
Terjemah :
Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahayaNya, walaupun orang-orang yang kafir tidak menyukai.
Tafsir :
Orang-orang kafir dengan pengingkarannya itu hendak menghancurkan agama Islam dan mendustakan bukti-bukti dan dalil-dalil keesaaan Allah yang disampaikan oleh Rasul-Nya, Muhammad صلی الله عليه وسلم. Dan Allah tidak menghendaki, kecuali menyempurnakan agama-Nya dan menegakkannya, dan meninggikan kalimat-Nya, meskipun orang-orang kair itu tidak menyukainya.

AT TAUBAH : 33

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ
Terjemah :
Dialah yang telah mengutus RasulNya (dengan membawa) petunjuk (Al-Qur an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrikin tidak menyukai.
Tafsir :
Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya, Muhammad صلی الله عليه وسلم dengan membawa al-Qur”an dan agama Islam, agar ditampakkannya atas seluruh agama yang ada, dimenangkannya atas mereka, meskipun orang-orang musyrik tidak menyukai agama yang hak (Islam).

AT TAUBAH : 34

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ الأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ اللّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلاَ يُنفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,
Tafsir :
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, dan mengikuti syariat-Nya. Sesungguhnya banyak dari orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani mengambil harta orang-orang dengan jalan yang batil, seperti menerima suap dan sebagainya, juga melarang mereka untuk masuk ke dalam agama Islam dan menghalang-halangi mereka dari jalan Allah. Dan orang-orang yang memiliki harta, tetapi mereka enggan menunaikan zakat dan tidak mengeluarkan dari harta itu hak-hak dan kewajibannya. Maka berilah kabar gembira kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang sangat pedih.

AT TAUBAH : 35

يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَـذَا مَا كَنَزْتُمْ لأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ
Terjemah :
pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”
Tafsir :
Pada Hari Kiamat itu, potongan-potongan emas dan perak diletakkan di dalam neraka, dan ketika sudah sangat panas maka dibakar dengannya dahi, lambung dan punggung pemiliknya. Lalu dikatakan kepada mereka (sebagai celaan) : Ini adalah harta yang kalian simpan untuk diri sendiri, dan kalian tidak mau mengeluarkan hak-haknya (yang Allah tetapkan didalamnya). Maka rasakanlah siksa yang sangat pedih, atas perbuatan kalian sendiri menyimpan dan menimbun harta.

AT TAUBAH : 36

إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِندَ اللّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَات وَالأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلاَ تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ وَقَاتِلُواْ الْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَآفَّةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram [640]. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri [641] kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.
________________________________________
[640] lihat not [119]
[641] Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.
Tafsir :
Sesungguhnya bilangan bulan menurut hukum Allah dan yang telah ditetapkan di Lauhul Mahfudz ada dua belas bulan. Yaitu ketika Allah menciptakan langit dan bumi; dan di antara bulan-bulan tersebut ada empat bulan yang diharamkan (diharamkan berperang di dalamnya), yaitu bulan Dzulqa dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Dan itulah agama yang lurus. Maka janganlah kalian menzhalimi diri sendiri pada bulan-bulan itu, karena sangat diharamkannya itu, dan perbuatan zhalim di bulan-bulan itu lebih berat dari bulan-bulan selainnya. Tapi bukan berarti perbuatan zhalim pada selain bulan itu dibolehkan. Dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang bertakwa menjadi pelindung dan penolong mereka.

AT TAUBAH : 37

إِنَّمَا النَّسِيءُ زِيَادَةٌ فِي الْكُفْرِ يُضَلُّ بِهِ الَّذِينَ كَفَرُواْ يُحِلِّونَهُ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُ عَامًا لِّيُوَاطِؤُواْ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ اللّهُ فَيُحِلُّواْ مَا حَرَّمَ اللّهُ زُيِّنَ لَهُمْ سُوءُ أَعْمَالِهِمْ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu [642] adalah menambah kekafiran. Disesatkan orang-orang yang kafir dengan mengundur- undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mempersesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Syaitan) menjadikan mereka memandang perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.
________________________________________
[642] Muharram, Rajab, Zulqaedah dan Zulhijjah adalah bulan-bulan yang dihormati dan dalam bulan-bulan tersebut tidak boleh diadakan peperangan. Tetapi peraturan ini dilanggar oleh mereka dengan mengadakan peperangan di bulan Muharram, dan menjadikan bulan Safar sebagai bulan yang dihormati untuk pengganti bulan Muharram itu. Sekalipun bulangan bulan-bulan yang disucikan yaitu, empat bulan juga. Tetapi dengan perbuatan itu, tata tertib di Jazirah Arab menjadi kacau dan lalu lintas perdagangan terganggu.
Tafsir :
Yang dilakukan oleh bangsa Arab pada masa jahiliyah adalah mengharamkan empat bulan dalam setahun untuk berperang, akan tetapi mereka tidak membatasi dan menentukan bulan-bulan apa saja yang telah Allah haramkan itu. Maka terkadang mereka memundur-mundurkan bulan tersebut ataupun mendahulukannya dan menjadikan bulan-bulan yang dibolehkan perang sebagai pengganti bulan-bulan yang diharamkan itu, mereka melakukannya sesuai kebutuhan dan keinginan mereka untuk melakukan peperangan. Semuanya itu hanyalah menambah kekufuran mereka, setan menyesatkan mereka dengan itu semua. Mereka menghalalkan peperangan pada bulan-bulan yang diharamkan itu setahun penuh dan mengharamkannya setahun penuh. Itu semua mereka lakukan untuk menggenapkan jumlah bulan yang diharamkan, yaitu selama empat bulan. Mereka menghalalkan apa yang telah Allah haramkan (bulan-bulan itu) dan setan menjadikan mereka menganggap baik perbuatan buruk mereka itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk akan pahala dan kebenaran kepada orang-orang kafir.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abu Malik berkata : Mereka menjadikan satu tahun terdiri dari tiga belas bulan, mereka menjadikan Muharram itu Safar, mereka menghalalkan perkara-perkara haram didalamnya, maka Allah menurunkan ayat 37 ini.

AT TAUBAH : 38

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انفِرُواْ فِي سَبِيلِ اللّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الآخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit.
Tafsir :
Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan menjalankan syariat-Nya, bagaimana kalian jika dikatakan kepada kalian : Keluarlah kalian untuk berjihad di jalan Allah memerangi musuh-musuh kalian, kalian merasa malas dan ingin tinggal di rumah kalian? Apakah kalian sudah merasa puas dengan kenikmatan dunia, daripada kenikmatan yang akan kalian dapatkan di akhirat?Yang kalian nikmati di dunia hanyalah kesenangan yang sedikit dan fana, sedangkan kenikmatan akhirat yang telah Allah persiapkan bagi orang-orang mukmin yang berjihad di jalan-Nya sangatlah banyak dan abadi.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid tentang ayat ini, ia berkata : Ayat ini ketika mereka diperintahkan berangkat dalam perang Tabuk setelah Fathu Makkah, mereka diperintahkan untuk berangkat pada musim panas pada saat pohon kurma memasuki masa petik dan buah-buahan sedang masak. Mereka jauh lebih suka berteduh di rumah-rumah mereka dan sangat berat bagi mereka untuk keluar, maka Allah menurunkan ayat 38 ini.

AT TAUBAH : 39

إِلاَّ تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلاَ تَضُرُّوهُ شَيْئًا وَاللّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
Terjemah :
Jika kamu tidak berangkat untuk berperang, niscaya Allah menyiksa kamu dengan siksa yang pedih dan digantinya (kamu) dengan kaum yang lain, dan kamu tidak akan dapat memberi kemudharatan kepada-Nya sedikitpun. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Tafsir :
Jika kalian (hai orang-orang mukmin) tetap tidak mau berangkat untuk berperang melawan musuh-musuh Allah, niscaya Allah akan menurunkan siksa-Nya kepada kalian. Kemudian Allah akan mendatangkan kaum yang lain yang bersedia berjihad apabila diminta, dan mereka menaati Allah dan Rasul-Nya. Allah tidak akan merasa rugi sedikit pun karena berpalingnya kalian dari perintah berjihad (tidak mau pergi berjihad). Allah Mahakaya atas kalian sedangkan kalian miskin dan sangat butuh pada-Nya. Apa yang Dia kehendaki pasti terjadi. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu, yaitu menolong agama dan Nabi-Nya, meskipun tanpa bantuan kalian.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Najdah bin Nufai berkata : Aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang ayat ini, dia berkata : Rasulullah صلی الله عليه وسلم mmerintahkan agar sebuah kabilah Arab untuk berangkat berperang namun mereka merasa sangat berat, maka Allah menurunkan ayat 39 ini. Maka Allah menahan hujan dari mereka, itulah adzab mereka.

AT TAUBAH : 40

إِلاَّ تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لاَ تَحْزَنْ إِنَّ اللّهَ مَعَنَا فَأَنزَلَ اللّهُ سَكِينَتَهُ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ الَّذِينَ كَفَرُواْ السُّفْلَى وَكَلِمَةُ اللّهِ هِيَ الْعُلْيَا وَاللّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Terjemah :
Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan keterangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Al-Quraan menjadikan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [643]
________________________________________
[643] Maksudnya: orang-orang kafir telah sepakat hendak membunuh Nabi r, maka Allah Imemberitahukan maksud jahat orang-orang kafir itu kepada Nabi r. Karena itu maka beliau keluar dengan ditemani oleh Abu Bakar dari Mekah dalam perjalanannya ke Madinah beliau bersembunyi di suatu gua di bukit Tsur.
Tafsir :
Hai para sahabat Rasulullah صلی الله عليه وسلم, jika kalian tidak mau berangkat berjihad bersama Rasul ketika diminta, dan kalian tidak mau menolongnya, sesungguhnya Allah telah membantu dan menolongnya tatkala orang-orang kafir Quraisy mengusirnya dari negerinya (Makkah). Ketika itu dia berdua (Rasul bersama Abu Bakar ash-Shiddiq) terpaksa berlindung dari kejaran orang-orang kafir di dalam gua di gunung Tsur. Keduanya bersembunyi didalamnya selama tiga malam. Rasul berkata kepada Abu Bakar ketika terlihat rasa takut dari raut mukanya : Janganlah takut!! Sesungguhnya Allah beserta kita dan akan memberikan pertolongan dan bantuan kepada kita. Maka Allah memberikan rasa tenang pada hati Rasulullah صلی الله عليه وسلم, kemudian membantunya dengan menurunkan tentara yang tidak terlihat oleh manusia, yaitu para malaikat. Dan Alah memenangkannya atas musuh-musuhnya dan menghinakan mereka. Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itu rendah dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Semua itu untuk menegakkan dan meninggikan Islam. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas kerajaan-Nya dan Maha Bijaksana dalam mengatur hamba-hamba-Nya. Ayat ini menyatakan pujian yang sangat agung kepada Abu Bakar ash-Shiddiq.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*