Tafsir Al-Muyasar Surat At-Taubah 21-30

AT TAUBAH : 21

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَانٍ وَجَنَّاتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ
Terjemah :
Tuhan mereka menggembirakan mereka dengan memberikan rahmat dari padaNya, keridhaan dan surga, mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang kekal,
Tafsir :
Sesungguhnya bagi orang-orang mukmin yang berhijrah akan mendapatkan kegembiraan dari Rabbnya, yaitu dengan diberi rahmat-Nya yang luas dan keridhaan-Nya yang tidak ada murka setelah itu. Tempat kembali mereka adalah surga dan mereka kekal didalamnya, serta mendapatkan kenikmatan yang abadi.

AT TAUBAH : 22

خَالِدِينَ فِيهَا أَبَدًا إِنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ
Terjemah :
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.
Tafsir :
Mereka kekal didalam surga itu selamanya, itulah balasan atas ketaatan dan amal shalih yang mereka kerjakan semasa hidup di dunia. Sesungguhnya Allah mempunyai pahala yang besar bagi orang yang beriman dan beramal shalih dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

AT TAUBAH : 23

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ لاَ تَتَّخِذُواْ آبَاءكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاء إَنِ اسْتَحَبُّواْ الْكُفْرَ عَلَى الإِيمَانِ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُوْلَـئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Terjemah :
Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
Tafsir :
Hai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya, dan menjalankan syariat-Nya, janganlah kalian menjadikan kerabat (ayah, saudara-saudara kalian, atau lainnya) sebagai wali-wali kalian, yang mana kalian menceritakan rahasia-rahasia kaum muslimin dan meminta pendapat dalam urusan kalian, selama mereka masih berada dalam kekufuran dan memusuhi Islam. Barangsiapa yang menjadikan mereka wali dan memberikan kasih saying kepada mereka, sesungguhnya ia telah durhaka kepada Allah dan telah menzhalimi diri sendiri dengan kezhaliman yang besar.

AT TAUBAH : 24

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ
Terjemah :
Katakanlah: “jika bapa-bapa , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan RasulNYA dan dari berjihad di jalan NYA, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan NYA”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.
Tafsir :
Katakanlah (wahai Rasul) kepada orang-orang mukmin : Jika kalian lebih mencintai bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta yang telah kalian kumpulkan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, rumah-rumah yang telah kalian bangun. Jika kalian lebih mencintai semua itu daripada Allah dan Rasul-Nya, serta jihad di jalan-Nya, maka tunggulah peringatan dan hukuman Allah atas kalian. Dan Allah tidak memberi petunjuk bagi orang-orang yang tidak mau menaati-Nya.

Asbabun Nuzul :

Dia berkata kepada beberapa orang yang dia sebut nama-nama mereka : Mengapa kalian tidak mau berhijrah, mengapa kalian tidak menyusul Rasulullah صلی الله عليه وسلم? Mereka menjawab : Kami tinggal bersama saudara-saudara kami, keluarga kami dan tempat tinggal kami. Maka Allah menurunkan ayat 24 ini. Hadits senada diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari asy-Sya”bi.

AT TAUBAH : 25

لَقَدْ نَصَرَكُمُ اللّهُ فِي مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ
Terjemah :
Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak, dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu diwaktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah (mu), maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari kebelakang dengan bercerai-berai.
Tafsir :
Sesungguhnya Allah telah menurunkan pertolongan kepada kalian pada banyak peperangan, yaitu ketika kalian melakukan usaha dan bertawakal kepada Allah. Dan pada hari Perang Hunain, kalian berkata : Kami tidak akan kalah pada peperangan ini karena jumlah mereka hanya sedikit. Akan tetapi, banyaknya jumlah kalian tidak bermanfaat dan kalian tertipu dengan itu. Terlihat musuh itu oleh kalian dan kalian tidak menemukan tempat berlindung di bumi yang luas ini, kemudian kalian pun akhirnya melarikan diri dengan tercerai-berai.

Asbabun Nuzul :

Al-Baihaqi dalam ad-Dalail meriwayatkan dari ar-Rabi” bin Anas bahwa seorang laki-laki berkata pada hari perang Hunain : Kita tidak akan dikalahkan oleh tentara kafir yang jumlahnya sedikit. Jumlah pasukan Islam waktu itu adalah dua belas ribu, hal ini memberatkan Rasulullah صلی الله عليه وسلم . Maka Allah menurunkan ayat 25 ini.

AT TAUBAH : 26

ثُمَّ أَنَزلَ اللّهُ سَكِينَتَهُ عَلَى رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعذَّبَ الَّذِينَ كَفَرُواْ وَذَلِكَ جَزَاء الْكَافِرِينَ
Terjemah :
Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang- orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.
Tafsir :
Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang-orang mukmin sehingga tegar hati mereka. Dan Allah menurunkan bala bantuan tentara malaikat yang tidak terlihat oleh mereka. Allah menolong mereka atas musuh-musuh mereka dan menimpakan bencana kepada orang-orang kafir. Itulah siksaan dari Allah bagi kaum yang menentang agama-Nya dan mendustakan Rasul-Nya.

AT TAUBAH : 27

ثُمَّ يَتُوبُ اللّهُ مِن بَعْدِ ذَلِكَ عَلَى مَن يَشَاء وَاللّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Sesudah itu Allah menerima taubat dari orang-orang yang dikehendakiNya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Orang yang kembali dari kekufurannya setelah itu dan masuk ke dalam Islam, sesungguhnya Allah menerima taubat orang-orang yang dikehendaki-Nya di antara mereka. Allah akan mengampuni dosa-dosa mereka. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

AT TAUBAH : 28

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلاَ يَقْرَبُواْ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَـذَا وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللّهُ مِن فَضْلِهِ إِن شَاء إِنَّ اللّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis [634], maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam [635] sesudah tahun ini [636]. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin [637], maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
________________________________________
[634] Maksudnya: jiwa musyrikin itu dianggap kotor, karena menyekutukan Allah.
[635] Maksudnya: tidak dibenarkan mengerjakan haji dan umrah. Menurut pendapat sebagian mufassirin yang lain, ialah kaum musyrikin itu tidak boleh masuk daerah haram baik untuk keperluan haji dan umrah atau untuk keperluan yang lain.
[636] Maksudnya setelah tahun 9 hijrah.
[637] Karena tidak membenarkan orang musyrikin mengerjakan haji dan umrah, karena pencaharian orang-orang muslim boleh jadi berkurang.
Tafsir :
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis dan kotor, janganlah kalian membiarkan mereka tinggal di sekitar Masjidil Haram setelah tahun ini, yaitu tahun sembilah Hijrah. Jika kamu takut miskin karena hubungan perdagangan kamu terputus dengan mereka, sesungguhnya Allah akan menggantinya dan Allah akan mencukupkan kalian dengan karunia-Nya jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui keadaan kalian dan Maha Bijaksana dalam mengurus keadaan kalian.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Orang-orang musyrik dari belahan bumi Arab datang ke Makkah, mereka datang dengan membawa bahan makanan dan mereka berdagang dengannya, ketika mereka dilarang untuk mendatangi Baitul Haram maka kaum muslimin berkata : Lalu dari mana kita akan dapat makanan? Maka Allah menurunkan ayat 28 ini.

Ibnu Jarir dan Abusy Syaikh meriwayatkan dari Said bin Jubair berkata : Ketika turun ayat 28. Hal ini terasa berat bagi kaum muslimin, mereka berkata : Siapa yang akan membawa bahan makanan dan barang-barang kepada kami? Maka Allah menurunkan ayat 28 ini.

Dia juga meriwayatkan riwayat senada dari Ikrimah, Athiyah al-Aufi, adh-Dhahhak, Qatadah dan lain-lain.

AT TAUBAH : 29

قَاتِلُواْ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلاَ بِالْيَوْمِ الآخِرِ وَلاَ يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ اللّهُ وَرَسُولُهُ وَلاَ يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُواْ الْكِتَابَ حَتَّى يُعْطُواْ الْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَاغِرُونَ
Terjemah :
Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah [638] dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.
________________________________________
[638] Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam, sebagai imbangan bagi keamanan diri mereka
Tafsir :
Hai umat muslim, perangilah orang-orang kafir dari Yahudi dan Nasrani yang tidak mau beriman kepada Allah, Hari Kebangkitan, dan pembalasan, dan tidak mau meninggalkan apa yang telah Allah dan Rasul-Nya larang dan tidak mau menjalankan hukum syariat Islam, sehingga mereka membayar jizyah (pajak yang dikenakan kepada orang kafir) yang diwajibkan kepada mereka sebagai bentuk ketundukan dan kepatuhan.

AT TAUBAH : 30

وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللّهِ وَقَالَتْ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِؤُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ
Terjemah :
Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?
Tafsir :
Orang Yahudi telah menyekutukan Allah dengan menyangka bahwa Uzair putra Allah, dan begitu pula orang Nasrani dengan menyatakan bahwa al-Masih adalah putra Allah. Ini adalah pernyataan yang dibuat-buat oleh mereka sendiri, mereka malah meniru perkataan orang-orang musyrik terdahulu. Allah akan memerangi seluruh orang yang menyekutukan-Nya dan melaknat mereka. Bagaimana bisa mereka berpaling dari yang hak kepada yang batil?

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Rasulullah صلی الله عليه وسلم didatangi oleh Salam bin Misykam, Nu”man bin Aufa, Muhammad bin Dihyah, Syammas bin Qais, Malik bin ash-Shaif, mereka berkata : Bagaimana kami mau mengikutimu sementara kamu telah meninggalkan kiblat kami, dan kamu tidak mau mengatakan Uzair anak Allah? Maka Allah menurunkan ayat 30 tentang hal ini.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*