Tafsir Al-Muyasar Surat At-Taubah 121-129

AT TAUBAH : 121

وَلاَ يُنفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلاَ كَبِيرَةً وَلاَ يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلاَّ كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ
Terjemah :
dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal saleh pula) karena Allah akan memberi balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Tafsir :
Dan tidaklah mereka mengeluarkan nafkah, baik sedikit maupun banyak di jalan Allah, dan tidaklah mereka melewati lembah bersama Rasulullah صلی الله عليه وسلم untuk berjihad, kecuali Allah telah menetapkan pahala amal shalih bagi mereka. Allah akan membalas mereka dengan sebaik-baik balasan atas amal shalih yang mereka kerjakan.

AT TAUBAH : 122

وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةً فَلَوْلاَ نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِي الدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُواْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ
Terjemah :
Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
Tafsir :
Tidaklah pantas bagi orang-orang Mukmin untuk pergi semuanya berperang melawan musuh-musuh mereka, sebagaimana tidak pantas untuk berdiam diri semuanya. Mengapa tidak pergi berperang dan berjihad dari tiap-tiap golongan itu beberapa orang yang mencukupi dan tercapai maksud untuk itu, agar orang-orang yang tidak ikut berperang dapat memperdalam agama dan mempelajari hukum-hukum tentang agama Allah dan apa yang diturunkan kepada Rasul-Nya, juga agar mereka dapat memperingatkan kaumnya dengan apa yang diketahuinya sekembalinya mereka dari medan perang, agar mereka menjaga diri dari adzab Allah dengan menaati perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ikrimah berkata : telah turun ayat 39. Padahal beberapa orang tidak berangkat karena mereka sibuk mengajar kaum mereka yang ada di pedalaman, orang-orang munafik berkata : Ada orang-orang yang tertinggal di pedalaman, maka orang-orang pedalaman telah celaka. Maka turun ayat 122 ini.

AT TAUBAH : 123

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ قَاتِلُواْ الَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ الْكُفَّارِ وَلِيَجِدُواْ فِيكُمْ غِلْظَةً وَاعْلَمُواْ أَنَّ اللّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.
Tafsir :
Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menjalankan syariat-Nya, mulailah dengan memerangi orang-orang kafir yang berada dekat dengan negeri Islam agar mereka tahu bahwa kalian itu memiliki sikap keras terhadap mereka. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa, melindungi dan menolong mereka.

AT TAUBAH : 124

وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَـذِهِ إِيمَانًا فَأَمَّا الَّذِينَ آمَنُواْ فَزَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Terjemah :
Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata: “Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turannya) surat ini?” Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah imannya, dan mereka merasa gembira.
Tafsir :
Apabila turun satu surat al-Qur an kepada Rasulullah, di antara orang-orang munafik ada yang berkata (sebagai pengingkaran dan ejekan) : Apakah keimanan kalian kepada Allah dan ayat-ayat-Nya akan bertambah dengan turunnya surat ini?? Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mereka bertambah keimanannya dengan turunnya surat tersebut dengan mempelajarinya, mentadabburinya, meyakininya dan mengamalkannya. Mereka merasa gembira dengan keimanan dan keyakinan yang telah Allah berikan kepada mereka.

AT TAUBAH : 125

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَى رِجْسِهِمْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كَافِرُونَ
Terjemah :
Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit [666], maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir.
________________________________________
[666] Maksudnya penyakin bathiniyah seperti kekafiran, kemunafikan, keragua-raguan dan sebagainya.
Tafsir :
Adapun orang-orang yang di dalam hatinya terdapat kemunafikan dan keraguan terhadap agama Allah, maka dengan turunnya surat al-Qur an, semakin menambah bertambah kemunafikan dan keraguan mereka daripada sebelumnya. Celakalah orang-orang itu dalam kondisi mereka mengingkari Allah dan ayat-ayat-Nya.

AT TAUBAH : 126

أَوَلاَ يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِي كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لاَ يَتُوبُونَ وَلاَ هُمْ يَذَّكَّرُونَ
Terjemah :
Dan tidaklah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji [667] sekali atau dua kali setiap tahun, dan mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?
________________________________________
[667] Yang dimaksud dengan ujian disini ialah: musibah-musibah yang menimpa mereka seperti terbukanya rahasia tipu daya mereka, pengkhianatan mereka dan sifat mereka menyalahi janji.
Tafsir :
Apabila orang-orang munafik itu tidak memperhatikan bahwa Allah menguji mereka dengan musim kemarau yang panjang dan dengan ditampakkannya kemunafikan mereka sekali atau dua kali tiap tahun? Kemudian mereka tetap tidak juga bertaubat dari kekufuran dan kemunafikan mereka setelah itu, dan mereka tidak mengambil pelajaran atas ayat-ayat Allah yang telah diperlihatkan kepada mereka.

AT TAUBAH : 127

وَإِذَا مَا أُنزِلَتْ سُورَةٌ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ هَلْ يَرَاكُم مِّنْ أَحَدٍ ثُمَّ انصَرَفُواْ صَرَفَ اللّهُ قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لاَّ يَفْقَهُون
Terjemah :
Dan apabila diturunkan satu surat, sebagian mereka memandang kepada yang lain (sambil berkata): “Adakah seorang dari (orang-orang muslimin) yang melihat kamu?” Sesudah itu merekapun pergi. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti.
Tafsir :
Dan apabila turun satu surat, orang-orang munafik itu memberi isyarat dengan mata mereka satu sama lain sebagai bentuk pengingkaran, ejekan dan juga kebencian mereka atas turunnya surat itu. Itu karena ayat yang diturunkan menyebutkan aib-aib dan perbuatan mereka. Kemudian mereka berkata : Apakah ada orang yang melihat kalian jika kalian bangun dari sisi Rasulullah? Apabila tidak ada seorang pun yang melihat, mereka bangkit dan berpaling dari Rasulullah صلی الله عليه وسلم karena takut kejelekan mereka akan terbuka. Allah telah memalingkan hati mereka dari keimanan karena mereka tidak memahami dan merenungkannya.

AT TAUBAH : 128

لَقَدْ جَاءكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
Terjemah :
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.
Tafsir :
Sesungguhnya telah datang kepada kalian (hai orang-orang mukmin) seorang Rasul dari kaum kalian sendiri. Dia merasakan susah dan berat atas penderitaan dan siksaan yang kalian terima. Dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan kalian. Dia pun amat berbelas kasihan dan penyayang terhadap orang-orang Mukmin.

AT TAUBAH : 129

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِيَ اللّهُ لا إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ
Terjemah :
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: “Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung”.
Tafsir :
Apabila orang-orang musyrik dan munafik itu berpaling dari beriman kepadamu wahai Rasul, maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku yang menghilangkan segala kesusahanku. Tidak ada yang patut disembah dengan sebenarnya kecuali Dia. Kepada-Nyalah aku bersandar dan kepada-Nyalah aku menyerahkan segala urusanku. Sesungguhnya Dia-lah penolong dan pelindungku, dan Dialah Rabb yang memiliki Arsy yang agung, yang merupakan ciptaan Allah yang paling besar.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*