Tafsir Al-Muyasar Surat As-Sajdah 16-20

AS-SAJDAH : 16-

تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنفِقُونَ

TERJEMAH :

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya [1194] dan mereka selalu berdo’a kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.

[1194] Maksudnya mereka tidak tidur di waktu biasanya orang tidur untuk mengerjakan shalat malam.

 TAFSIR :

Lambung orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah tersebut terangkat dari kasur tempat tidur mereka. Mereka bertahajud kepada Rabb mereka dalam shalat malam, berdoa kepada-Nya dengan perasaan takut mendapatkan siksa dan berharap pahala. Dan mereka berkenan berinfak dari sebagian harta yang Allah berikan kepada mereka dalam ketaatan kepada-Nya dan di jalan-Nya.

Asbabun Nuzul :

Al-Bazzar meriwayatkan dari Bilal berkata : Kami duduk di masid sementara beberapa orang shahabat Rasulullah

صلی الله عليه وسلم shalat ba’da Maghrib sampai Isya’. Maka turun ayat 16 ini. Namun pada sanadnya terdapat Abdullah bin Syabib, dhaif.

At-Tirmidzi meriwayatkan dan dia menshahihkannya dari Anas bahwa ayat 16 ini turun pada saat menantikan shalat yang disebut dengan Isya’.

AS-SAJDAH : 17-

فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَّا أُخْفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاء بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

Tak seorangpun mengetahui berbagai ni’mat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.

 TAFSIR :

Jiwa tidak mengetahui apa yang disediakan oleh Allah untuk orang-orang beriman itu, yang menenangkan mereka dan melapangkan dada mereka, sebagai balasan atas amal perbuatan mereka yang shalih.

AS-SAJDAH : 18-

أَفَمَن كَانَ مُؤْمِنًا كَمَن كَانَ فَاسِقًا لَّا يَسْتَوُونَ

TERJEMAH :

Apakah orang-orang beriman itu sama dengan orang-orang yang fasik? Mereka tidak sama.

 TAFSIR :

Apakah orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, membenarkan janji dan ancaman-Nya seperti orang yang kafir kepada Allah dan utusan-utusan-Nya dan mendustakan Hari Kiamat?? Mereka tidak sama di sisi Allah.

Asbabun Nuzul :

Al-Wahidi dan Ibnu Asakir meriwayatkan dari jalan Said bin Jubair dari Ibnu Abbas berkata : Al-Walid bin Uqbah bin Abu Mu’ith berkata kepada Ali bin Abu Thalib : Aku lebih tajam tombaknya daripada dirimu, lebih luas lisannya dan lebih banyak bala tentaranya daripada dirimu. Ali menjawab : Diam, kamu adalah orang fasik. Maka turun ayat 18 ini. Ibnu Jarir meriwayatkan senada dari Atha’ bin Yasar.

Ibnu Adi dan al-Khathib dalam Tarikhnya meriwayatkan dari jalan al-Kalbi dari Abu Shalih dari Ibnu Abbas senada dengannya.

Al-Khathib dan Ibnu Asakir meriwayatkan dari jalan Ibnu Lahi’ah dari Amru bin Dinar dari Ibnu Abbas bahwa ia turun berkenaan dengan Ali bin Abi Thalib dan Uqbah bin Abu Mu’ith. Hal itu karena perselisihan yang terjadi di antara keduanya. Begitulah dalam riwayat ini bahwa ia turun berkenaan dengan Uqbah bin al-Walid bukan al-Walid.

AS-SAJDAH : 19-

أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَى نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, maka bagi mereka jannah tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang mereka kerjakan.

 TAFSIR :

Adapaun orang-orang yang beriman dan mengamalkan apa yang diperintahkan kepada mereka, maka balsan mereka adalah surga-surga sebagai tempat tinggal mereka. Mereka menempatinya dengan penuh kenikmatan sebagai balasan bagi mereka atas ketaatan yang mereka berikan di dunia.

AS-SAJDAH : 20-

وَأَمَّا الَّذِينَ فَسَقُوا فَمَأْوَاهُمُ النَّارُ كُلَّمَا أَرَادُوا أَن يَخْرُجُوا مِنْهَا أُعِيدُوا فِيهَا وَقِيلَ لَهُمْ ذُوقُوا عَذَابَ النَّارِ الَّذِي كُنتُم بِهِ تُكَذِّبُونَ

TERJEMAH :

Dan adapun orang-orang yang fasik (kafir) maka tempat mereka adalah jahannam. Setiap kali mereka hendak keluar daripadanya, mereka dikembalikan ke dalamnya dan dikatakan kepada mereka: “Rasakanlah siksa neraka yang dahulu kamu mendustakannya.”

 TAFSIR :

Adapun orang-orang yang menyimpang dengan tidak taat kepada Allah dan menjalankan kemaksiatan kepada-Nya, maka tempat tinggal mereka adalah Jahanam. Setiap kali mereka ingin keluar darinya, mereka langsung dikembalikan ke dalamnya. Dikatakan kepada mereka sebagai penghinaan dan perendahan : Rasakanlah siksa neraka yang di mana dulu kalian mendustakannya di dunia.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*