Tafsir Al-Muyasar Surat Ar-Ruum 35-40

AR-RUUM : 36-

وَإِذَا أَذَقْنَا النَّاسَ رَحْمَةً فَرِحُوا بِهَا وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيهِمْ إِذَا هُمْ يَقْنَطُونَ

TERJEMAH :

Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah (bahaya) disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa.

TAFSIR :

Bila Kami memberikan kenikmatan kepada manusia dari Kami berupa kesehatan, keselamatan dan kemakmuran, maka mereka berbahagia dengan itu dengan kebahagiaan yang mengandung keangkuhan dan kesombongan, bukan kebahagiaan yang mengandung syukur. Namun bila mereka ditimpa penyakit, kemiskinan, ketakutan, kesempitan hidup disebabkan oleh dosa-dosa dan kemaksiatan-kemaksiatan mereka, ternyata mereka berputus asa dari lenyapnya semua itu. Ini adalah tabiat kebanyakan manusia dalam keadaan makmur dan susah.

AR-RUUM : 37-

أَوَلَمْ يَرَوْا أَنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَن يَشَاء وَيَقْدِرُ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

TERJEMAH :

Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwa Sesungguhnya Allah melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan Dia (pula) yang menyempitkan (rezki itu). Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang beriman.

TAFSIR :

Apakah mereka tidak mengetahui bahwa Allah melapangkan rizki kepada siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah dia bersyukur atau kufur?? Dia juga menyempitkan rizki atas siapa yang Dia kehendaki sebagai ujian, apakah dia bersabar atau meratap?? Sesungguhnya dilapangkan dan disempitkannya harta merupakan tanda-tanda bagi kaum yang beriman kepada Allah dan mengetahui hikmah dan rahmat Allah.

AR-RUUM : 38-

فَآتِ ذَا الْقُرْبَى حَقَّهُ وَالْمِسْكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ ذَلِكَ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

TERJEMAH :

Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan [1172]. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung.

[1172] Lihat arti ibnu sabil dalam not. 647.

TAFSIR :

Berikanlah (wahai Mukmin) kerabatmu haknya berupa silaturrahim, sedekah dan kebaikan-kebaikan lainnya. Berikanlah kepada orang fakir yang tidak memiliki apa yang mencukupi dan menutupi hajatnya, dan orang yang membutuhkan yang kehabisan bekal dalam perjalanannya dari zakat dan sedekah. Pemberian tersebut adalah lebih baik bagi orang-orang yang mengharapkan wajah Allah dari amal perbuatannya. Dan orang-orang yang melakukan amal kebaikan ini dan lainnya, mereka adalah orang-orang yang beruntung mendapatkan pahala Allah dan selamat dari adzab-Nya.

AR-RUUM : 39-

وَمَا آتَيْتُم مِّن رِّبًا لِّيَرْبُوَ فِي أَمْوَالِ النَّاسِ فَلَا يَرْبُو عِندَ اللَّهِ وَمَا آتَيْتُم مِّن زَكَاةٍ تُرِيدُونَ وَجْهَ اللَّهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُضْعِفُونَ

TERJEMAH :

Dan sesuatu riba (tambahan) yang kamu berikan agar dia bertambah pada harta manusia, maka riba itu tidak menambah pada sisi Allah. Dan apa yang kamu berikan berupa zakat yang kamu maksudkan untuk mencapai keridhaan Allah, maka (yang berbuat demikian) itulah orang- orang yang melipat gandakan (pahalanya).

TAFSIR :

Harta yang kamu berikan sebagai hutang dengan tujuan mendapatkan riba, dan mencari tambahan dari hutang tersebut, agar ia tumbuh dan meningkat pada harta-harta manusia, maka ia di sisi Allah tidak bertambah, karena Allah justru membatalkan dan menghancurkannya. Sementara apa yang kamu berikan dalam bentuk zakat dan sedekah kepada orang-orang yang berhak menerima demi mencari keridhaan Allah dan pahala dari-Nya, maka inilah yang diterima Allah dan dilipatgandakan untuk kalian dengan pelipatgandaan yang banyak.

AR-RUUM : 40-

اللَّهُ الَّذِي خَلَقَكُمْ ثُمَّ رَزَقَكُمْ ثُمَّ يُمِيتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيكُمْ هَلْ مِن شُرَكَائِكُم مَّن يَفْعَلُ مِن ذَلِكُم مِّن شَيْءٍ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

TERJEMAH :

Allah-lah yang menciptakan kamu, kemudian memberimu rezki, kemudian mematikanmu, kemudian menghidupkanmu (kembali). Adakah di antara yang kamu sekutukan dengan Allah itu yang dapat berbuat sesuatu dari yang demikian itu? Maha Sucilah Dia dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

TAFSIR :

Hanya Allah semata (wahai manusia) yang menciptakan kalian kemudian memberi rizki kepada kalian dalam kehidupan ini, kemudian mematikan kalian saat ajal kalian telah habis, kemudian membangkitkan kalian dari kubur dalam keadaan hidup untuk menghadapi balasan dan hisab. Adakah di antara sekutu-sekutumu yang melakukan sedikit saja dari semua itu?? Mahasuci dan Mahatinggi Allah dari kesyirikan yang mereka perbuat.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*