Tafsir Al-Muyasar Surat Ar-Ra”d 31-40

AR RA”D : 31

وَلَوْ أَنَّ قُرْآنًا سُيِّرَتْ بِهِ الْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ الأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ الْمَوْتَى بَل لِّلّهِ الأَمْرُ جَمِيعًا أَفَلَمْ يَيْأَسِ الَّذِينَ آمَنُواْ أَن لَّوْ يَشَاء اللّهُ لَهَدَى النَّاسَ جَمِيعًا وَلاَ يَزَالُ الَّذِينَ كَفَرُواْ تُصِيبُهُم بِمَا صَنَعُواْ قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِّن دَارِهِمْ حَتَّى يَأْتِيَ وَعْدُ اللّهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
Terjemah :
Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan bacaan itu gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat berbicara, (tentulah Al Quraan itulah dia) [774]. Sebenarnya segala urusan itu adalah kepunyaan Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.
________________________________________
[774] Dapat juga ayat ini diartikan: “Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengan membacanya gunung-gunung dapat digoncangkan atau bumi jadi terbelah atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat bicara (namun mereka tidak juga akan beriman).
Tafsir :
Allah menolak orang-orang kafir yang meminta diturunkan mukjizat-mukjizat yang nyata kepada Nabi صلی الله عليه وسلم , seraya mengatakan kepada mereka : Sekiranya ada bacaan (kitab suci) yang bisa dibaca, lalu dengan bacaan itu gunung-gunung hilang dari tempatnya, bumi terbelah menjadi sungai-sungai, atau orang yang sudah mati dapat hidup dan berbicara karenanya (sebagaimana permintaan mereka kepadamu) niscaya al-Qur”an inilah, yang disifati dengan hal itu bukan selainnya. Dan meski demikian mereka tidak beriman kepadanya. Bahkan, kepunyaan Allah semata-lah segala urusan berkenaan dengan mukjizat dan selainnya. Apakah orang-orang Mukmin itu tidak mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki, niscaya semua penduduk bumi beriman dengan tanpa mukjizat?? Orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa musibah disebabkan kekafiran mereka, seperti terbunuh dan tertawan dalam berbagai peperangan yang dilakukan kaum muslimin, atau bencana itu menimpa dekat tempat tinggal mereka, sehingga datang janji Allah berupa kemenangan atas mereka. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji-Nya.

Asbabun Nuzul :

Ath-Thabrani dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas berkata : Mereka berkata kepada Nabi صلی الله عليه وسلم : Jika perkaranya seperti yang kamu katakan maka datangkanlah nenek moyang kami (yang telah mati) terdahulu sehingga kami bisa berbicara dengan mereka dan lapangkanlah gunung-gunung Makkah ini yang telah terasa sempit bagi kami. Maka Allah menurunkan ayat 31 ini.

AR RA”D : 32

وَلَقَدِ اسْتُهْزِىءَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَمْلَيْتُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
Terjemah :
Dan sesungguhnya telah diperolok-olokkan beberapa rasul sebelum kamu, maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu kemudian Aku binasakan mereka. Alangkah hebatnya siksaan-Ku itu!
Tafsir :
Apabila mereka mengolok-olok seruanmu, wahai Rasul, maka sesungguhnya umat-umat sebelummu telah mengolok-olok rasul-Rasul mereka. Karena itu, jangan bersedih. Sunnguh Aku beri penangguhan kepada orang-orang yang kafir itu, kemudian Aku hukum mereka dengan adzab-Ku, dan itu adalah adzab yang sangat keras.

AR RA”D : 33

أَفَمَنْ هُوَ قَآئِمٌ عَلَى كُلِّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ وَجَعَلُواْ لِلّهِ شُرَكَاء قُلْ سَمُّوهُمْ أَمْ تُنَبِّئُونَهُ بِمَا لاَ يَعْلَمُ فِي الأَرْضِ أَم بِظَاهِرٍ مِّنَ الْقَوْلِ بَلْ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ مَكْرُهُمْ وَصُدُّواْ عَنِ السَّبِيلِ وَمَن يُضْلِلِ اللّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
Terjemah :
Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diperbuatnya (sama dengan yang tidak demikian sifatnya)? Mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah. Katakanlah: “Sebutkanlah sifat-sifat mereka itu”. Atau apakah kamu hendak memberitakan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya di bumi, atau kamu mengatakan (tentang hal itu) sekadar perkataan pada lahirnya saja. Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh syaitan) memandang baik tipu daya mereka dan dihalanginya dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka baginya tak ada seorangpun yang akan memberi petunjuk.
Tafsir :
Maka apakah Dzat yang memperhitungkan segala yang diperbuat oleh setiap diri itu lebih berhak disembah, ataukah makhluk-makhluk yang lemah ini?? Mereka (karena kejahilan mereka) menjadikan sekutu-sekutu dari makhluk-Nya untuk mereka sembah. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul : Sebutkanlah nama-nama dan sifat-sifat mereka!! Dan, mereka tidak akan mendapati dari sifat-sifat mereka (sekutu-sekutu itu) yang menjadikan mereka berhak untuk disembah. Ataukah kalian hendak memberitahukan kepada Allah tentang sekutu-sekutu di bumi-Nya yang tidak diketahui-Nya, ataukah kalian menamakan mereka sebagai sekutu-sekutu menurut zhahir lafalnya saja tanpa memiliki hakikat?? Bahkan, setan menjadikan orang-orang kafir memandang baik perkataan mereka yang batil dan perbuatan mereka yang menghalangi manusia dari jalan Allah. Barangsiapa yang tidak diberi taufik kepada hidayah-Nya, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk, dan menunjukkannya kepada kebenaran dan jalan yang lurus.

AR RA”D : 34

لَّهُمْ عَذَابٌ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الآخِرَةِ أَشَقُّ وَمَا لَهُم مِّنَ اللّهِ مِن وَاقٍ
Terjemah :
Bagi mereka azab dalam kehidupan dunia dan sesungguhnya azab akhirat adalah lebih keras dan tak ada bagi mereka seorang pelindungpun dari (azab) Allah.
Tafsir :
Orang-orang kafir yang menghalangi dari jalan Allah, mereka mendapatkan adzab yang berat dalam kehidupan dunia, dengan pembunuhan, penawanan dan kehinaan. Sedang adzab mereka di akhirat itu lebih berat dan lebih keras, dan mereka tidak memiliki seorang pelindung pun yang dapat melindungi mereka dari adzab Allah.

AR RA”D : 35

مَّثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ تَجْرِي مِن تَحْتِهَا الأَنْهَارُ أُكُلُهَا دَآئِمٌ وِظِلُّهَا تِلْكَ عُقْبَى الَّذِينَ اتَّقَواْ وَّعُقْبَى الْكَافِرِينَ النَّارُ
Terjemah :
Perumpamaan syurga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman); mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa, sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka.
Tafsir :
Sifat surga yang dijanjikan Allah kepada orang-orang yang takut kepada-Nya bahwa sungai-sungai mengalir dari bawah pepohonan dan istana-istananya, buahnya tiada henti-hentinya, naungannya tidak hilang dan tidak pula berkurang. Balasan dengan surga itu adalah kesudahan orang-orang yang takut kepada Allah, lalu mereka menjauhi kemaksiatan kepada-Nya dan melaksanakan kewajiban-kewajiban yang diperintahkan-Nya. Sementara kesudahan orang-orang yang kafir kepada Allah adalah neraka.

AR RA”D : 36

وَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَفْرَحُونَ بِمَا أُنزِلَ إِلَيْكَ وَمِنَ الأَحْزَابِ مَن يُنكِرُ بَعْضَهُ قُلْ إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ اللّهَ وَلا أُشْرِكَ بِهِ إِلَيْهِ أَدْعُو وَإِلَيْهِ مَآبِ
Terjemah :
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka [775] bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu, dan di antara golongan-golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebahagiannya. Katakanlah “Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatupun dengan Dia. Hanya kepada-Nya aku seru (manusia) dan hanya kepada-Nya aku kembali”.
________________________________________
[775] Yaitu orang-orang Yahudi yang telah masuk agama Islam seperti Abdullah bin Salam dan orang-orang Nasara yang telah memeluk agama Islam.
Tafsir :
Orang-orang yang telah Kami berikan kitab kepada mereka dari kalangan Yahudi dan Nasrani, yaitu orang-orang yang telah beriman kepadamu dari antara mereka, seperti Abdullah bin Salam dan an-Najasyi, bergembira dengan al-Qur”an yang diturunkan kepadamu karena sejalan dengan kitab yang mereka miliki. Sementara di antara golongan-golongan yang bersekutu di atas kekafiran untuk menentangmu, seperti as-Sayyid dan al-Aqib (dua uskup Najran) serta Ka”ab bin al-Asraf, ada yang mengingkari sebagian yang diturunkan kepadamu. Katakanlah kepada mereka : Sesungguhnya Allah hanyalah memerintahkan kepadaku agar aku menyembah-Nya semata dan tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya. Hanya kepada-Nyalah aku menyeru manusia, dan hanya kepada-Nya tempat kembaliki.

AR RA”D : 37

وَكَذَلِكَ أَنزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءهُم بَعْدَ مَا جَاءكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللّهِ مِن وَلِيٍّ وَلاَ وَاقٍ
Terjemah :
Dan demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quraan itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab [776]. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah.
________________________________________
[776] Keistimewaan bahasa Arab itu antara lain ialah: 1. sejak zaman dahulu kala hingga sekarang bahasa Arab itu merupakan bahasa yang hidup, 2. bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan. 3. bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjugasi) yang amat luas sehingga dapat mencapai 3000 bentuk perubahan, yang demikian tak terdapat dalam bahasa lain.
Tafsir :
Sebagaimana Kami turunkan kitab-kitab kepada para nabi lewat lisan mereka, demikian pula Kami telah menurunkan kepadamu, wahai Rasul, al-Qur”an ini dengan bahasa Arab, agar engkau memutuskan perkara dengannya. Jika engkau mengikuti hawa nafsu orang-orang musyrik dalam beribadah kepada selain Allah (setelah kebenaran dari Allah datang kepadamu) maka sekali-kali kamu tidak memiliki penolong yang dapat menolongmu dan menghalangimu dari adzab-Nya.

AR RA”D : 38

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلاً مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِيَ بِآيَةٍ إِلاَّ بِإِذْنِ اللّهِ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ
Terjemah :
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang Rasul mendatangkan sesuatu ayat (mukjizat) melainkan dengan izin Allah. Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu) [777].
________________________________________
[777] Tujuan ayat ini ialah pertama-tama untuk membantah ejekan-ejekan terhadap Nabi Muhammad r dari pihak musuh-musuh beliau, karena hal itu merendahkan martabat kenabian. Keduanya untuk membantah pendapat mereka bahwa seorang rasul itu dapat melakukan mukjizat yang diberikan Allah kepada rasul-Nya bilamana diperlukan, bukan untuk dijadikan permainan. Bagi tiap-tiap rasul itu ada Kitabnya yang sesuai dengan keadaan masanya.
Tafsir :
Ketika mereka bertanya : Mengapa kamu, wahai Rasul, menikah dengan wanita?? Maka, sesungguhnya Kami telah mengutus sebelummu Rasul-rasul dari kalangan manusia, dan Kami juga memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Jika mereka mengatakan : Seandainya ia memang seorang Rasul, niscaya ia telah mendatangkan mukjizat-mukjizat yang kami minta, maka tidak ada kekuasaan bagi seorang Rasul untuk mendatangkan mukjizat yang diinginkan kaumnya kecuali dengan seizin Allah. Tiap-tiap perkara yang ditetapkan Allah memiliki ketetapan dan masa tertentu yang telah ditulis Allah di sisi-Nya, yang tidak bisa dimajukan dan ditunda.

AR RA”D : 39

يَمْحُو اللّهُ مَا يَشَاء وَيُثْبِتُ وَعِندَهُ أُمُّ الْكِتَابِ
Terjemah :
Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).
Tafsir :
Allah menghapuskan hukum-hukum yang dikehendaki-Nya dan selainnya, dan menetapkan apa yang dikehendaki-Nya karena suatu hikmah yang diketahui-Nya. Di sisi-Nya terdapat induk kitab, yaitu al-Lauh al-Mahfuzh, yang didalamnya telah ditetapkan semua ihwal makhluk hingga Hari Kiamat.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Mujahid berkata, pada saat diturunkan ayat 38. Orang-orang Quraisy berkata : Kami melihatmu tidak memiliki apa-apa wahai Muhammad, perkaranya telah usai. Maka Allah menurunkan ayat 39 ini.

AR RA”D : 40

وَإِن مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلاَغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ
Terjemah :
Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebahagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami wafatkan kamu (hal itu tidak penting bagimu) karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab amalan mereka.
Tafsir :
Jika Kami perlihatkan kepadamu, wahai Rasul, sebagian adzab yang Kami ancamkan kepada musuh-musuhmu berupa kehinaan, dan siksaan di dunia, maka itu adalah hukuman yang disegerakan kepada mereka. Dan jika Kami mewafatkanmu sebelum engkau melihat hal itu, maka tugasmu hanyalah menyampaikan dakwah, dan Kami-lah yang bertugas menghisab dan membalas mereka.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*