Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nuur 6-10

AN-NUUR : 6-

وَالَّذِينَ يَرْمُونَ أَزْوَاجَهُمْ وَلَمْ يَكُن لَّهُمْ شُهَدَاء إِلَّا أَنفُسُهُمْ فَشَهَادَةُ أَحَدِهِمْ أَرْبَعُ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الصَّادِقِينَ

TERJEMAH :

Dan orang-orang yang menuduh isterinya (berzina), padahal mereka tidak ada mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah empat kali bersumpah dengan nama Allah, sesungguhnya dia adalah termasuk orang-orang yang benar.

TAFSIR :

Orang-orang yang menuduh istrinya berzina, padahal mereka tidak mempunyai saksi-saksi selain diri mereka sendiri, maka persaksian orang itu ialah dengan empat kali bersumpah di depan hakim dengan mengucapkan : Saya bersumpah demi Allah!! Sesungguhnya aku jujur di dalam tuduhanku kepadanya dengan perbuatan zina.

Asbabun Nuzul :

Al-Bukhari meriwayatkan dari jalan Ikrimah dari Ibnu Abbas bahwa Hilal bin Umayyah menuduh istrinya berzina di depan Nabi صلی الله عليه وسلم , maka beliau bersabda kepadanya : Datangkan bukti atau hukuman had akan mendarat di punggungmu. Dia berkata : Ya Rasulullah, jika salah seorang dari kami melihat ada seorang laki-laki yang bersama istrinya, apa dia harus mencari bukti juga? Rasulullah صلی الله عليه وسلم menjawab : Bukti atau hukuman had akan mendarat di punggungmu. Hilal berkata : Demi Dzat yang mengutusmu dengan kebenaran, sesungguhnya aku jujur dan Allah akan menurunkan apa yang bisa membebaskan punggungku dari had. Maka turunlah Jibril, dan Allah menurunkan ayat 6 ini.

AN-NUUR : 7-

وَالْخَامِسَةُ أَنَّ لَعْنَتَ اللَّهِ عَلَيْهِ إِن كَانَ مِنَ الْكَاذِبِينَ وَيَدْرَأُ

TERJEMAH :

Dan (sumpah) yang kelima: bahwa la’nat Allah atasnya, jika dia termasuk orang-orang yang berdusta [1031].
________________________________________

[1031] Maksud ayat 6 dan 7: orang yang menuduh istrinya berbuat zina dengan tidak mengajukan empat orang saksi, haruslah bersumpah dengan nama Allah empat kali, bahwa dia adalah benar dalam tuduhannya itu. Kemudian dia bersumpah sekali lagi bahwa dia akan kena la’nat Allah jika dia berdusta. Masalah ini dalam fiqih dikenal dengan “Li’an”.

TAFSIR :

Ditambah sumpah yang kelima bahwa jika dirinya dusta dengan tuduhannya, maka dirinya berhak untuk mendapatkan laknat dari Allah.

AN-NUUR : 8-

عَنْهَا الْعَذَابَ أَنْ تَشْهَدَ أَرْبَعَ شَهَادَاتٍ بِاللَّهِ إِنَّهُ لَمِنَ الْكَاذِبِينَ

TERJEMAH :

Istrinya itu dihindarkan dari hukuman oleh sumpahnya empat kali atas nama Allah sesungguhnya suaminya itu benar-benar termasuk orang-orang yang dusta.

TAFSIR :

Dengan sumpah tersebut maka sang istri harus dihukum dengan hukuman zina, yakni dirajam hingga meninggal. Hukuman itu tidak bisa ditolak kecuali sang istri menolaknya dengan sumpah empat kali dengan nama Allah, bahwa suaminya berdusta dalam tuduhan zina terhadap dirinya.

AN-NUUR : 9-

وَالْخَامِسَةَ أَنَّ غَضَبَ اللَّهِ عَلَيْهَا إِن كَانَ مِنَ الصَّادِقِينَ

TERJEMAH :

dan (sumpah) yang kelima: bahwa la’nat Allah atasnya jika suaminya itu termasuk orang-orang yang benar.

TAFSIR :

Dan ditambah sumpah yang kelima bahwasanya ia berhak mendapatkan murka dari Allah jika suaminya benar dalam tuduhannya kepadanya. Kemudian mereka berdua diceraikan setelah itu.

AN-NUUR : 10-

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ

TERJEMAH :

Dan andaikata tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya atas dirimu dan (andaikata) Allah bukan Penerima Taubat lagi Maha Bijaksana, (niscaya kamu akan mengalami kesulitan-kesulitan).

TAFSIR :

Andaikata tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atas diri kalian wahai orang-orang yang beriman dengan syariat tersebut untuk para suami dan istri, niscaya Dia akan menimpakan kepada pihak yang berdusta dalam tuduhan-tuduhannya apa yang dia ucapkan dalam doa kecelakaan atas dirinya sendiri. Sesungguhnya Alah Maha menerima taubat bagi para hamba-Nya yang bertaubat lagi Maha Bijaksana dalam syariat dan pengaturan-Nya.

bagikan ini