Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nuur 51-55

AN-NUUR : 51-

إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ الْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا وَأُوْلَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

TERJEMAH :

Sesungguhnya jawaban oran-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka [1046] ialah ucapan. “Kami mendengar, dan kami patuh”. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

[1046] Maksudnya: Di antara kaum muslimin dengan kaum muslimin dan antara kaum muslimin dengan yang bukan muslimin.

TAFSIR :

Adapun bagi orang-orang Mukmin sejati, jika diajak untuk berhukum kepada kitab Allah dan hukum Rasul-Nya dalam perselisihan mereka. Mereka menerima hukum tersebut dan berkata : Kami mendengar apa yang dikatakan kepada kami, dan kami menaati siapa saja yang mengajak kami kepada hal itu. Mereka adalah orang-orang yang berbahagia dan beruntung mendapatkan apa yang mereka inginkan didalam surga yang penuh dengan kenikmatan.

AN-NUUR : 52-

وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللَّهَ وَيَتَّقْهِ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَائِزُونَ

TERJEMAH :

Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang- orang yang mendapat kemenangan [1047].

[1047] Yang dimaksud dengan “takut kepada Allah” ialah takut kepada Allah disebabkan dosa-dosa yang telah dikerjakannya, dan yang dimaksud dengan “takwa” ialah memelihara diri dari segala macam dosa-dosa yang mungkin terjadi.

TAFSIR :

Barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya di dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan dan takut terhadap balasan perbuatan maksiat dan berhati-hati terhadap adzab Allah, mereka itulah orang-orang yang beruntung dengan nikmat yang ada di dalam surga.

AN-NUUR : 53-

وَأَقْسَمُوا بِاللَّهِ جَهْدَ أَيْمَانِهِمْ لَئِنْ أَمَرْتَهُمْ لَيَخْرُجُنَّ قُل لَّا تُقْسِمُوا طَاعَةٌ مَّعْرُوفَةٌ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

Dan mereka bersumpah dengan nama Allah sekuat-kuat sumpah, jika kamu suruh mereka berperang, pastilah mereka akan pergi. Katakanlah: “Janganlah kamu bersumpah, (karena ketaatan yang diminta ialah) ketaatan yang sudah dikenal. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

TAFSIR :

Orang-orang munafik bersumpah dengan nama Allah dengan sekuat-kuat sumpah : Jika kamu wahai Rasul!! Memerintahkan kami untuk berjihad bersamamu, niscaya kami pasti akan berangkat. Katakan kepada mereka : Janganlah kamu bersumpah dusta, karena ketaatan kalian sudah diketahui hanya di bibir saja. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dengan perbuatan kalian dan nanti akan memberikan balasan kepada kalian karenanya.

AN-NUUR : 54-

قُلْ أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ فَإِن تَوَلَّوا فَإِنَّمَا عَلَيْهِ مَا حُمِّلَ وَعَلَيْكُم مَّا حُمِّلْتُمْ وَإِن تُطِيعُوهُ تَهْتَدُوا وَمَا عَلَى الرَّسُولِ إِلَّا الْبَلَاغُ الْمُبِينُ

TERJEMAH :

Katakanlah: “Ta’at kepada Allah dan ta’atlah kepada rasul; dan jika kamu berpaling maka sesungguhnya kewajiban rasul itu adalah apa yang dibebankan kepadanya, dan kewajiban kamu sekalian adalah semata-mata apa yang dibebankan kepadamu. Dan jika kamu ta’at kepadanya, niscaya kamu mendapat petunjuk. Dan tidak lain kewajiban rasul itu melainkan menyampaikan (amanat Allah) dengan terang”.

TAFSIR :

Katakanlah (wahai Rasul) kepada para manusia : Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rasul-Nya. Jika kalian menolak, maka sesungguhnya tugas Rasul itu hanyalah melaksanakan apa yang diperintahkan kepadanya yakni menyampaikan risalah-Nya. Sedang bagi para manusia melaksanakan perintah yang dibebankan kepadanya. Jika kalian menaati-Nya, niscaya kalian akan dibimbing kepada kebenaran. Tugas seorang Rasul hanyalah menyampaikan risalah dari Rabb-nya dengan penyampaian yang jelas.

AN-NUUR : 55-

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُم فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّن بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

TERJEMAH :

Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh- sungguh akan menjadikan mereka berkuasa dimuka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridhai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku. Dan barangsiapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.

TAFSIR :

Allah telah berjanji akan memberi kemenangan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih di antara kalian. Yakni mereka akan mendapatkan bumi tempat orang-orang musyrik, dan menjadikan mereka sebagai khalifah di bumi seperti apa yang telah Allah berikan kepada para pendahulu mereka yang beriman kepada Allah dan para Rasul-Nya. Dia akan menjadikan agama yang diridhai-Nya untuk mereka, yakni agama Islam sebagai agama yang mulia dan kokoh. Allah akan mengganti keadaan mereka dari rasa takut dengan rasa aman, jika mereka hanya beribadah kepada Allah semata, dan istiqomah  di dalam menaati-Nya, serta tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Barangsiapa yang kufurterhadap nikmat yang telah diberikan oleh Allah setelah diberikan kepemimpinan, rasa aman, ketenangan, kekuasaan yang sempurna, maka mereka termasuk orang-orang yang keluar dari ketaatan kepada Allah.

ASBABUN NUZUL :

Al-Hakim meriwayatkan, dan dishahihkan oleh ath-Thabrani dari Ubay bin Kaab berkata : Ketika Rasulullah صلی الله عليه وسلم  dengan para shahabat datang ke Madinah dan mereka diberi perlindungan oleh orang-orang Anshar, maka orang-orang Arab bersepakat memusuhi mereka. Mereka tidak bermalam kecuali denegan menenteng senjata, mereka tidakmendapatkan waktu pagi kecuali menenteng senjata, maka mereka berkata : Kapan kita akan hidup tenang dan aman sehingga kami hanya takut kepada Allah saja. Maka turun ayat 55 ini. Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari al-Barra’ berkata : Pada kami ayat 55 ini turun, yakni ketika kami dalam ketakutan yang sangat.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*