Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nuur 21-25

AN-NUUR : 21-

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّي مَن يَشَاء وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

TERJEMAH :

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

TAFSIR :

Hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan menjalankan syariat-Nya. Janganlah kalian berjalan di atas jalan para setan. Barangsiapa yang berjalan di atas jalan para setan niscaya setan itu akan memerintahkannya untuk melakukan perbuatan yang paling buruk dan yang paling mungkar. Jika sekiranya tidak karena karunia Allah atas orang-orang beriman dan rahmat-Nya kepada mereka, niscaya tidak seorang pun yang mampu membersihkan dirinya dari kotoran dosa. Namun Allah dengan karunia-Nya membersihkan dosa seseorang sesuai dengan kehendak-Nya. Allah adalah Dzat yang Maha Mendengar ucapan kalian dan Dia adalah Dzat yang Maha Mengetahui niat dan perbuatan kalian.

AN-NUUR : 22-

وَلَا يَأْتَلِ أُوْلُوا الْفَضْلِ مِنكُمْ وَالسَّعَةِ أَن يُؤْتُوا أُوْلِي الْقُرْبَى وَالْمَسَاكِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَن يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

TERJEMAH :

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka mema’afkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang [1033],

[1033] Ayat ini berhubungan dengan sumpah Abu Bakar t bahwa dia tidak akan memberi apa-apa kepada kerabatnya ataupun orang lain yang terlibat dalam menyiarkan berita bohong tentang diri ‘Aisyah. Maka turunlah ayat ini melarang beliau melaksanakan sumpahnya itu dan menyuruh mema’afkan dan berlapang dada terhadap mereka sesudah mendapat hukuman atas perbuatan mereka itu.

TAFSIR :

Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan di dalam agama dan kelapangan rizki di antara kalian bersumpah bahwa mereka tidak akan menyambung silaturrahim dengan kerabatnya yang fakir, dan terhadap orang-orang yang membutuhkan bantuan. Yakni orang-orang yang tidak memiliki sesuatu untuk menutupi dan memenuhi kebutuhan mereka dan terhadap orang-orang yang hijrah di jalan Allah dengan tidak memberikan bantuan kepada mereka karena dosa yang telah mereka lakukan. Hendaknya mereka memaafkan keburukan mereka dan tidak menghukum mereka. Apakah kalian tidak menginginkan jika Allah mengampuni kalian?? Maka hendaknya mereka memaafkannya. Allah adalah Dzat yang Maha Pengampun kepada para hamba-Nya lagi Maha Pengasih kepada mereka. Dalam ayat ini terdapat anjuran untuk memaafkan dan berlapang dada meskipun dibalas dengan keburukan.

AN-NUUR : 23-

إِنَّ الَّذِينَ يَرْمُونَ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ لُعِنُوا فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

TERJEMAH :

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah [1034] lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la’nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar,

[1034] Yang dimaksud dengan wanita-wanita yang lengah ialah wanita- wanita yang tidak pernah sekali juga teringat oleh mereka akan melakukan perbuatan yang keji itu.

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah dan beriman, yakni para wanita yang tidak pernah terbersit dalam hatinya untuk berbuat zina, maka mereka akan dijauhkan dari rahmat Allah baik di dunia maupun di akhirat. Dan mereka akan ditimpa adzab yang dahsyat di dalam Neraka Jahanam. Ayat ini merupakan dalil yang jelas tentang kufurnya seseorang yang mencela atau menuduh para istri Nabi صلی الله عليه وسلم  dengan tuduhan yang buruk.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Aisyah berkata : Aku dituduh dengan apa yang dituduhkan kepadaku sementara aku sendiri sama sekali tidak tahu apa-apa. Aku baru mengetahuinya setelah itu, ketika Rasulullah صلی الله عليه وسلم  sedang bersamaku, beliau diberi wahyu. Lalu beliau duduk mengusap wajahnya dan berkata : Wahai Aisyah, bergembiralah. Maka aku berkata : Dengan pujian kepada Allah, bukan kepadamu. Lalu beliau membaca ayat 23-26 ini.

AN-NUUR : 24-

يَوْمَ تَشْهَدُ عَلَيْهِمْ أَلْسِنَتُهُمْ وَأَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

TERJEMAH :

pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.

TAFSIR :

Di antara bentuk adzab adalah nanti pada Hari Kiamat, yakni pada hari di mana lidah mereka menjadi saksi atas ucapan-ucapannya, tangan dan kaki mereka berbicara tentang perbuatan yang dahulu mereka kerjakan.

AN-NUUR : 25-

يَوْمَئِذٍ يُوَفِّيهِمُ اللَّهُ دِينَهُمُ الْحَقَّ وَيَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ الْمُبِينُ

TERJEMAH :

Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang Benar, lagi Yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).

TAFSIR :

Di hari itu, Allah akan memberi mereka balasan secara sempurna dan adil sesuai amal perbuatannya. Dalam keadaan yang sangat agung ini mereka mengetahui bahwasanya Allah adalah Dzat yang Mahabenar lagi menjelaskan (segala sesuatu menurut hakikat yang sebenarnya). Dia adalah Dzat yang Mahabenar. Janji-Nya pasti benar, ancaman-Nya pasti benar dan segala sesuatu yang datang dari diri-Nya pasti benar. Dan Dia tidak akan berbuat zhalim kepada seorang pun meskipun hanya seberat semut hitam.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*