Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nuur 11-15

AN-NUUR : 11-

إِنَّ الَّذِينَ جَاؤُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِّنكُمْ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَّكُم بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُم مَّا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ وَالَّذِي تَوَلَّى كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

TERJEMAH :

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu juga. Janganlah kamu kira bahwa berita bohong itu buruk bagi kamu bahkan ia adalah baik bagi kamu. Tiap-tiap seseorang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang dikerjakannya. Dan siapa di antara mereka yang mengambil bahagian yang terbesar dalam penyiaran berita bohong itu baginya azab yang besar [1032].

[1032] Berita bohong ini mengenai istri Rasulullah r ‘Aisyah

TAFSIR :

Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita terbohong, yakni tuduhan terhadap Ummul Mukminin Aisyah dengan perbuatan zina, mereka adalah dari golongan yang dinisbatkan kepada kalian (wahai kaum muslimin). Janganlah kalian mengira bahwa perkataan mereka itu buruk bagi kalian, bahkan ia adalah baik bagi kalian. Karena dalam peristiwa itu terdapat penetapan tentang bebasnya Ummul Mukminin dari tuduhan tersebut, kesuciannya, diagungkan penyebutannya, mengangkat derajatnya, dan menghapus keburukannya. Setiap orang dari mereka yang mengabarkan kabar dusta tersebut akan mendapat balasan dari dosa yang mereka kerjakan. Yang paling besar tanggungannya adalah Abdullah bin Ubay bin Salul, mudah-mudahan Allah melaknatnya. Ia merupakan pembesar kaum munafik. Dia akan mendapatkan adzab yang sangat pedih nanti di akhirat. Yaitu berada di kerak neraka yang paling dalam selama-lamanya.

AN-NUUR : 12-

لَوْلَا إِذْ سَمِعْتُمُوهُ ظَنَّ الْمُؤْمِنُونَ وَالْمُؤْمِنَاتُ بِأَنفُسِهِمْ خَيْرًا وَقَالُوا هَذَا إِفْكٌ مُّبِينٌ

TERJEMAH :

Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang-orang mu’minin dan mu’minat tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, dan (mengapa tidak) berkata: “Ini adalah suatu berita bohong yang nyata.”

TAFSIR :

Mengapa di waktu orang-orang yang beriman baik laki-laki maupun perempuan pada saat mendengar berita bohong itu tidak bersangka baik terhadap diri mereka sendiri, yaitu dengan tidak turut serta dalam tuduhan tersebut. Dan mengapa tidak berkata : Ini adalah kebohongan yang nyata terhadap Aisyah.

AN-NUUR : 13-

لَوْلَا جَاؤُوا عَلَيْهِ بِأَرْبَعَةِ شُهَدَاء فَإِذْ لَمْ يَأْتُوا بِالشُّهَدَاء فَأُوْلَئِكَ عِندَ اللَّهِ هُمُ الْكَاذِبُونَ

TERJEMAH :

Mengapa mereka (yang menuduh itu) tidak mendatangkan empat orang saksi atas berita bohong itu? Olah karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka itulah pada sisi Allah orang- orang yang dusta.

TAFSIR :

Mengapa mereka yang menuduh itu tidak mendatangkan empat orang saksi yang adil atas perkataan mereka?? Oleh karena mereka tidak mendatangkan saksi-saksi maka mereka adalah para pendusta di sisi Allah.

AN-NUUR : 14-

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ لَمَسَّكُمْ فِي مَا أَفَضْتُمْ فِيهِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

TERJEMAH :

Sekiranya tidak ada kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu semua di dunia dan di akhirat, niscaya kamu ditimpa azab yang besar, karena pembicaraan kamu tentang berita bohong itu.

TAFSIR :

Sekiranya tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kalian semua, di mana kebaikan-Nya dalam agama dan dunia mencakup kalian semuanya, dan dengan tidak menyegerakan adzab kepada kalian, menerima taubat orang-orang yang bertaubat di antara kalian, maka niscaya kalian akan ditimpakan adzab yang dahsyat atas dosa yang sudah kalian perbuat.

AN-NUUR : 15-

إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُم مَّا لَيْسَ لَكُم بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِندَ اللَّهِ عَظِيمٌ

TERJEMAH :

(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. Padahal dia pada sisi Allah adalah besar.

TAFSIR :

Pada saat kalian menerima berita bohong itu dan memindah dari mulut ke mulut padahal perkataan itu merupakan perkataan yang batil dan kalian juga tidak memiliki ilmu tentang perkataan tersebut. Dan kedua hal itu berbahaya, yakni berbicara dengan batil dan berbicara tanpa ilmu. Kalian mengira hal itu remeh padahal di sisi Allah sangat besar. Di dalam ayat ini menjelaskan larangan keras dari menganggap sepele terhadap penyebaran kebatilan.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*