Tafsir Al-Muyasar Surat An-Nisa 91-100

AN NISA : 91

سَتَجِدُونَ آخَرِينَ يُرِيدُونَ أَن يَأْمَنُوكُمْ وَيَأْمَنُواْ قَوْمَهُمْ كُلَّ مَا رُدُّوَاْ إِلَى الْفِتْنِةِ أُرْكِسُواْ فِيِهَا فَإِن لَّمْ يَعْتَزِلُوكُمْ وَيُلْقُواْ إِلَيْكُمُ السَّلَمَ وَيَكُفُّوَاْ أَيْدِيَهُمْ فَخُذُوهُمْ وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثِقِفْتُمُوهُمْ وَأُوْلَـئِكُمْ جَعَلْنَا لَكُمْ عَلَيْهِمْ سُلْطَانًا مُّبِينًا
Terjemah :
Kelak kamu akan dapati (golongan-golongan) yang lain, yang bermaksud supaya mereka aman dari pada kamu dan aman (pula) dari kaumnya. Setiap mereka diajak kembali kepada fitnah (syirik), merekapun terjun kedalamnya. Karena itu jika mereka tidak membiarkan kamu dan (tidak) mau mengemukakan perdamaian kepadamu, serta (tidak) menahan tangan mereka (dari memerangimu), maka tawanlah mereka dan bunuhlah mereka dan merekalah orang-orang yang Kami berikan kepadamu alasan yang nyata (untuk menawan dan membunuh) mereka.
Tafsir :
Kalian akan menemukan kaum yang lain dari orang-orang munafik, mereka ingin mendapatkan ketenangan di sisi kalian atas diri mereka, maka mereka memperlihatkan iman kepada kalian. Di saat bersamaan, mereka juga ingin mendapatkan keamanan dari orang-orang kafir atas diri mereka, maka mereka memperlihatkan kekufuran. Setiap kali mereka dikembalikan ke tempat kekufuran dan orang-orang kafir, maka mereka terjatuh ke dalam keadaan paling buruk. Bila mereka tidak berpaling dari kalian dan menyerahkan diri mereka secara sempurna kepada kalian dan menahan diri dengan tidak memerangi kalian, maka tangkaplah mereka dengan kuat dan bunuhlah mereka di mana pun mereka berada. Orang-orang tersebut, yang mengambil jalan ini dan telah mencapai batas yang membedakan antara mereka dengan selain mereka, mereka adalah orang-orang di mana Kami memberikan alas an yang jelas dan benar untuk memerangi dan menawan mereka.

AN NISA : 92

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ أَن يَقْتُلَ مُؤْمِنًا إِلاَّ خَطَئًا وَمَن قَتَلَ مُؤْمِنًا خَطَئًا فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ إِلاَّ أَن يَصَّدَّقُواْ فَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ عَدُوٍّ لَّكُمْ وَهُوَ مْؤْمِنٌ فَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةٍ وَإِن كَانَ مِن قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيثَاقٌ فَدِيَةٌ مُّسَلَّمَةٌ إِلَى أَهْلِهِ وَتَحْرِيرُ رَقَبَةٍ مُّؤْمِنَةً فَمَن لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ شَهْرَيْنِ مُتَتَابِعَيْنِ تَوْبَةً مِّنَ اللّهِ وَكَانَ اللّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا
Terjemah :
Dan tidak layak bagi seorang mumin membunuh seorang mumin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) [334], dan barangsiapa membunuh seorang mumin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman serta membayar diat [335] yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh) bersedekah [336]. Jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya [337], maka hendaklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
________________________________________
[334] Seperti : menembak burung terkena seorang mumin.
[335] Diat ialah pembayaran sejumlah harta karena sesuatu tindak pidana terhadap sesuatu jiwa atau anggota badan.
[336] Bersedekah di sini maksudnya : membebaskan si pembunuh dari pembayaran diat.
[337] Maksudnya : tidak mempunyai hamba; tidak memperoleh hamba sahaya yang beriman atau tidak mampu membelinya untuk dimerdekakan. Menurut sebagian ahli tafsir, puasa dua bulan berturut-turut itu adalah sebagai ganti dari pembayaran diat dan memerdekakan hamba sahaya.
Tafsir :
Seorang mukmin tidak boleh melanggar saudaranya yang mukmin dan membunuhnya tanpa hak, kecuali apa yang terjadi dari atas dasar kekeliruan yang tidak disengaja. Barangsiapa melakukannya karena salah, maka dia harus memerdekakan hamba sahaya yang beriman dan membayar diyat yang telah ditentukan kepada keluarganya, kecuali bila keluarganya menyedekahkannya dan memaafkannya. Bila korbannya berasal dari suatu kaum kafir yang menjadi musuh bagi orang-orang mukmin, namun dia beriman kepada Allah dan beriman kepada kebenaran yang diturunkan kepada Rasul-Nya Muhammd صلی الله عليه وسلم, maka pembunuhnya harus memerdekakan hamba sahaya. Bila korbannya berasal dari suatu kaum di mana antara kalian dengan mereka terdapat perjanjian, maka pembunuhnya harus membayar diyat yang diserahkan kepada keluarganya dan memerdekakakn hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak mampu memerdekakan hamba sahaya yang beriman, maka dia harus berpuasa selama dua bulan berturut-turut agar Allah mengampuninya. Allah Maha Mengetahui hakikat kehidupan hamba-hamba-Nya, Bijaksana dalam apa yang Dia syariatkan bagi mereka.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ikrimah, ia berkata : Al-Harts bin Yazid dari Bani Amir bin Luay menyiksa Ayyasy bin Abu Rabi ah bersama Abu Jahal, kemudian al-Harts berhijrah kepada Nabi صلی الله عليه وسلم. Ayyasy melihatnya di al-Harrah, maka dia membunuhnya karena dia mengiranya masih kafir kemudian dia datang kepada Nabi صلی الله عليه وسلم dan menyampaikan hal itu kepada beliau, maka turunlah ayat ini. Dia meriwayatkan hadits senada dari Mujahid dan as-Suddi.

AN NISA : 93

وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَآؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
Terjemah :
Dan barangsiapa yang membunuh seorang mumin dengan sengaja maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya.
Tafsir :
Barangsiapa yang melakukan pelanggaran terhadap seorang mukmin lalu dia membunuhnya dengan sengaja tanpa hak, maka hukumannya adalah Jahanam kekal didalamnya, plus murka Allah dan pengusirannya dari Rahmat-Nya bila Dia membalasnya atas dosanya. Dan Allah menyiapkan untuk mereka siksa yang paling berat disebabkan kejahatan besar yang dilakukannya. Akan tetapi Allah memaafkan dan melimpahkan karunia kepada orang-orang yang beriman, sehingga Dia tidak mengekalkan mereka di dalam Neraka Jahanam.

Asbabun Nuzul :

Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalan Ibnu Juraij dari Ikrimah bahwa seorang laki-laki dari Anshar membunuh saudara Maqis bin Shababah, lalu Nabi صلی الله عليه وسلم memberikan diyatnya, dia menerimanya lalu dia mendatangi pembunuh saudaranya dan tetap membunuhnya. Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda : Aku tidak menjamin keamanannya baik di tanah halal maupun haram. Maka dia juga dibunuh pada hari Fathu Makkah. Ibnu Juraij berkata : Padanya ayat 93 ini turun.

AN NISA : 94

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إِذَا ضَرَبْتُمْ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَتَبَيَّنُواْ وَلاَ تَقُولُواْ لِمَنْ أَلْقَى إِلَيْكُمُ السَّلاَمَ لَسْتَ مُؤْمِنًا تَبْتَغُونَ عَرَضَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فَعِندَ اللّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ كَذَلِكَ كُنتُم مِّن قَبْلُ فَمَنَّ اللّهُ عَلَيْكُمْ فَتَبَيَّنُواْ إِنَّ اللّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرً
Terjemah :
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu pergi (berperang) di jalan Allah, maka telitilah dan janganlah kamu mengatakan kepada orang yang mengucapkan salam kepadamu [338] : Kamu bukan seorang mumin (lalu kamu membunuhnya), dengan maksud mencari harta benda kehidupan di dunia, karena di sisi Allah ada harta yang banyak. Begitu jugalah keadaan kamu dahulu [339], lalu Allah menganugerahkan nimat-Nya atas kamu, maka telitilah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
________________________________________
[338] Dimaksud juga dengan orang yang mengucapkan kalimat : laa ilaaha illallah.
[339] Maksudnya : orang itu belum nyata keislamannya oleh orang ramai kamupun demikian pula dahulu.
Tafsir :
Wahai orang-orang yang membenarkan Allah dan Rasul-Nya dan mengamalkan syariat-Nya, bila kalian keluar dalam rangka berjihad di jalan Allah, maka hendaknya kalian memastikan apa yang kalian lakukan dan apa yang kalian tinggalkan. Jangan mengingkari iman dari orang-orang yang memperlihatkan sebagian dari tanda-tanda Islam dan mereka tidak memerangi kalian. Karena ada kemungkinan bahwa mereka adalah orang-orang mukmin yang menyembunyikan iman mereka, hanya demi mendapatkan kenikmatan dunia. Allah mempunyai karunia dan pemberian yang telah mencukupi kalian. Demikian pula dengan kalian diawal Islam, kalian harus menyembunyikan iman kalian dari kaum kalian sendiri yaitu orang-orang musyrikin, lalu Allah melimpahkan nikmat-Nya kepada kalian dan memuliakan kalian dengan iman dan kekuatan. Maka hendaknya kalian mengetahui dan mengenal urusan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala amal perbuatan kalian, mengenal perkara-perkara kalian yang samar dan Dia akan membalas kalian atasnya.

Asbabun Nuzul :

Al-Bukhari, At-Tirmidzi, al-Hakim dan lainnya meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata : Seorang laki-laki dari Bani Sulaim melewati beberapa orang sahabat Nabi صلی الله عليه وسلم, laki-laki tersebut menggiring kambingnya, dia memberi salam kepada mereka dan mereka berkata : Dia tidak memberi salam kepada kita kecuali hanya karena ingin berlindung dari kita. Maka mereka membunuhnya dan menggiring kambingnya kepada Nabi صلی الله عليه وسلم, maka turunlah ayat 94 ini.

Al-Bazzar meriwayatkan dari jalan lain dari Ibnu Abbas, ia berkata : Rasulullah صلی الله عليه وسلم mengutus sebuah pasukan yang didalamnya terdapat al-Miqdad. Ketika mereka tiba dihadapan musuh, musuh telah berlarian hanya tinggal seorang laki-laki yang berharta banyak. Laki-laki tersebut berkata : Aku bersaksi bahwa tidak ada Illah yang berhaq disembah selain Allah. Maka al-Miqdad tetap membunuhnya. Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda : Bagaimana denganmu dengan Laa Ilaaha Illallah besok? Maka Allah menurunkan ayat 94 ini.

AN NISA : 95

لاَّ يَسْتَوِي الْقَاعِدُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ غَيْرُ أُوْلِي الضَّرَرِ وَالْمُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فَضَّلَ اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ عَلَى الْقَاعِدِينَ دَرَجَةً وَكُـلاًّ وَعَدَ اللّهُ الْحُسْنَى وَفَضَّلَ اللّهُ الْمُجَاهِدِينَ عَلَى الْقَاعِدِينَ أَجْرًا عَظِيمًا
Terjemah :
Tidaklah sama antara mumin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang- orang yang duduk [340] satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk [341] dengan pahala yang besar,
________________________________________
[340] Maksudnya : yang tidak berperang karena uzur.
[341] Maksudnya : yang tidak berperang tanpa alasan. Sebagian ahli tafsir mengartikan qaaidiin di sini sama dengan arti qaaidiin pada not 340.
Tafsir :
Tidak sama antara orang-orang yang tidak berangkat berjihad di jalan Allah, kecuali orang-orang yang memiliki halangan di antara mereka, dengan orang-orang yang berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwa mereka. Allah mengunggulkan para mujahidin atas orang-orang yang tidak berjihad dan meninggikan derajat mereka yang tinggi di surge. Allah menjanjikan surge kepada masing-masing dari keduanya, yaitu orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwa mereka dan orang-orang yang tidak berjihad karena halangan, karena apa yang mereka berikan dan korbankan di jalan Allah. Namun Allah tetap mengunggulkan orang-orang yang berjihad atas orang-orang yang tidak berjihad dengan pahala yang besar.

Asbabun Nuzul :

Al-Bukhari meriwayatkan dari al-Barra, ia berkata : Ketika ayat 95 ini turun. Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda : Panggilah fulan. Maka dia datang dengan tinta dan lauh atau kulit. Beliau bersabda : Tulislah Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah. Pada saat itu Ibnu Ummi Maktum dibelakang Nabiصلی الله عليه وسلم, diapun berkata : Ya Rasulullah, aku orang buta. Maka turun sebagai gantinya : Tidaklah sama antara mumin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah selain orang-orang yang berhalangan. Al-Bukhari dan lainnya meriwayatkan dari hadits Zaid bin Tsabit. Ath-Thabrani meriwayatkan dari hadits Zaid bin Arqam. Hadits senada diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari al-Faltan bin Ashim.

AN NISA : 96

دَرَجَاتٍ مِّنْهُ وَمَغْفِرَةً وَرَحْمَةً وَكَانَ اللّهُ غَفُورًا رَّحِيمً
Terjemah :
(yaitu) beberapa derajat dari pada-Nya, ampunan serta rahmat. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Pahala yang besar ini adalah kedudukan-kedudukan yang tinggi di surge dari Allah secara khusus bagi hamba-hamba-Nya yang berjihad di jalan-Nya, dan ampunan bagi dosa-dosa mereka, ditambah dengan rahmat yang luas dimana mereka bernikmat ria didalamnya. Allah Maha Pengampun dari orang-orang yang kembali dan bertaubat kepadaNya, Maha Penyayang kepada orang-orang yang menaati-Nya dan orang-orang yang berjihad di jalan-Nya.

AN NISA : 97

إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلآئِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُواْ فِيمَ كُنتُمْ قَالُواْ كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الأَرْضِ قَالْوَاْ أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُواْ فِيهَا فَأُوْلَـئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءتْ مَصِيرًا
Terjemah :
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri [342], (kepada mereka) malaikat bertanya : Dalam keadaan bagaimana kamu ini ?. Mereka menjawab : Adalah kami orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah). Para malaikat berkata : Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu ?. Orang-orang itu tempatnya neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali,
________________________________________
[342] Yang dimaksud dengan orang yang menganiaya diri sendiri di sini, ialah orang-orang muslimin Mekah yang tidak mau hijrah bersama Nabi sedangkan mereka sanggup. Mereka ditindas dan dipaksa oleh orang-orang kafir ikut bersama mereka pergi ke perang Badar; akhirnya di antara mereka ada yang terbunuh dalam peperangan itu.
Tafsir :
Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat sedangkan mereka menzhalimi diri mereka, dengan tetap tinggal di negeri kafir dan menolak berhijrah, para malaikat berkata mencela mereka : Dimana posisi kalian terhadap perintah agama kalian? Mereka menjawab : Kami adalah orang-orang lemah di negeri kami, kami tidak mampu menolak kezhaliman dan pemaksaan atas kami. Maka malaikat mencela mereka : Bukankah bumi Allah itu luas? Lalu mengapa kalian tidak mau meninggalkan negeri kalian ke negeri lainnya dimana kalian bisa aman dengan agama kalian? Tempat kembali mereka adalah neraka, tempat kembali yang sangat buruk.

AN NISA : 98

إِلاَّ الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاء وَالْوِلْدَانِ لاَ يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلاَ يَهْتَدُونَ سَبِيلا
Terjemah :
kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki atau wanita ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan (untuk hijrah),
Tafsir :
Kaum laki-laki, wanita dan anak-anak yang memang lemah di mana tidak kuasa melawan kezhaliman dan tekanan dari diri mereka dimaafkan dari kewajiban tersebut, disamping mereka tidak mengetahui jalan yang bisa membebaskan mereka dari kesempitan yang mereka hadapi.

AN NISA : 99

فَأُوْلَـئِكَ عَسَى اللّهُ أَن يَعْفُوَ عَنْهُمْ وَكَانَ اللّهُ عَفُوًّا غَفُورًا
Terjemah :
mereka itu, mudah-mudahan Allah memaafkannya. Dan adalah Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.
Tafsir :
Orang-orang lemah tersebut diharapkan Allah berkenan untuk memaafkan mereka, karena Dia mengetahui hakikat urusan mereka. Allah banyak memaafkan, mengampuni kesalahan-kesalahan mereka dan menutupinya atas mereka.

AN NISA : 100

وَمَن يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللّهِ يَجِدْ فِي الأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً وَمَن يَخْرُجْ مِن بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلى اللّهِ وَكَانَ اللّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
Terjemah :
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Tafsir :
Barangsiapa yang meninggalkan negeri syirik ke negeri Islam demi menyelamatkan agamanya, berharap karunia Rabb-nya dan bermaksud membantu agama-Nya, niscaya dia akan mendapatkan suatu tempat dimuka bumi ini dimana dia mendapatkan kenikmatan padanya yang akan menjadi sebab bagi kekuatannya dan kerendahan bagi musuhnya, ditambah dengan kelapangan rizki dan kehidupannya. Barangsiapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud membantu agama Allah dan Rasul-Nya, meninggikan kalimat Allah, kemudian maut menjemputnya sebelum ia tiba di tempat tujuannya, maka pahala amalnya sudah ditetapkan disisi Allah sebagai sebuah kebaikan dan kemurahan dari-Nya. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.

bagikan ini

Leave a Reply

You are not allowed to enter any URLs in the comment area.

* Copy This Password *

* Type Or Paste Password Here *

*